- Permainan jeu de paume asal Prancis abad ke-12 berkembang menjadi tenis modern setelah Mayor Walter Clopton Wingfield memperkenalkan Sphairistikè di Inggris pada 1873.
- Turnamen resmi Wimbledon dimulai di Inggris pada 1877, yang kemudian menjadi salah satu dari empat turnamen Grand Slam dunia saat ini.
- Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) berdiri pada 1935 setelah tenis masuk ke Indonesia pada masa kolonial Belanda awal abad ke-20.
Wimbledon juga menjadi bagian dari empat turnamen terbesar dalam tenis yang saat ini dikenal dengan istilah Grand Slam.
Tenis Menyebar ke Berbagai Negara
Popularitas tenis terus meningkat pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Beberapa negara kemudian mulai memiliki organisasi dan kejuaraan tenis sendiri.
Amerika Serikat membentuk organisasi tenis nasional pada 1881. Prancis kemudian memiliki kejuaraan nasional yang menjadi cikal bakal French Open, sedangkan Australia mengembangkan kejuaraan yang kemudian dikenal sebagai Australian Open.
Saat ini terdapat empat turnamen Grand Slam yang menjadi tujuan utama para petenis profesional, yaitu:
Australian Open – Australia
French Open – Prancis
Wimbledon – Inggris
US Open – Amerika Serikat
Keempat turnamen tersebut memiliki karakteristik lapangan yang berbeda. Hal ini membuat setiap turnamen memberikan tantangan tersendiri bagi para pemain.
Dibentuknya Organisasi Tenis Dunia
Perkembangan tenis yang semakin luas membuat diperlukan sebuah organisasi yang dapat mengatur olahraga ini secara internasional.
Pada 1913, dibentuk International Lawn Tennis Federation (ILTF). Organisasi tersebut kemudian berkembang dan sekarang dikenal sebagai International Tennis Federation (ITF).
ITF memiliki peran penting dalam perkembangan tenis dunia, termasuk dalam pengaturan berbagai aspek olahraga tenis dan pengembangan tenis di berbagai negara.
Tenis dan Olimpiade
Tenis juga memiliki perjalanan panjang di ajang Olimpiade. Cabang olahraga ini sudah hadir dalam Olimpiade modern pertama pada 1896.
Namun, tenis sempat tidak dipertandingkan dalam Olimpiade setelah 1924. Setelah melalui proses perkembangan yang cukup panjang, tenis akhirnya kembali menjadi cabang olahraga Olimpiade pada 1988 di Seoul, Korea Selatan.
Sejak saat itu, tenis kembali menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan dalam pesta olahraga terbesar dunia tersebut.
Memasuki Era Profesional

Perubahan besar dalam dunia tenis terjadi pada 1968, ketika dimulainya Open Era atau Era Terbuka.
Sebelumnya, terdapat perbedaan antara pemain amatir dan profesional dalam mengikuti turnamen. Setelah Era Terbuka dimulai, pemain profesional dan amatir dapat bersaing dalam kompetisi yang sama.
Perubahan ini membuat tenis semakin berkembang sebagai olahraga profesional. Kompetisi internasional semakin banyak dan para pemain memiliki kesempatan untuk berkarier sebagai atlet profesional.
Dari perkembangan tersebut kemudian muncul berbagai rangkaian turnamen profesional, termasuk ATP Tour untuk tenis putra dan WTA Tour untuk tenis putri.
Perkembangan Tenis di Indonesia
Tenis juga memiliki sejarah yang cukup panjang di Indonesia. Olahraga ini masuk ke Indonesia pada masa pemerintahan kolonial Belanda, sekitar awal abad ke-20.
Pada awal perkembangannya, tenis lebih banyak dimainkan oleh orang-orang Belanda dan kalangan tertentu. Namun, seiring waktu olahraga ini mulai dikenal dan dimainkan oleh masyarakat Indonesia.
Pada 1935, berdiri organisasi tenis nasional yang dikenal dengan nama Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti). Kehadiran organisasi tersebut turut membantu perkembangan tenis di Indonesia.
Indonesia kemudian melahirkan sejumlah petenis yang berprestasi dan dikenal di tingkat internasional. Beberapa di antaranya adalah Yayuk Basuki, Angelique Widjaja, dan Christopher Rungkat.
Dari Permainan Sederhana Menjadi Olahraga Dunia
Jika melihat sejarahnya, tenis mengalami perubahan yang sangat panjang. Permainan yang pada awalnya dilakukan menggunakan tangan di Prancis berkembang menjadi olahraga dengan raket, lapangan, aturan, teknologi, serta sistem pertandingan yang semakin modern.
Saat ini, tenis bukan hanya dimainkan untuk rekreasi. Tenis juga menjadi olahraga prestasi dengan kompetisi tingkat sekolah, daerah, nasional, hingga internasional.
Jadi, ketika kamu bermain tenis di lapangan, sebenarnya kamu sedang memainkan olahraga yang memiliki sejarah lebih dari ratusan tahun. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa olahraga dapat terus berubah mengikuti zaman tanpa kehilangan dasar permainannya.