Pulau Dewata Dilanda Bencana Alam, WALHI Bali Ungkap Penyebab Utamanya

Suara Denpasar

Selasa, 18 Oktober 2022 | 20:27 WIB
Pulau Dewata Dilanda Bencana Alam, WALHI Bali Ungkap Penyebab Utamanya
Made Krisna Dinata, selaku Direktur WALHI Bali saat jumpa pers pada Selasa (18/10/2022) (Istimewa)

Suara Denpasar - Pusat Pengendalian Operasi BPBD Provinsi Bali merilis dampak cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah di Bali. Seperti banjir bandang, pohon tumbang, tanah longsor dan sebagainya. 

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Bali pun menanggapi adanya bencana alam ini. Salah satu penyebabnya adalah alih fungsi lahan yang diakibatkan oleh pembangunan Infrastruktur yang merusak lingkungan.

Made Krisna Dinata, selaku Direktur WALHI Bali menilai bencana ini menunjukkan upaya pengendalian pemanfaatan ruang di Bali sangat kurang dari sistem drainase.

“Alih fungsi lahan mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan suhu permukaan bumi dalam peningkatan Tingginya Curah Hujan di berbagai lokasi sehingga sangat berpotensi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di berbagai daerah di Bali," katanya pada Selasa (18/10/2022).

Krisna juga menilai dengan adanya proyek-proyek yang mengorbankan hutan dan sawah tentunya semakin memicu potensi buruk bagi keberlangasungan iklim sehingga akan mengurangi daya dukung Bali dalam memitigasi Bencana.

Salah satunya, dengan adanya Pembangunan Terminal LNG di Kawasan Mangrove dan Pesisir Sanur yang dikatakan akan memperburuk mitigasi bencana Bali.

"Mangrove sangat memiliki fungsi vital dalam memitigasi bencana, namun dengan adanya rencana pembangunan Terminal LNG di Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai yang akan membabat 14,5 ha mangrove justru akan menimbulkan dampak yang buruk kedepanya di mana Bali sedang mengalami krisis iklim," katanya.

Adanya pembangunan Terminal LNG yang akan dilakukan di kawasan mangrove, tentunya akan berkontribusi terhadap alih fungsi lahan.

“Hal ini akan memperparah kondisi perubahan iklim, dan tentunya akan berpotensi menimbulkan bencana yang lebih serius, terlebih mangrove sangat memiliki fungsi yang yang amat signifikan untuk memitigasi perubahan iklim," tegasnya.

baca juga

Selain itu Krisna juga menyoroti adanya proyek pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi. Adanya Proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi juga merupakan proyek yang turut andil dalam alih fungsi lahan.

Dalam data temuan WALHI Bali, terdapat 480,54 hektare persawahan yang terancam hilang akibat terkena trase tol. Selain itu pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi ini akan menerabas 98 titik Subak.

Jika Lahan pertanian dan Subak hilang maka sistem irigasi hidrologis alami yang dapat menjaga volume air dari hulu ke hilir sehingga mempercepat terjadinya banjir.

“Hal ini tentunya akan mendekatkan Bali pada perubahan iklim yang lebih signifikan dan bencana yang lebih serius," pungkasnya. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

WALHI Bali: Proyek Tol Terabas 480,54 Hektar Persawahan, Produksi Beras Berkurang 2.883 Ton

WALHI Bali: Proyek Tol Terabas 480,54 Hektar Persawahan, Produksi Beras Berkurang 2.883 Ton

Denpasar | Senin, 17 Oktober 2022 | 17:06 WIB

WALHI Bali Tuding Efek Domino Proyek Rusak Alam dan Tata Kelola Lingkungan yang Buruk

WALHI Bali Tuding Efek Domino Proyek Rusak Alam dan Tata Kelola Lingkungan yang Buruk

Denpasar | Senin, 17 Oktober 2022 | 13:38 WIB

Bali Dikepung Banjir! Di Jembrana Jembatan Putus, Satu Tewas: Apa Dampak Proyek Tol?

Bali Dikepung Banjir! Di Jembrana Jembatan Putus, Satu Tewas: Apa Dampak Proyek Tol?

Denpasar | Senin, 17 Oktober 2022 | 09:15 WIB

Terkini

Sistem AHWA Disepakati, Ribuan Muktamirin Padati Pleno Penentuan PBNU

Sistem AHWA Disepakati, Ribuan Muktamirin Padati Pleno Penentuan PBNU

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17 WIB

Kenali Sebelum Salah Ucap! 5 Kata Kasar dalam Bahasa Batak dan Artinya

Kenali Sebelum Salah Ucap! 5 Kata Kasar dalam Bahasa Batak dan Artinya

Sumut | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Saat AI dan Teknologi Digital Bisa Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia

Saat AI dan Teknologi Digital Bisa Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia

Health | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Standar Rekrutmen Makin Tinggi, Mengapa Gaji Tak Ikut Mengimbangi?

Standar Rekrutmen Makin Tinggi, Mengapa Gaji Tak Ikut Mengimbangi?

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe

Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:03 WIB

4 Rekomendasi Cushion Travel Size Praktis Muat di Tas Kecil

4 Rekomendasi Cushion Travel Size Praktis Muat di Tas Kecil

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Warna Lipstik Mauve vs Plum, Mana yang Cocok untuk Kulit Indonesia?

Warna Lipstik Mauve vs Plum, Mana yang Cocok untuk Kulit Indonesia?

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Review Film Chiikawa the Movie: Misi Berbahaya Chiikawa di Pulau Duyung

Review Film Chiikawa the Movie: Misi Berbahaya Chiikawa di Pulau Duyung

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Hendri Satrio Soroti 12 Ribu Peserta Merdeka Run: Jangan Dianggap Dukungan Politik

Hendri Satrio Soroti 12 Ribu Peserta Merdeka Run: Jangan Dianggap Dukungan Politik

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Bukan Tak Laku, Ini Alasan Calon Emiten Menunda IPO

Bukan Tak Laku, Ini Alasan Calon Emiten Menunda IPO

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:47 WIB

×