Suara Sumatera - Nama Bupati Meranti Muhammad Adil menjadi perhatian lantaran pernyataannya yang kontroversial menyindir Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan sebutan iblis atau setan.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhammad Adil saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Pendapatan dan Belanja Daerah di Pekanbaru beberapa waktu lalu.
Dalam acara itu, Adil menyatakan kesal kepada Kemenkeu karena bagian dana bagi hasil minyak bumi dan gas (DBH migas) yang diterima Meranti tidak sesuai.
Kekesalannya pun merembet ke pernyataan iblis dan setan.
Sebelum terseret kontroversi, Muhammad Adil ternyata mengaku maju dalam kontestasi kandidat Gubernur Riau 2024.
Namun tidak dari partai yang menaunginya selama ini, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Pernyataan dirinya siap maju di Pilgub Riau tersebut, ia sampaikan saat deklarasi dan pengukuhan Tim Songo Banyu Mili Kota Pekanbaru, di Pendopo Amarta Puri, Sabtu (29/1/2022).
"Saya kader PKB, tapi PKB belum menentukan sikap siapa kader nya yang akan maju. Saya orang baru punya semangat kuat, Riau harus berubah," kata Adil kepada wartawan kala itu.
Pernyataan Bupati Adil yang menyebut akan maju Pilgub Riau itu kemudian mendapat tanggapan dari Sekretaris PKB Riau Ade Agus Hartanto.
Baca Juga: Mengenal Delik Makar yang Mengancam Bupati Meranti Buntut Semprot Kemenkeu Iblis
Diketahui, Muhammad Adil merupakan Ketua DPC PKB Kepulauan Meranti.
"Suratnya sudah kita terima. Karena surat aslinya langsung dikirim ke DPP, kita hanya mendapatkan tembusannya saja. Beliau tidak mundur sebagai kader, hanya saja mundur sebagai Ketua DPC, akan kami proses. Kami akan berkonsultasi dengan DPP untuk mengambil langkah selanjutnya," ujar Ade Agus dikutip dari Antara, Senin (31/1/2022).
Saat disinggung pengunduran Adil berkaitan maju sebagai bakal calon Gubernur Riau pada Pilkada, Ade mengaku secara resmi tidak mengetahui deklarasi dan alasan pengunduran diri Bupati Meranti tersebut.
"Saya tidak tahu kapan dia deklarasi dan di mana. Apakah itu arisan atau deklarasi saya tidak tahu, yang saya tahu kapasitas deklarasi tidak seperti itu. Jadi silahkan tanyakan ke yang bersangkutan apa alasan dia mengundurkan diri," ujar dia
Ade menyinggung soal etika politik Adil, sebab dari awal PKB Riau sudah satu suara mendorong Ketua DPW PKB Riau Abdul Wahid untuk bertarung pada Pilgub Riau 2024.
"Kalau mau berspekulasi bahwa dia (Adil) mundur karena ingin mencalonkan diri menjadi Gubernur. Sedangkan di PKB, ada Pak Abdul Wahid yang kita calonkan. Kami tidak kesal karena itu pilihan politik seseorang. Tapi bagaimanapun etika politik itu tetap harus dijaga," kata Ade.