Suara Sumatera - Hubungan seksual merupakan aktivitas pasangan suami-istri yang dapat menjaga keharmonisan rumah tangga. Dengan begitu, hubungan intim tidak sekadar buat bikin anak.
Seksolog Zoya Amirin menuturkan bahwa hubungan seks merupakan aktivitas komunikasi cinta yang tak sekadar pelampiasan nafsu.
“Bercinta itu banyak memakai rasa. Bersenggama itu enggak perlu pakai feeling-feeling banget. Tapi kalau dalam hubungan seks yang satisfying (memuaskan), dua-duanya harus ada,” ujar Zoya Amirin di kanal YouTube Gue Sehat, dikutip dari Suara.com, Selasa (18/4/2023).
Menurutnya, tujuan seks tidak serta merta untuk memiliki anak semata. Ada beberapa hal lain yang menjadi perhatian bagi pasangan suami istri agar hubungan keduanya tetap romantis dan harmonis.
“Tujuan seks itu ada tiga, satu reproduksi untuk bisa punya anak. Tapi kalau cuma buat anak aja kucing juga bisa, iya kan? Pada saat meeting season,” ungkapnya.
Lalu tujuan kedua dan ketiga dari hubungan seks adalah relasi dan rekreasi. Dimana, pasangan suami istri harus bisa menikmati satu sama lain dan saling agar dapat merasakan bercinta juga bersenggama di waktu bersamaan.
“Carilah posisi hubungan seksual yang membuat kamu bisa saling menatap mata dan yang paling banyak sentuhan rangsangan kulit,” imbuhnya.
Sehingga sangat penting untuk saling terbuka satu sama lain mengenai ekspektasi dan harapan saat berhubungan seksual.
Mulai dari fantasi, gairah seksual, frekuensi dan durasi, cara mengatasi mood satu sama lain dan hal lain yang mungkin terjadi.
Baca Juga: Miss V Bakal Mengerut Jika Jarang Hubungan Intim, Dokter Boyke: Karatan Kayak Besi Tak Dipakai!
“Jadi tanya sama pasangan kamu, kalau dia mencintai kamu dan kamu mencintai pasangan kamu, cobalah diskusikan bagaimana caranya supaya bisa bertukar ide. Tentang salah satunya yang saya sarankan adalah selain bertanya ekspektasi adalah bercerita tentang fantasi seksual,” jelasnya.