Suara Sumatera - Sejumlah influencer diundang Sri Mulyani guna membahas penanganan kasus Rafael Alun Trisambodo. Hal ini malah menuai kritik dari berbagai pihak, yang tidak terkecuali pegiat media sosial, Rizal Ramli.
Melalui akun Twitter-nya, Menteri Perekonomian era Gus Dur ini menanggapi akun @panca66 yang menyebut pertemuan Sri Mulyani dan influencer dilakukan karena seolah ingin membuat sinetron.
Para influencer yang diundang juga tidak main-main, mulai dari Bintang Emon, Dee Lestari, Babe Cabita, Marcel Siahaan, dr. Tirta, hingga Guntur Romli.
"Ngeri, mau bikin sinetron baru ada Bintang Emon. Juga yang hadir antara lain Rudi Valinka, Dee Lestari, Bintang Emon, Babe Cabita, Marcel Siahaan, Chandra Darusman, Felicia Tjiasaka, Richard Sam Bera, dr Tirta, Guntur Romli, dan Mazzini," tulis akun @panca66.
Cuitan itu pun langsung dikutip oleh Rizal Ramli dengan sindiran yang telak. Ia menyebut pertemuan itu bak sedang membuat sinetron yang menceritakan kaburnya koruptor Rp300 triliun sekaligus memutuskan mengadakan pesta menggunakan anggaran negara.
"Sinetron 'Koruptor Rp 300 T Kabur, Ayo Pesta Public Relation Pakai Anggaran'," sindir Rizal Ramli dengan emoji tertawa melalui akun Twitter pribadinya baru-baru ini.
Pemerintah terbiasa menyelesaikan segala persoalan dengan mengandalkan public relation, alih-alih memberikan tindakan hukum tanpa pandang bulu.
"Dasar, bisanya cuma PR (public relation). Masalah korupsi dan money laundering (pencucian uang) hanya bisa diselesaikan dengan tindakan tegas dan hukum tanpa pandang bulu!" tegas Rizal Ramli.
"Tapi kalau lap kotor, memang bisanya hanya PR doang. Pakai anggaran pula untuk menghapus jejak koruptif," tandas dia.
Baca Juga: Berdarah Dingin, Pelaku Masih Sempat Makan di Warmindo Usai Lakukan Mutilasi di Sleman
Cuitan Rizal Ramli itu pun mendapatkan atensi publik.
Warganet turut memberikan beragam pendapat dan pandangan mengenai kasus Mario Dandy yang terus melebar ke aksi-aksi pejabat pamer harta.
"Ternyata idealisme kadang bisa kalahkan sama money ya Pak Rizal. Salah satu influencer-nya Bintang Emon, menyedihkan Indonesia hanya tentang uang jadinya," komentar warganet.
"Bukan membentuk tim independen pencari fakta, malah ngumpulin buzzer," kritik warganet.
"Sayang ya sampai Bintang Emon mau dirusak rezim ini untuk menutupi borok pejabat negeri ini," sentil warganet.
"Integritas hancur, bisanya buat drama telenovela," celutuk warganet.
"Influencer mengalahkan penegak hukum di negeri ini," tulis warganet.
"Influencer vs netizen coming soon," timpal lainnya.