- Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, akan kembali menjadi tuan rumah seri ke-18 MotoGP pada Oktober 2026.
- Penyelenggaraan ajang balap internasional ini didukung penuh pemerintah untuk mempromosikan pariwisata serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia.
- Ajang ini terbukti efektif meningkatkan citra negara, memberdayakan UMKM lokal, serta mengembangkan kualitas sumber daya manusia seperti tenaga marshal.
Suara.com - MotoGP kembali hadir di Indonesia pada 2026. Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dipastikan menjadi tuan rumah seri ke-18 MotoGP musim depan yang akan berlangsung pada Oktober 2026.
Penyelenggaraan MotoGP Mandalika kembali mendapat dukungan penuh dari pemerintah.
Ajang balap motor paling bergengsi di dunia itu dinilai bukan hanya menghadirkan tontonan olahraga kelas dunia, tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi nasional.
Dukungan tersebut disampaikan dalam Launching Ceremony MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang digelar pada Kamis (18/6/2026).
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan MotoGP Mandalika agar manfaat yang dihasilkan bisa terus dirasakan masyarakat.
![Penonton memadati Grandstand Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (5/10/2025). [https://www.themandalikagp.com/]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/27/44088-penonton-memadati-grandstand-pertamina-mandalika-international-circuit.jpg)
"Kita semua disini bisa terus meningkatkan, meningkatkan supaya event seperti MotoGP ini benar-benar bisa terus kita sukseskan, dan insyaallah saya sebagai menpora saya akan menjaga dan mendorong event-event ini terus terlaksanakan,” ujar Erick.
Menurutnya, perkembangan sport tourism dunia menunjukkan potensi yang sangat besar. Karena itu, Indonesia perlu memanfaatkan momentum tersebut melalui event internasional yang mampu menarik perhatian dunia.
Erick menilai dampak MotoGP Mandalika sudah mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi jumlah penonton, perputaran ekonomi, maupun lahirnya talenta-talenta baru di sektor olahraga.
“Artinya ini saya berharap tentu pertumbuhan penonton sudah terbukti, ekonomi impact sudah terbukti. Meng-create talenta sudah terbukti, nah bagaimana kita semua disini bisa terus meningkatkan, meningkatkan supaya event seperti MotoGP ini benar-benar bisa terus kita sukseskan,” ucap Erick.
Sementara itu, Direktur Utama PT InJourney, Maya Watono, mengatakan MotoGP Mandalika telah berkembang menjadi salah satu alat promosi Indonesia yang efektif di tingkat internasional.
Menurutnya, kehadiran MotoGP membuat nama Mandalika semakin dikenal dunia sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi sport tourism.
“Sekarang kita tidak hanya memiliki nation branding, tetapi juga nation pride. Dunia mengenal Mandalika dan Indonesia dari gelaran MotoGP, dan sekarang kita punya local heroes yang menjadi kebanggaan bersama,” tutur Maya.
MotoGP diketahui disiarkan ke lebih dari 200 negara dengan jangkauan ratusan juta penonton di seluruh dunia. Kondisi tersebut memberikan eksposur besar bagi Mandalika dan Indonesia setiap kali balapan digelar.
Tak hanya berdampak pada promosi pariwisata, MotoGP Mandalika juga dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal. Salah satunya terlihat dari perkembangan tenaga marshal yang kini seluruhnya berasal dari NTB.
Bahkan, kemampuan para marshal lokal mulai mendapat pengakuan internasional dan dipercaya bertugas di negara lain.
“Yang luar biasa lagi, kita mulai mengekspor marshal-marshal kita ke Jepang dan Malaysia. Jadi sebenarnya SDM kita ini sangat luar biasa dan bisa kita tingkatkan tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga ke tingkat internasional,” ujar Maya.
Dari sisi daerah, Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menilai MotoGP Mandalika telah menjadi penggerak penting bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Ia menyebut setiap penyelenggaraan MotoGP berdampak pada meningkatnya tingkat hunian hotel, bertambahnya penerbangan menuju Lombok, hingga menggeliatnya aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Selain itu, ratusan pelaku UMKM lokal juga turut merasakan manfaat dari ajang internasional tersebut.
Indah berharap seluruh masyarakat Indonesia memiliki rasa kepemilikan yang sama terhadap MotoGP Mandalika karena ajang tersebut merupakan kebanggaan nasional.
“Kami ingin Mandalika menjadi milik Indonesia, sehingga rasa memiliki untuk menyukseskan event ini tidak hanya milik masyarakat Nusa Tenggara Barat, tetapi milik masyarakat Indonesia, karena kita beruntung menjadi salah satu negara yang bisa menghelat event MotoGP,” pungkasnya.