Sukabumi.suara.com – Kadang berperilaku baik bisa kita lakukan dimana saja, salah satunya yang dialami oleh satu penumpang Commuter Line {KRL). Cerita yang dibagikan melalui pesan WhatsApp grup dan menjadi viral di Twitter begitu membuat terenyuh bagi pembacanya.
Diceritakan bahwa penumpang KRL tersebut yaitu seorang ibu lanjut usia bernama Andari. Hari itu dirinya dan sang suami baru saja pulang dari Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Diketahui ia baru saja pulang dari RSCM setelah memeriksakan penyakit yang dideritanya.
Andari menyadari jika pada hari itu, dirinya dalam keadaan yang tidak sehat. Oleh sebab itu ia selalu membawa bantal sejak pagi, bantal tersebut ia pakai untuk berbaring di bangku RSCM. Saat dipertengahan jalan pulang atau ketika berada di Stasiun Cikini, ia merasakan kepalanya yang sangat pusing.
Ia pun meminta kepada sang suami untuk memberi tahu kepada salah satu satpam yang bertugas untuk memperbolehkan dirinya berbaring di kursi KRL, karena takutnya ia jatuh pingsan saat masih dalam perjalanan.
Mustahillah, salah satu satpam yang bertugas saat itu di KRL tujuan Jakarta Kota – Bogor memperbolehkan dirinya untuk berbaring di salah satu bangku prioritas.
Mustahillah tidak hanya menawarkan Andari untuk berbaring, tetapi ia juga ikut membimbingnya untuk ke bangku prioritas. Mustahillah juga menawarkan kepada Andari apakah perlu disiapkan kursi roda saat turun di stasiun tujuan.
“Jika ada penumpang lain yang komplen, biar saya yang menjelaskan ya bu,” ucap Mustahillah dengan santun.
Setelah itu Mustahillah pun tetap menjalankan tugasnya dengan berkeliling di sekitar gerbong, tetapi sesekali dirinya memeriksa Andari. Andari juga mengaku merasa sangat terbantu dengan perlakukan satpam tersebut, akibatnya ia bisa berbaring dengan tentram hingga Stasiun Tanjung Barat.
Sesampainya Andari di Stasiun Depok, Mustahillah tidak langsung lepas tangan. Ia turut membantu Andari agar bisa turun dengan selamat dan aman. Andari merasa sangat berterima kasih atas kerendahan hati Mustahillah.
Baca Juga: Louis van Gaal: Argentina Menang Adu Penalti Cuma Beruntung Saja
“Tidak hanya tugasnya dia kerjakan dengan sangat baik, tapi hatinya ikut bekerja melayani customer yang lemah dan menderita. Etos kerja yang luar biasa,” tulis Andari.
Hingga berita ini ditulis, sudah lebih dari 14 ribu orang yang menyukai postingan tersebut, selain itu juga warganet mengapresiasi kerja dari Mustahillah dalam menerapkan etos kerja yang baik.
“Kinerja yg baik melayani dari hati yg tulus ikhlas bukan sekedar bekerja menjalankan tugas,” tulis akun @bang***el.
“Menangis saya bacanya.. lekas sehat ya Bu.. buat Pak Mustahillah, semoga Allah balas kebaikan bapak.. bekerjalah terus dengan iklas.. sehat terus buat Bapak,” tulis @budi_are***.
“Bekerja dng hati .. Pelayanan kepada yg mmbutuhkn munculkn kedamaian di bumi, Terimakasih pak satpam Mustahillah,” tulis akun @Umy***yim.