- Sebanyak 576 pebulu tangkis muda mengikuti Tahap Turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Djarum Jati pada Jumat (11/9).
- Tim Pencari Bakat menilai kemampuan taktik, teknik, serta sikap di lapangan seperti etika bertanding dan kemandirian peserta selama seleksi.
- Peserta sektor putra wajib menembus semifinal dan sektor putri mencapai final hingga Sabtu (12/9) untuk merebut Super Tiket karantina.
Rela Cuci Baju Sendiri Demi Cita-Cita
Keanu mengaku menjalani persiapan intensif menjelang Audisi Umum PB Djarum 2026.
“Untuk persiapan audisi ini, saya latihan seminggu 11 kali," kisah Keanu membagikan rahasia di balik kemenangan impresifnya.
"Saya ingin bergabung dengan PB Djarum karena banyak atletnya yang menjadi juara dunia," tambahnya dengan mata berbinar.
Ia juga mengaku sudah dilatih untuk hidup mandiri jauh dari orang tua, termasuk mencuci pakaian sendiri saat berada di asrama.
"Sama pelatih saya bukan cuma dilatih soal teknik tapi saya juga soal kemandirian, seperti di asrama saya cuci baju sendiri," tuturnya.
"Pokoknya hidup disiplin dan menjaga pola makan, saya juga tidak terlalu banyak bermain handphone supaya bisa tetap fokus," urainya menjelaskan gaya hidup sehatnya.
Empat Kali Gagal Tak Bikin Gentar
"Paling pegang handphone kalau telepon orang tua saja, saya siap menghadapi pertandingan selanjutnya hingga sampai final,” ucap Keanu yang pernah gagal di audisi 2024 ini.
Sikap pantang menyerah juga ditunjukkan Farnas Rozan Iraqee, peserta KU-12 yang menempuh perjalanan dari Sampang, Madura.
Kegagalannya dalam empat kali percobaan Audisi Umum sejak 2023 tidak menyurutkan langkahnya untuk kembali mengikuti seleksi di Kudus.
Farnas tampil dominan saat mengalahkan wakil Jepara, Dimas Purnama Putra, dengan skor 21-9 dan 21-6.
“Aku mau masuk PB Djarum supaya bisa berprestasi dan membanggakan orang tua," kata pengagum gaya main Zaki Ubaidillah tersebut.
Target Farnas Tembus PB Djarum
"Sebagai persiapan audisi, aku fokus latihan selama seminggu," jelas Farnas membicarakan porsi latihannya.
"Setelah latihan rasanya kayak ada aura juaranya dan tambah semangat," ungkapnya memancarkan rasa percaya diri yang tinggi.
"Orang tua saya bilang harus semangat dan memaksimalkan kesempatan audisi terakhir ini untuk masuk karantina PB Djarum," kenangnya.
"Meski persaingannya ketat, tahun ini harus berani, harus bisa menang,” tegas Farnas mengunci targetnya di lapangan hijau.
Di sisi lain, sikap menerima hasil pertandingan ditunjukkan Kiandra Agustian Kardiana yang harus mengakhiri perjuangannya di Tahap Turnamen tahun ini.
Ujian Sesungguhnya di Fase Karantina
“Baru kali ini aku ikut audisi, rasanya seru sekali karena lawannya pun kuat-kuat," kata pebulu tangkis muda asal Kuningan, Jawa Barat itu.
"Kalah menang tidak masalah, aku sudah maksimal saat pertandingan tadi," ucapnya menerima hasil dengan lapang dada.
"Buat aku, PB Djarum itu spesial karena banyak pemain dunia di sini," tambahnya memuji fasilitas klub raksasa tersebut.
"Itu yang memotivasiku untuk latihan keras selama 6 hari seminggu untuk persiapan audisi," tegas Kiandra.
"Tahun depan kalau kategori umurnya masih masuk, aku mau mencoba lagi ikut Audisi Umum PB Djarum,” janjinya untuk kembali berjuang keras.
Seleksi Menuju Atlet Binaan
Koordinator Atlet Putra Tim Pencari Bakat, Leonard Holvy de Pauw, mengingatkan para peserta yang meraih kemenangan agar tetap fokus karena persaingan belum berakhir.
Tahap Turnamen yang bergulir hingga Sabtu (12/9) menjadi salah satu penentu peraih Super Tiket. Sektor putra wajib menembus semifinal, sedangkan sektor putri harus mencapai final.
Selain jalur kemenangan, Tim Pencari Bakat juga memiliki kewenangan memberikan Super Tiket Pilihan kepada pemain yang dinilai memiliki potensi tinggi meski kalah bertanding.
Super Tiket menjadi pintu menuju fase karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum.
“Penilaian sebenarnya ada pada saat karantina, di sana kami bisa melihat kebiasaan mereka yang sebenarnya," jelas Holvy memberikan kisi-kisi tahap akhir.
"Bagaimana mereka hidup di asrama, disiplin, makan dan mengatur waktu istirahat," tambahnya merinci parameter penilaian asrama.
"Mungkin yang biasa latihan sehari sekali, nanti harus latihan sehari dua kali," ungkapnya membeberkan kerasnya porsi latihan.
"Anak yang terbiasa dimanja nanti akan terlihat di karantina," tegas Holvy memberikan peringatan keras kepada peserta.
"Jadi kami bisa menilai mana yang siap dibina untuk jangka panjang," urainya membedah sistem seleksi alam klub.
"Karena tugas kami bukan hanya meningkatkan kemampuan bermain, tetapi juga membentuk karakter dan integritas,” tutup Holvy menjelaskan filosofi pembinaan atlet.