Sukabumi.suara.com – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, akan segera dimintai keterangan mengenai kasus pembunuhan warga sipil di Papua, yang diduga melibatkan 6 anggota TNI sebagai tersangka.
Untuk diketahui, beberapa waktu lalu ramai kasus pembunuhan warga sipil di Mimika, Papua yang disertai dengan tindak mutilasi. Aksi kejahatan tersebut baru terungkap ketika potongan mayat ditemukan secara terpisah.
Dugaan sementara, selain 6 anggota TNI aksi kejahatan tersebut juga dilakukan oleh warga sipil.
Merespons hal ini, Komisi I DPR disebut akan meminta penjelasan dari Prabowo dan Jenderal Andika dalam waktu dekat. Hal tersebut disampaikan oleh Effendi Simbolon, selaku Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI Perjuangan.
"Kita akan undang Panglima, kita minta penjelasan, KSAD dan juga Menhan saya kira untuk memberi penjelasan," ujarnya, Kamis (1/9/2022).
Lebih lanjut, Komisi I mengungkap akan menanyakan mengenai bagaimana pembinaan terhadap aparat TNI, khususnya yang bertugas di wilayah operasi. Selain itu juga akan mendalami motif mutilasi. Adapun pemanggilan Menteri Pertahanan hingga Panglima TNI dijadwalkan pekan depan.
"Mungkin minggu depan ya, harus segera itu (beri penjelasan),” tambahnya.
Di lain sisi, sebelumnya Presiden Joko Widodo yang diketahui baru saja melakukan kunjungan kerja ke wilayah Papua juga angkat bicara mengenai kasus mutilasi ini. Ia meminta agar proses hukum dilakukan secara tuntas.
"Saya telah perintahkan kepada Panglima TNI (Andika Perkasa), untuk membantu proses hukum yang juga telah dilakukan oleh kepolisian tapi di-backup oleh TNI, sehingga sekali lagi proses hukum harus berjalan, sehingga kepercayaan masyarakat kepada TNI tidak pudar," ujar Jokowi di GOR Toware, Jayapura, Rabu (31/8).
Baca Juga: Hotman Paris Sempat Diminta Tangani Kasus Ferdy Sambo, Tapi Lebih Pilih Rakyat Kecil