- Sebanyak 149 atlet mahasiswa dari 17 perguruan tinggi mengikuti ajang Campus League Badminton Regional Semarang 2026 di Universitas Diponegoro.
- Universitas Sebelas Maret mendominasi nomor perorangan, sedangkan Universitas Islam Indonesia keluar sebagai juara kategori beregu pada turnamen tersebut.
- Empat tim semifinalis beregu memastikan tiket ke putaran puncak The Nationals yang dijadwalkan berlangsung di Bandung pada September mendatang.
Suara.com - Ajang Campus League Badminton Regional Semarang 2026 resmi menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan di Polytron Stadium, Universitas Diponegoro.
Turnamen yang mempertemukan 149 student-athlete dari 17 perguruan tinggi lintas provinsi tersebut menerapkan sistem skor terbaru Badminton World Federation (BWF).
Universitas Sebelas Maret (UNS) mendominasi nomor perorangan, sementara Universitas Islam Indonesia (UII) tampil sebagai juara kategori beregu.
Ruang Kompetitif bagi Atlet Mahasiswa
Selama empat hari penyelenggaraan yang berakhir pada Sabtu (29/8/2026), kompetisi ini menjadi wadah bagi atlet mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan.
CEO Campus League, Ryan Gozali, mengatakan kehadiran kompetisi ini merupakan upaya untuk menjaga prestasi bulu tangkis Indonesia, khususnya di level perguruan tinggi.
“Badminton merupakan salah satu olahraga unggulan dari Indonesia dan itu sesuatu yang kita bersama ingin terus jaga," terang Ryan Gozali dalam sesi jumpa pers.
"Campus League ingin berkontribusi paling tidak di level kampus," tambahnya.
"Campus League sebenarnya hadir di badminton untuk bisa menaungi talenta-talenta pebulutangkis yang sangat baik, tapi mungkin tidak bisa menembus ke Pelatnas," lanjut Ryan.
Adaptasi Dini Sistem Skor Baru BWF
![Campus League Badminton Semarang 2026 menerapkan sistem skor baru BWF. UNS mendominasi nomor perorangan, sementara UII menjadi juara kategori beregu. [Dok. Campus League]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/30/10312-terapkan-skor-baru-bwf.jpg)
Campus League Badminton Regional Semarang 2026 juga menerapkan sistem skor terbaru BWF sebagai bagian dari upaya memperkenalkan regulasi tersebut lebih awal kepada para atlet dan perangkat pertandingan.
"Ajang ini juga dirancang agar atlet tidak harus memilih antara olahraga dan pendidikan,” urai Ryan menjelaskan visi utamanya.
“Kami memang menerapkan sistem skor terbaru BWF untuk curi start, karena sudah ada kepastian akan diberlakukan regulasi baru ini secara menyeluruh," ungkapnya terkait aturan baru tersebut.
"Jadi kami ingin para pemain, perangkat pertandingan, dan semua yang terlibat lebih cepat familiar, karena semakin terbiasa tentu akan semakin baik," tambahnya.
"Kami melihatnya sederhana, tapi arahnya memang jangka panjang," tegas sang CEO.
"Karena sistem skor sebelumnya juga akhirnya akan kadaluarsa ketika aturan baru diterapkan, jadi kami berpikir untuk kepentingan long-term,” pungkas Ryan.
UNS Dominasi Nomor Perorangan
Pada persaingan nomor perorangan, kontingen UNS asal Surakarta meraih tiga gelar juara dari enam nomor yang dipertandingkan.
Tiga gelar tersebut diraih Adna Farrell Nugroho/Muhamad Khalil di nomor ganda putra, Lintang Ari/Tanaya Yafiyah pada ganda putri, serta Adna Farrell/Lintang Ari di nomor ganda campuran.
Sementara itu, tuan rumah Universitas Negeri Semarang (UNNES) meraih gelar juara nomor 3 vs 3 melalui Muhammad Rafael, Ryan Adi, dan Ayu Dian.
Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) juga meraih gelar juara tunggal putra melalui Akmal Zaidan Pamuji.
Di sektor tunggal putri, Alfira Deanika dari UII tampil sebagai juara setelah menundukkan unggulan kedua asal UNESA, Selvyra Khalifah, dengan skor 15-10 dan 15-13 di partai final.
“Alhamdulillah saya bisa memberi hasil yang terbaik," ujar Alfira usai pertandingan.
"Jauh-jauh ke sini, dan ini baru pertama kali juga saya mewakili kampus, diberi kepercayaan untuk bermain di Campus League Badminton Regional Semarang 2026," lanjutnya bangga.
"Itu bangga banget sih, soalnya tahu dari teman-teman senior kalau Campus League ini termasuk kompetisi besar," kisahnya.
"Jadi alhamdulillah saya senang bisa dapat hasil yang terbaik di sini,” pungkas Alfira.
UII Juara Kategori Beregu
Pada kategori beregu, format best of three sets dengan sistem relay point target 55 poin menghadirkan persaingan ketat.
UII akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan UNNES dengan skor 2-0 di partai final.
Pasangan ganda putra UII, Mochammad Billawal Aryo Jatmiko dan Muhammad Danish Maulad Ferary, menjadi salah satu pemain yang berperan dalam keberhasilan kampus mereka meraih gelar.
“Alhamdulillah kami bisa menjadi juara dan tidak ada pemain yang cedera," ucap Jatmiko.
"Persaingan di lapangan berlangsung ketat, terutama di final," sambungnya.
"Kunci kemenangan kami sebenarnya ada pada kerja sama tim," tegas Jatmiko.
"Kami tidak mungkin mempersiapkan semuanya sendirian," tambahnya.
"Kemenangan ini hadir berkat kontribusi teman-teman yang bertanding di lapangan maupun yang memberi dukungan dari luar lapangan, serta para pengurus yang menyiapkan kebutuhan kami selama pertandingan,” urainya.
Wakil Rektor I Universitas Diponegoro, Prof. Dr. rer. nat. Heru Susanto, turut mengapresiasi penyelenggaraan Campus League.
“Mewakili Universitas Diponegoro, saya melihat kompetisi olahraga seperti Campus League ini sangat penting, sangat produktif, karena bisa menjadi wadah aktivitas yang positif," ujar Heru.
"Terutama juga menjadi ruang bagi mereka yang memiliki minat dan prestasi di bidang olahraga," lanjut sang profesor.
"Seperti yang kami sepakati bersama dengan Campus League, menjadi atlet itu tidak harus mengorbankan akademiknya,” pungkasnya.
Empat Kampus Melaju ke The Nationals
General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, mengatakan dukungan terhadap Campus League merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung perkembangan olahraga nasional.
“Dukungan kami terhadap kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus berkontribusi dalam memajukan olahraga nasional," ungkap Diantika.
Sebagai informasi, empat semifinalis kategori beregu, yakni UII, UNNES, UNS, dan UNESA, memastikan tiket ke putaran puncak The Nationals.
Keempat kampus tersebut akan bersaing memperebutkan gelar juara pada The Nationals yang dijadwalkan berlangsung di Bandung pada September mendatang.