Kerusakan Lingkungan dalam Pentas Teater

Sukabumi | Suara.com

Senin, 24 Oktober 2022 | 15:32 WIB
Kerusakan Lingkungan dalam Pentas Teater
Pementasan Teater RusaRasa (Dok. WALHI)

Panggung adalah lapangan rumput. Pada enam sudut panggung berdiri boneka orang-orangan sawah yang terbuat dari jerami dan batang bambu. Ditengah panggung terdapat kuali besar. Pelan-pelan terdengar suara distorsi dari pengeras suara, makin lama suaranya makin keras dan mencekam berpadu dengan suara pukulan-pukulan besi dan gerinda memotong besi. Tokoh-tokoh masuk dengan berbalut kain putih dan bertelanjang dada. Mereka masuk dengan gerak dan ekspresi yang datar, seperti petani-petani yang tidak lagi memiliki harapan. Tokoh-tokoh ini kemudian mendekati boneka orang-orangan sawah. Mereka menyentuh dan menggendongnya, membawanya berkeliling, seperti seorang kekasih atau ayah kepada anaknya. 

Begitulah gambaran awal dari pertunjukan teater dengan judul Zeit Atawa Waktu dari Teater RusaRasa karya dan sutradara Mulyana. Pertunjukan ini dipentaskan pada peringatan hari jadi Walhi yang ke-42. Pementasan dilaksanakan di Rumah Pergerakan Training Center Walhi Jl. Caringin-Cilengsi No.20, Pancawati, Kec. Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Secara umum penampilan dari Teater RusaRasa cukup memukau. Audiens yang sebagian besar pelajar SMA dan para aktivis Walhi, kasak kusuk dibelakang, “serem ih serem”. Namun, anak-anak muda itu betah “melototin” pentas sampai selesai. Memang kesan yang ditangkap dari pertunjukan tersebut seperti sebuah horror lingkungan. Dari idiom-idiom yang digunakan seperti, orang-orangan sawah, daun kluwih, ilustrasi music yang meneror, serta tokoh-tokoh yang menunjukan emosi datar, sedih dan marah, dapat ditangkap pesan dari pertunjukan ini adalah  orang-orang (petani atau yang kehidupannya terkait dengan alam/lingkungan) merasa sedih dan marah namun tidak dapat berbuat apa-apa dengan kerusakan alam dan lingkungan yang terjadi.

WALHI  (1) [Dok. WALHI]
WALHI (1) (sumber: Dok. WALHI)

Bacaan di atas sepertinya tidak terlalu jauh melenceng dari apa yang ingin disampaikan sang sutradara. Mulyana mengatakan bahwa karya tersebut berfokus pada isu kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan yang mengakibatkan bencana. Lebih jauh, ia mengatakan bahwa koreo yang ditampilkan oleh tokoh-tokoh dalam pertunjukan tersebut mengandung perlambang, seperti pada koreo pertama merupakan perlambang dari sebuah aktivitas masyarakat agraris, bermain menggunakan media orang-orangan sawah amat identik dengan masyarakat tersebut dalam kesehariannya dalam melakukan aktivitas yaitu bertani. Koreo kedua yaitu bermain dedaunan merupakan perlambangan mekarnya sebuah bunga atau tumbuhan dalam proses kehidupannya. Koreo ketiga yaitu Tremor, merupakan transisi dalam perubahan zaman dalam masyarakat agraris ke dalam sebuah kemajuan teknologi yang berimbas besar pada lingkungannya. 

Pada koreo keempat bermain slime, merupakan perlambangan terbelenggunya masyarakat agraris dalam kemajuan teknologi yang dikuasai oleh orang-orang adikuasa. Perlambangan dari manusia serakah digambarkan oleh media topeng wayang merah. Dan pada koreo terakhir merespon topeng merah dan keluar panggung, menandakan masyarakat agraris semakin terbelenggu oleh orang-orang adikuasa yang mengharuskan mereka melakukan aktivitas dalam bayang-bayang keserakahan orang yang berkuasa.

Pementasan Teater RusaRasa [Dok. WALHI]
Pementasan Teater RusaRasa (sumber: Dok. WALHI)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tari Leuweung Kolot Ekspresi Kearifan Lokal Sunda Dipentaskan pada Ulang Tahun Walhi yang ke 42

Tari Leuweung Kolot Ekspresi Kearifan Lokal Sunda Dipentaskan pada Ulang Tahun Walhi yang ke 42

| Kamis, 20 Oktober 2022 | 13:31 WIB

Tarian Riksa Cisadane Tampil di hadapan Menteri KLH pada acara Ulang Tahun Walhi ke 42

Tarian Riksa Cisadane Tampil di hadapan Menteri KLH pada acara Ulang Tahun Walhi ke 42

| Kamis, 20 Oktober 2022 | 08:18 WIB

Menteri KLHK Menerima Seeng dari Saung Pelestarian Penca Pusaka Cimande (SP3C) pada Ulang Tahun Walhi ke 42

Menteri KLHK Menerima Seeng dari Saung Pelestarian Penca Pusaka Cimande (SP3C) pada Ulang Tahun Walhi ke 42

| Rabu, 19 Oktober 2022 | 08:54 WIB

Pulau Dewata Dilanda Bencana Alam, WALHI Bali Ungkap Penyebab Utamanya

Pulau Dewata Dilanda Bencana Alam, WALHI Bali Ungkap Penyebab Utamanya

| Selasa, 18 Oktober 2022 | 20:27 WIB

WALHI Bali: Proyek Tol Terabas 480,54 Hektar Persawahan, Produksi Beras Berkurang 2.883 Ton

WALHI Bali: Proyek Tol Terabas 480,54 Hektar Persawahan, Produksi Beras Berkurang 2.883 Ton

| Senin, 17 Oktober 2022 | 17:06 WIB

WALHI Bali Tuding Efek Domino Proyek Rusak Alam dan Tata Kelola Lingkungan yang Buruk

WALHI Bali Tuding Efek Domino Proyek Rusak Alam dan Tata Kelola Lingkungan yang Buruk

| Senin, 17 Oktober 2022 | 13:38 WIB

Walhi Lampung Menanam 500 Batang Mangrove di Pesisir Bandar Lampung

Walhi Lampung Menanam 500 Batang Mangrove di Pesisir Bandar Lampung

Lampung | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 16:21 WIB

Marak Penambangan Emas Ilegal di Pasaman Barat, Walhi Desak Polisi Tindak Pemodal

Marak Penambangan Emas Ilegal di Pasaman Barat, Walhi Desak Polisi Tindak Pemodal

Riau | Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:15 WIB

Walhi Gugat DKLH Bali ke Komisi Informasi gegara Tak Berikan Dokumen Proyek Terminal LNG di Mangrove

Walhi Gugat DKLH Bali ke Komisi Informasi gegara Tak Berikan Dokumen Proyek Terminal LNG di Mangrove

| Kamis, 06 Oktober 2022 | 16:55 WIB

Terkini

Bayi di Kampar Diberi Nama Ali Khamenei, Langsung Didatangi Kedubes Iran

Bayi di Kampar Diberi Nama Ali Khamenei, Langsung Didatangi Kedubes Iran

Riau | Rabu, 08 April 2026 | 22:48 WIB

Cara Memilih Sunscreen Spray yang Tidak Merusak Makeup di 2026, Lengkap dengan Rekomendasi Produknya

Cara Memilih Sunscreen Spray yang Tidak Merusak Makeup di 2026, Lengkap dengan Rekomendasi Produknya

Jakarta | Rabu, 08 April 2026 | 22:43 WIB

L'Oreal Brandstorm 2026: Anak Muda ITB Wakili Indonesia ke Paris Lewat Inovasi Parfum Pintar

L'Oreal Brandstorm 2026: Anak Muda ITB Wakili Indonesia ke Paris Lewat Inovasi Parfum Pintar

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 22:33 WIB

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB

Awalnya Minta Uang untuk Judol, Berakhir Tragis: Anak di Lahat Habisi Ibu dengan Cara Keji

Awalnya Minta Uang untuk Judol, Berakhir Tragis: Anak di Lahat Habisi Ibu dengan Cara Keji

Sumsel | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Viral Toko Es Krim Pakai Daun Pisang Akibat Harga Plastik Melonjak, Hasilnya Lebih Estetik

Viral Toko Es Krim Pakai Daun Pisang Akibat Harga Plastik Melonjak, Hasilnya Lebih Estetik

Entertainment | Rabu, 08 April 2026 | 22:00 WIB