Siapa Profesor Solehah Yaacob? Dipecat UIAM Malaysia Buntut Kontroversi Sejarah Melayu

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:25 WIB
Siapa Profesor Solehah Yaacob? Dipecat UIAM Malaysia Buntut Kontroversi Sejarah Melayu
UIAM menghentikan layanan akademik Solehah Yaacob dan melarang penggunaan atribut kampus buntut kontroversi pseudosejarah. (SCMH)
baca 10 detik
  • UIAM menghentikan layanan akademik Solehah Yaacob terhitung sejak tanggal 27 April 2026.

  • Kampus melarang penggunaan gelar profesor dan atribut UIAM dalam seluruh materi publikasi Solehah.

  • Pemecatan ini menyusul penyelidikan internal atas deretan klaim pseudosejarah Melayu yang memicu kontroversi.

Suara.com - Universitas Islam Internasional Malaysia (UIAM) resmi mencopot seluruh jabatan akademik dan memutus hubungan resmi dengan Solehah Yaacob sejak akhir April 2026. Keputusan tegas ini menyusul gelombang kritik publik dan penyelidikan internal atas berbagai klaim pseudosejarah Melayu yang ia lontarkan.

Langkah drastis kampus ini menandai akhir perjalanan karier mantan profesor linguistik yang sempat memicu perdebatan sengit di Asia Tenggara tersebut. Pihak manajemen universitas kini membenteng diri agar reputasi ilmiah institusi tidak terus terseret dalam pusaran kontroversi personal.

Penegasan status ini sekaligus menutup ruang bagi publikasi ilmiah atau pemberitaan media yang masih menyatukan nama Solehah dengan atribut UIAM. Kampus bertindak cepat guna memastikan batas tegas antara opini pribadi dan legitimasi akademis institusi.

Universitas Islam Internasional Malaysia memecat profesor Solehah Yaacob akibat klaim sejarah Melayu yang tidak rasional. (SCMP)
Universitas Islam Internasional Malaysia memecat profesor Solehah Yaacob akibat klaim sejarah Melayu yang tidak rasional. (SCMP)

Pemberitahuan resmi universitas membeberkan bahwa segala bentuk perwakilan atas nama kampus oleh yang bersangkutan telah gugur demi hukum. Penghentian tugas tersebut berlaku secara menyeluruh dalam seluruh aktivitas akademik maupun publik.

"Setelah penghentian tersebut, dia tidak lagi memegang posisi profesor atau mewakili institusi dalam peran resmi apa pun," kata UIAM, seperti dikutip The Star.

Sikap keras manajemen universitas tecermin dari larangan komprehensif terkait penggunaan logo, nama, hingga gelar kehormatan yang melekat sebelumnya. Institusi menganggap langkah ini krusial untuk mencegah disinformasi yang berpotensi membingungkan masyarakat luas.

Pembatasan ketat ini mencakup materi promosi digital, siaran pers, penerbitan buku, iklan komersial, sampai unggahan akun media sosial pribadi. Kampus tidak ingin ada kesan konsensus akademis terhadap gagasan-gagasan kontroversial yang disebarkan Solehah.

Sorotan terhadap Solehah mencapai puncak ketika video ceramah akademiknya beredar luas di media sosial dan memicu kemarahan komunitas pakar sejarah. Ia mengajukan hipotesis berani bahwa teknologi maritim Romawi kuno sebenarnya berguru pada keahlian pelaut Melayu.

Penjelasan tersebut didasarkan pada penafsiran pribadi atas teks-teks klasik Arab yang menurutnya belum pernah terkuak. Namun, mayoritas sejarahwan menilai argumentasi tersebut rapuh dan minim bukti arkeologis yang sahih.

baca juga

Guna merespons gejolak publik, otoritas UIAM langsung mengambil langkah hukum internal untuk memeriksa kepatuhan etika akademik sang dosen. Rangkaian sidang komite etika menjadi titik balik peninjauan masa kerja Solehah di lingkungan universitas.

Tidak berhenti pada isu pelayaran Romawi, Solehah kembali menyulut kontroversi baru lewat teori asal-usul kekayaan alam kawasan Kedah. Ia menyebutkan bahwa cadangan bijih besi melimpah di wilayah tersebut kemungkinan besar berasal dari hujan meteorit ribuan tahun lalu.

Pernyataan berseri tanpa validasi ilmiah antariksa itu makin memperderas prasangka publik terhadap integritas kepakarannya. Julukan sindiran hingga kritikan tajam dari sesama akademisi Malaysia pun tak terelakkan.

Penundaan pengumuman resmi kampus dari April hingga Agustus 2026 sempat menimbulkan spekulasi mengenai status legal Solehah. Namun, pihak kampus menegaskan klarifikasi ini wajib dikeluarkan demi menjaga standar mutu representasi institusi di mata dunia.

Secara hukum dan etika publik, penyebutan gelar profesor UIAM bagi Solehah kini dikategorikan sebagai tindakan kekeliruan fakta. Publik dan media diminta memperbarui referensi resmi terkait status sang akademisi.

Langkah UIAM ini menjadi signal kuat bagi dunia pendidikan tinggi di Malaysia dalam menjaga kesahihan riset ilmiah. Kampus menunjukkan komitmen zero-tolerance terhadap penyebaran teori tanpa basis data empiris.

Kontroversi ini bermula ketika naskah dan rekaman kuliah Solehah Yaacob menyebar secara luas di platform YouTube pada November 2025. Pernyataan bombastis terkait dominasi peradaban Melayu atas Romawi kuno memicu polemik antarkampus dan pembentukan panel etik internal UIAM pada bulan yang sama.

Meski layanan akademiknya telah dihentikan sejak 27 April 2026, klarifikasi resmi UIAM pada Agustus 2026 kembali mencuatkan nama Solehah di tengah sorotan publik. Pemutusan hubungan kerja ini menjadi bukti ketegangan antara popularitas teori konspirasi sejarah dan standar ketat validasi sains di perguruan tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profesor IIUM Malaysia Dipecat Buntut Klaim Sejarah Orang Melayu Kuno Bisa Terbang

Profesor IIUM Malaysia Dipecat Buntut Klaim Sejarah Orang Melayu Kuno Bisa Terbang

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:39 WIB

Muhammad Toha Debut di Liga Malaysia, Eks Kapten Persita Tampil 90 Menit dan Cetak Clean Sheet

Muhammad Toha Debut di Liga Malaysia, Eks Kapten Persita Tampil 90 Menit dan Cetak Clean Sheet

Bola | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Malaysia Murka dengan Orang Indonesia Gegara Kevin Diks dan Calvin Verdonk, Kok Bisa?

Malaysia Murka dengan Orang Indonesia Gegara Kevin Diks dan Calvin Verdonk, Kok Bisa?

Bola | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:59 WIB

Terkini

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

×