- Campus League Badminton Season 1 meluncurkan kompetisi bulu tangkis mahasiswa dengan mengadopsi regulasi sistem skor terbaru Federasi Bulu Tangkis Dunia.
- Pendaftaran dibuka hingga 5 Agustus 2026, dengan rangkaian pertandingan mulai 19 Agustus 2026 di Jabodetabek, Semarang, Surabaya, dan Samarinda.
- Kompetisi ini bertujuan mempersiapkan atlet mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan standar internasional serta memenuhi syarat program sosial nasional.
Suara.com - Ekosistem olahraga mahasiswa di Indonesia bersiap menyambut babak baru melalui peluncuran Campus League Badminton Season 1 yang menghadirkan inovasi regulasi kelas dunia.
Ajang bergengsi ini secara resmi mengadopsi sistem skor terbaru yang diperkenalkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) guna memberikan pengalaman bertanding yang lebih kompetitif bagi para student-athlete.
Pendaftaran peserta telah dibuka dan akan berlangsung hingga 5 Agustus 2026.
Kompetisi dijadwalkan mulai bergulir pada 19 Agustus 2026 melalui putaran Regional Jabodetabek sebelum menyambangi Semarang, Surabaya, dan Samarinda. Turnamen akan ditutup dengan babak The Nationals di Bandung.
Terapkan Sistem Skor Baru BWF
Perbedaan utama pada musim perdana ini terletak pada penerapan sistem skor yang mengacu pada regulasi terbaru BWF.
Untuk kategori perseorangan, setiap pertandingan menggunakan format best of three games dengan 15 poin di setiap gim.
Sementara itu, kategori beregu menggunakan sistem skor kumulatif hingga 55 poin.
Langkah ini diambil atas rekomendasi PBSI sebagai upaya mempercepat adaptasi atlet muda terhadap regulasi baru.
Penerapan sistem tersebut diyakini akan membuat tempo pertandingan lebih cepat, dinamis, serta menuntut kesiapan mental yang lebih baik dari para pemain.
Misi Adaptasi Regulasi Internasional
![Konferensi pers penutupan Campus League Futsal Regional Jakarta 2025 yang dihadiri CEO Campus League, Ryan Gozali dan Dekan 3 FIKK UNJ, Hendro Wardoyo. [Dok. Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/01/34650-ryan-gozali.jpg)
CEO Campus League, Ryan Gozali, menegaskan bahwa penggunaan sistem skor baru merupakan komitmen penyelenggara untuk menyelaraskan kualitas atlet mahasiswa dengan perkembangan bulu tangkis dunia.
"Kami ingin mahasiswa tidak hanya mendapatkan jam terbang bertanding, tetapi juga beradaptasi dengan perkembangan regulasi internasional," ujar Ryan Gozali.
Kesiapan fisik dan pemahaman taktik terhadap aturan baru diharapkan menjadi modal berharga sebelum para mahasiswa melangkah ke level kompetisi yang lebih tinggi.
"Harapannya, ketika mereka melangkah ke level yang lebih tinggi, mereka sudah terbiasa dengan sistem pertandingan terbaru," tambah Ryan Gozali.