Suara Sumatera - Kunjungan bakal calon presiden atau Capres 2024 Partai NasDem, Anies Baswedan ke Solo Jawa Tengah mendapat penolakan beberapa orang setempat.
Penolakan massa di Solo tersebut kemudian memicu pro dan kontra. Seiring dengan itu, beredar kabar bahwa massa penolak kedatangan Anies di Solo dibayar Rp100 ribu per orang.
Ada pun narasinya dalam unggahan sebagai berikut:
"BREAKING NEWS ~ TERUNGKAP!! WARGA SOLO MENGAKU DI BAYAR 100 RIBU UNTUK TOLAK KERATANGAN ANIES!!" demikian judul postingan tersebut.
"DIBAYAR 100 RIBU PERORANG MASSA TOLAK ANIES DI SOLO MENGAKU BEGINI," tulis keterangan dalam thumbnail video.
Informasi tersebut dibagikan dan diunggah oleh kanal YouTube bernama 'JURNAL POLITIK' pada 27 Desember 2022.
Apakah klaim tersebut benar?
PENJELASAN
Dari hasil penelusuran, klaim soal pengakuan massa aksi dibayar Rp100 ribu per orang untuk menolak Anies Baswedan tidak benar.
Setelah video ditonton hingga selesai, tak ada informasi mengenai klaim atau kabar seperti judul atau thumbnail tersebut.
Baca Juga: Antisipasi Parkir Nuthuk Saat Tahun Baru, Polresta Yogyakarta Siagakan Satgas Gakkum
Isi video yang rupanya membahas mengenai tanggapan mantan kader Partai Golkar Andi Sinulingga soal peristiwa penolakan Anies di Solo.
Narator dalam video pun membacakan artikel dari Fajar.co.id dengan judul "Kedatangan Anies di Solo Ditolak Sekelompok Orang, Andi Sinulingga: Pendukung Siapa Kelompok Intoleran Ini?".
Selain itu, adapula narasi pengakuan relawan yang mendapat uang Rp100 ribu sempat muncul, ketika acara relawan Jokowi 'Nusantara Bersatu' di Stadion GBK pada 26 November lalu.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, maka kabar massa aksi penolakan Anies Baswedan di Solo mengaku dibayar Rp100 per orang adalah keliru.
Kabar yang telah tersebar tersebut masuk dalam kategori hoaks.