- PP PBSI menyambut positif rencana penerapan skema anggaran multiyears untuk meningkatkan kepastian pembinaan atlet pelatnas bulu tangkis Indonesia.
- Skema pendanaan jangka panjang memungkinkan pengembangan program sport science serta aspek medis yang lebih komprehensif dan terukur.
- Sistem ini bertujuan mempermudah proses regenerasi pemain dari level junior hingga senior guna menjaga prestasi di tingkat dunia.
Suara.com - PP PBSI menyambut positif rencana penerapan skema anggaran jangka panjang atau multiyears untuk program pemusatan latihan nasional (pelatnas).
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis yang dapat memberikan kepastian pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Skema pendanaan jangka panjang tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi prestasi bulu tangkis Indonesia agar tetap kompetitif di level dunia dalam jangka waktu yang konsisten.
Kepastian Pembinaan Jangka Panjang
![Manajer tim yang sekaligus Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Ricky Soebagdja memantau latihan tim Indonesia jelang Piala Thomas dan Uber 2024. [Dok. PBSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/04/26/14953-manajer-tim-indonesia-kabid-binpres-pbsi-ricky-soebagdja.jpg)
Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menilai sistem anggaran multiyears akan memberikan stabilitas dalam perencanaan program tanpa terhambat siklus tahunan.
“Selama ini, PBSI telah menjalankan sistem pelatnas sepanjang tahun secara konsisten, di mana komitmen tersebut telah melahirkan berbagai prestasi membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia,” ujar Ricky dikutip dari Antara.
Ia menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses panjang dan berkesinambungan untuk membentuk mental juara.
Sport Science dan Kesehatan Jadi Fokus Utama
Senada dengan itu, Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian, menilai skema multiyears akan membuka ruang lebih luas untuk pengembangan program berbasis ilmu pengetahuan olahraga.
“Dukungan multiyears akan memungkinkan kami merancang program pembinaan secara lebih komprehensif dan terukur,” kata Eng Hian.
Menurutnya, penerapan sport science serta penguatan aspek medis dan pencegahan cedera menjadi kunci untuk menjaga performa atlet di level tertinggi lebih lama.
Regenerasi Atlet Lebih Terarah
Dengan kepastian anggaran, PBSI juga dapat menyusun siklus pembinaan yang lebih rapi dari level junior hingga senior tanpa hambatan program jangka pendek.
Eng Hian menambahkan bahwa sistem ini akan membantu mempercepat proses regenerasi pemain sekaligus menjaga kualitas pembinaan nasional tetap stabil.
Di tengah persaingan global yang semakin ketat, Indonesia diharapkan tetap mampu menjaga tradisi prestasi di ajang besar seperti Olimpiade dan kejuaraan dunia.