Sejarah dan Perkembangan Tenis Lapangan, Awal Mula hingga Bisa Populer di Indonesia

Irwan Febri

Rabu, 02 September 2026 | 14:21 WIB
Sejarah dan Perkembangan Tenis Lapangan, Awal Mula hingga Bisa Populer di Indonesia
Pasangan ganda putri andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen, sukses mempersembahkan medali emas dari cabang olahraga tenis di ajang SEA Games 2025 Thailand. [Kemenpora]
baca 10 detik
  • Permainan jeu de paume asal Prancis abad ke-12 berkembang menjadi tenis modern setelah Mayor Walter Clopton Wingfield memperkenalkan Sphairistikè di Inggris pada 1873.
  • Turnamen resmi Wimbledon dimulai di Inggris pada 1877, yang kemudian menjadi salah satu dari empat turnamen Grand Slam dunia saat ini.
  • Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) berdiri pada 1935 setelah tenis masuk ke Indonesia pada masa kolonial Belanda awal abad ke-20.

Suara.com - Tenis lapangan merupakan salah satu olahraga yang cukup populer di berbagai negara. Permainan ini dilakukan dengan menggunakan raket dan bola, baik secara tunggal maupun berpasangan.

Namun, tahukah kamu bahwa tenis yang kita kenal sekarang ternyata memiliki sejarah yang sangat panjang?

Perjalanan tenis dimulai dari permainan sederhana di Eropa hingga berkembang menjadi olahraga profesional yang memiliki turnamen besar seperti Wimbledon, US Open, French Open, dan Australian Open.

Awal Mula Tenis Lapangan

Sejarah tenis dapat ditelusuri hingga sekitar abad ke-12 di Prancis. Pada masa itu, masyarakat memainkan permainan bernama “jeu de paume”. Berbeda dengan tenis sekarang, permainan tersebut pada awalnya dilakukan menggunakan telapak tangan untuk memukul bola.

Seiring berjalannya waktu, permainan tersebut mengalami perubahan. Pemain mulai menggunakan alat bantu untuk memukul bola yang kemudian berkembang menjadi raket.

Permainan tenis pada masa awal juga dikenal dengan beberapa nama. Di Inggris, salah satu bentuknya dikenal sebagai real tennis, sedangkan di Amerika Serikat istilah court tennis pernah digunakan.

Tenis Modern Berkembang di Inggris

Bentuk tenis yang lebih mirip dengan permainan saat ini mulai berkembang di Inggris pada abad ke-19.

baca juga

Pada 1873, seorang perwira Angkatan Darat Inggris bernama Mayor Walter Clopton Wingfield memperkenalkan permainan yang disebut “Sphairistikè”. Permainan tersebut menjadi salah satu dasar berkembangnya lawn tennis atau tenis lapangan modern.

Setahun kemudian, pada 1874, Wingfield mematenkan aturan permainan tersebut. Tenis kemudian dapat dimainkan dengan aturan yang lebih teratur, termasuk di lapangan rumput.

Pada masa itu, tenis mulai menarik perhatian masyarakat Inggris, terutama kalangan bangsawan. Dari Inggris, olahraga ini kemudian semakin dikenal dan menyebar ke berbagai negara.

Lahirnya Wimbledon

Petenis Serbia Novak Djokovic (kiri) berpose dengan trofi setelah memenangi final tunggal putra Wimbledon bersama runner up petenis Australia Nick Kyrgios (kanan) di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris, Minggu (10/7/2022). (ANTARA/REUTERS/Toby Melville)
Petenis Serbia Novak Djokovic (kiri) berpose dengan trofi setelah memenangi final tunggal putra Wimbledon bersama runner up petenis Australia Nick Kyrgios (kanan) di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris, Minggu (10/7/2022). (ANTARA/REUTERS/Toby Melville)

Salah satu tonggak penting dalam sejarah tenis terjadi pada 1877. Pada tahun tersebut, turnamen tenis resmi diselenggarakan di All England Lawn Tennis and Croquet Club, Wimbledon, Inggris.

Turnamen tersebut kemudian berkembang menjadi Wimbledon, salah satu turnamen tenis paling terkenal di dunia.

Wimbledon juga menjadi bagian dari empat turnamen terbesar dalam tenis yang saat ini dikenal dengan istilah Grand Slam.

Tenis Menyebar ke Berbagai Negara

Popularitas tenis terus meningkat pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Beberapa negara kemudian mulai memiliki organisasi dan kejuaraan tenis sendiri.

Amerika Serikat membentuk organisasi tenis nasional pada 1881. Prancis kemudian memiliki kejuaraan nasional yang menjadi cikal bakal French Open, sedangkan Australia mengembangkan kejuaraan yang kemudian dikenal sebagai Australian Open.

Saat ini terdapat empat turnamen Grand Slam yang menjadi tujuan utama para petenis profesional, yaitu:

Australian Open – Australia
French Open – Prancis
Wimbledon – Inggris
US Open – Amerika Serikat

Keempat turnamen tersebut memiliki karakteristik lapangan yang berbeda. Hal ini membuat setiap turnamen memberikan tantangan tersendiri bagi para pemain.

Dibentuknya Organisasi Tenis Dunia

Perkembangan tenis yang semakin luas membuat diperlukan sebuah organisasi yang dapat mengatur olahraga ini secara internasional.

Pada 1913, dibentuk International Lawn Tennis Federation (ILTF). Organisasi tersebut kemudian berkembang dan sekarang dikenal sebagai International Tennis Federation (ITF).

ITF memiliki peran penting dalam perkembangan tenis dunia, termasuk dalam pengaturan berbagai aspek olahraga tenis dan pengembangan tenis di berbagai negara.

Tenis dan Olimpiade

Tenis juga memiliki perjalanan panjang di ajang Olimpiade. Cabang olahraga ini sudah hadir dalam Olimpiade modern pertama pada 1896.

Namun, tenis sempat tidak dipertandingkan dalam Olimpiade setelah 1924. Setelah melalui proses perkembangan yang cukup panjang, tenis akhirnya kembali menjadi cabang olahraga Olimpiade pada 1988 di Seoul, Korea Selatan.

Sejak saat itu, tenis kembali menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan dalam pesta olahraga terbesar dunia tersebut.

Memasuki Era Profesional

Legenda tenis Swiss Roger Federer menerima cincin International Tennis Hall of Fame. (Dok. US Open)
Legenda tenis Swiss Roger Federer menerima cincin International Tennis Hall of Fame. (Dok. US Open)

Perubahan besar dalam dunia tenis terjadi pada 1968, ketika dimulainya Open Era atau Era Terbuka.

Sebelumnya, terdapat perbedaan antara pemain amatir dan profesional dalam mengikuti turnamen. Setelah Era Terbuka dimulai, pemain profesional dan amatir dapat bersaing dalam kompetisi yang sama.

Perubahan ini membuat tenis semakin berkembang sebagai olahraga profesional. Kompetisi internasional semakin banyak dan para pemain memiliki kesempatan untuk berkarier sebagai atlet profesional.

Dari perkembangan tersebut kemudian muncul berbagai rangkaian turnamen profesional, termasuk ATP Tour untuk tenis putra dan WTA Tour untuk tenis putri.

Perkembangan Tenis di Indonesia

Tenis juga memiliki sejarah yang cukup panjang di Indonesia. Olahraga ini masuk ke Indonesia pada masa pemerintahan kolonial Belanda, sekitar awal abad ke-20.

Pada awal perkembangannya, tenis lebih banyak dimainkan oleh orang-orang Belanda dan kalangan tertentu. Namun, seiring waktu olahraga ini mulai dikenal dan dimainkan oleh masyarakat Indonesia.

Pada 1935, berdiri organisasi tenis nasional yang dikenal dengan nama Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti). Kehadiran organisasi tersebut turut membantu perkembangan tenis di Indonesia.

Indonesia kemudian melahirkan sejumlah petenis yang berprestasi dan dikenal di tingkat internasional. Beberapa di antaranya adalah Yayuk Basuki, Angelique Widjaja, dan Christopher Rungkat.

Dari Permainan Sederhana Menjadi Olahraga Dunia

Jika melihat sejarahnya, tenis mengalami perubahan yang sangat panjang. Permainan yang pada awalnya dilakukan menggunakan tangan di Prancis berkembang menjadi olahraga dengan raket, lapangan, aturan, teknologi, serta sistem pertandingan yang semakin modern.

Saat ini, tenis bukan hanya dimainkan untuk rekreasi. Tenis juga menjadi olahraga prestasi dengan kompetisi tingkat sekolah, daerah, nasional, hingga internasional.

Jadi, ketika kamu bermain tenis di lapangan, sebenarnya kamu sedang memainkan olahraga yang memiliki sejarah lebih dari ratusan tahun. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa olahraga dapat terus berubah mengikuti zaman tanpa kehilangan dasar permainannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Legenda Tenis Roger Federer Terima Cincin Hall of Fame di US Open 2026

Legenda Tenis Roger Federer Terima Cincin Hall of Fame di US Open 2026

Sport | Selasa, 01 September 2026 | 15:03 WIB

Carmen Hearts2Hearts Cetak Sejarah, Bawa Nama Indonesia di KWDA 2026

Carmen Hearts2Hearts Cetak Sejarah, Bawa Nama Indonesia di KWDA 2026

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Masjid At Taqwa Pare, Lebih Seabad Berdiri Menjaga Jejak Sejarah Kediri

Masjid At Taqwa Pare, Lebih Seabad Berdiri Menjaga Jejak Sejarah Kediri

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Rahasia Manjali, Mitos Jawa, dan Bayang-Bayang 1965

Rahasia Manjali, Mitos Jawa, dan Bayang-Bayang 1965

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:25 WIB

One Hundred Years of Solitude: Part 2, Akhir Tragis Generasi Kaum Buendia

One Hundred Years of Solitude: Part 2, Akhir Tragis Generasi Kaum Buendia

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Siapa Profesor Solehah Yaacob? Dipecat UIAM Malaysia Buntut Kontroversi Sejarah Melayu

Siapa Profesor Solehah Yaacob? Dipecat UIAM Malaysia Buntut Kontroversi Sejarah Melayu

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Terkini

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:37 WIB

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:25 WIB

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:20 WIB

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:15 WIB

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 18:04 WIB

×