SMAN 1 Caringin menyuguhkan Musikalisasi Puisi yang apik pada puncak peringatan HUT Walhi ke – 42. Acara yang digelar di Rumah Pergerakan Training Center Walhi Jl. Caringin-Cilengsi No.20, Pancawati, Kec. Caringin, Kabupaten Bogor pada hari Sabtu, 15 Oktober 2022 ini, selain berisi refleksi perjuangan Walhi selama 42 tahun, pendidikan lingkungan hidup bagi pelajar juga menyuguhkan hiburan seni, dan salah satunya adalah penampilan musikalisasi puisi dari pelajar SMAN 1 Caringin.
Komposisi musik yang tampilkan oleh siswa-siswi SMAN 1 Caringin ini diangkat dari puisi karya Taufik Ismail berjudul Membaca Tanda-tanda. Taufik Ismail dalam puisinya Membaca Tanda-tanda banyak menyindir manusia sebagai khalifah di bumi yang masih saja merusak alam dengan perburuan hewan, penebangan hutan, dan lain sebagainya yang menyebabkan alam kehilangan keindahannya. Pemilihan musikalisasi puisi ini sangat kontekstual dengan kondisi Indonesia sekarang, dimana penebangan hutan, pencemaran air dan udara dan masalah sampah masih menjadi pekerjaan rumah.
Anjar, Guru di SMAN 1 Caringin yang menjadi pembimbing sekaligus komponis musikalisasi puisi ini, mengatakan bahwa pemilihan puisi ini disesuaikan dengan tema kegiatan acara walhi. Namun, alunan lagu yang disuguhkan oleh para pelajar itu terasa pas dan membantu pendengar untuk memaknai isi dari puisi yang “cukup berat” ini, padahal Anjar mengatakan bahwa latihan yang mereka lakukan hanya 4 hari menjelang acara.
Kelompok musikalisasi puisi ini digawangi oleh Ferry, Thoriq (Gitaris), Davva (Bass), Galih (Jimbe’), Avicena (Kajon) dan Diva, Ayu serta Yayu (vocal). Sebagai pelatih sekaligus komponis pada karya kali ini adalah Anjar dan Bunna. Bunna, nickname dari Resti Nuraina Ulfa ibu guru muda di SMAN 1 Caringin, mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan itu. karena membawa nama baik juga di kancah nasional bahwa musikalisasi puisi memiliki peran dalam edukasi.