Waspada! WNA Australia Positif Campak Usai dari Bandung, Kemenkes Perketat Surveilans

Bangun Santoso

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:15 WIB
Waspada! WNA Australia Positif Campak Usai dari Bandung, Kemenkes Perketat Surveilans
ilustrasi penyakit campak pada anak (freepik.com/freepik)
baca 10 detik
  • Kemenkes RI menerima notifikasi Australia tentang satu kasus campak pada WNA berulang Bandung yang terbang Jakarta-Perth pada Februari 2026.
  • Pemerintah RI berkoordinasi dengan WHO dan Australia, sambil melakukan penyelidikan epidemiologi untuk melacak potensi penularan lokal di Jawa Barat.
  • Kemenkes mengimbau masyarakat segera melengkapi imunisasi MMR sebagai perlindungan efektif dari penyakit campak yang sangat menular.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia secara resmi mengonfirmasi telah menerima notifikasi dari otoritas kesehatan Australia mengenai temuan satu kasus campak.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena pasien dilaporkan memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia sebelum terdeteksi positif di Australia.

Pemerintah saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Australia serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia guna memastikan langkah-langkah respons cepat sesuai dengan standar kesehatan internasional.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, memberikan keterangan resmi di Jakarta pada Minggu (22/2/2026) terkait situasi ini.

Ia menjelaskan bahwa informasi tersebut masuk melalui mekanisme International Health Regulations (IHR), sebuah kerangka kerja hukum internasional untuk mencegah penyebaran penyakit lintas negara.

Notifikasi disampaikan melalui Australia IHR National Focal Point yang kemudian segera diverifikasi serta ditindaklanjuti oleh Public Health Emergency Operation Centre (PHEOC) Kemenkes.

"Berdasarkan informasi yang diterima, kasus merupakan perempuan usia 18 tahun dengan riwayat vaksinasi MMR lengkap pada tahun 2009 dan 2012. Yang bersangkutan melakukan perjalanan menggunakan Batik Air rute Jakarta–Perth pada 7–8 Februari 2026," kata Aji sebagaimana dilansir Antara, Minggu (22/2/2026).

Kronologi medis menunjukkan bahwa gejala berupa ruam mulai muncul pada tanggal 8 Februari setibanya pasien di Perth, Australia.

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), hasilnya dinyatakan positif campak.

baca juga

Hingga laporan ini diturunkan, tercatat hanya ada satu kasus tanpa adanya laporan kematian. Pasien tersebut diketahui merupakan warga negara asing (WNA) asal Australia yang sebelumnya sempat melakukan kunjungan ke wilayah Bandung, Jawa Barat.

Otoritas kesehatan Australia saat ini masih terus melakukan penelusuran epidemiologi lebih lanjut untuk memetakan potensi kontak erat selama pasien berada di wilayah mereka.

Namun, hingga saat ini pihak Australia belum memberikan rincian informasi yang lebih detail mengenai aktivitas pasien selama masa inkubasi atau perjalanan tersebut.

Merespons temuan ini, Kemenkes tidak tinggal diam. Tim pusat bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat langsung bergerak melakukan penyelidikan epidemiologi di lapangan.

Langkah ini mencakup penguatan surveilans atau pengawasan penyakit sesuai dengan prosedur standar penanganan campak nasional.

Fokus utama petugas adalah mendeteksi apakah ada penyebaran lokal di area yang sempat dikunjungi oleh WNA tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Persib Bandung Fokus ke Super League, Federico Barba: Kami Ingin Menang di Setiap Laga

Persib Bandung Fokus ke Super League, Federico Barba: Kami Ingin Menang di Setiap Laga

Bola | Minggu, 22 Februari 2026 | 14:46 WIB

Lawan Persita, Manajemen Persib Tutup Tribun Selatan dan VBS, Imbas Insiden di ACL 2?

Lawan Persita, Manajemen Persib Tutup Tribun Selatan dan VBS, Imbas Insiden di ACL 2?

Bola | Minggu, 22 Februari 2026 | 13:52 WIB

Persib vs Persita, Bojan Hodak: Marc Klok dan Julio Cesar Masih Tanad Tanya?

Persib vs Persita, Bojan Hodak: Marc Klok dan Julio Cesar Masih Tanad Tanya?

Bola | Minggu, 22 Februari 2026 | 13:15 WIB

Persib Bandung Jamu Persita di GBLA, Bojan Hodak Siap Balas Kekalahan

Persib Bandung Jamu Persita di GBLA, Bojan Hodak Siap Balas Kekalahan

Bola | Minggu, 22 Februari 2026 | 13:11 WIB

Carlos Pena Pastikan Persita Siap dan Termotivasi Hadapi Persib Bandung

Carlos Pena Pastikan Persita Siap dan Termotivasi Hadapi Persib Bandung

Bola | Minggu, 22 Februari 2026 | 13:07 WIB

Bisa Ditiru! Ini Cara Beckham Putra Jaga Kondisi di Bulan Ramadan

Bisa Ditiru! Ini Cara Beckham Putra Jaga Kondisi di Bulan Ramadan

Bola | Sabtu, 21 Februari 2026 | 19:34 WIB

Persib Bandung Waspadai Persita, Bojan Hodak: Mereka Tim Berbahaya

Persib Bandung Waspadai Persita, Bojan Hodak: Mereka Tim Berbahaya

Bola | Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:49 WIB

Terkini

Karhutla Tanjung Puting Jadi Perhatian Khusus, Prabowo Siapkan Anggaran Rp 2 Miliar

Karhutla Tanjung Puting Jadi Perhatian Khusus, Prabowo Siapkan Anggaran Rp 2 Miliar

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:08 WIB

Ally, Film Animasi Perdana Sutradara Bong Joon Ho, Bersiap Tayang Juli 2027

Ally, Film Animasi Perdana Sutradara Bong Joon Ho, Bersiap Tayang Juli 2027

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Bukan Lagi Anomali, Pakar UGM Sebut Cuaca Ekstrem Jadi Kenormalan Baru

Bukan Lagi Anomali, Pakar UGM Sebut Cuaca Ekstrem Jadi Kenormalan Baru

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:00 WIB

24 Tahun Bom Bali, Kenangan dan Doa untuk 202 Korban

24 Tahun Bom Bali, Kenangan dan Doa untuk 202 Korban

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:00 WIB

5 Pelembap Tanpa AHA BHA untuk Kulit Sensitif Pasca Peeling, Penyelamat Skin Barrier

5 Pelembap Tanpa AHA BHA untuk Kulit Sensitif Pasca Peeling, Penyelamat Skin Barrier

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:39 WIB

6 Aturan Posisi Tempat Tidur untuk Menjaga Kualitas Tidur Menurut Feng Shui

6 Aturan Posisi Tempat Tidur untuk Menjaga Kualitas Tidur Menurut Feng Shui

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:25 WIB

Tablig Akbar di Monas, Ribuan Jemaah Panjatkan Doa untuk Indonesia

Tablig Akbar di Monas, Ribuan Jemaah Panjatkan Doa untuk Indonesia

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Bidik Potensi Ekonomi Banyumas, Bank BSN Resmikan KC Purwokerto

Bidik Potensi Ekonomi Banyumas, Bank BSN Resmikan KC Purwokerto

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

×