Suara Sumatera - Seleksi Timnas Indonesia U-17 membuktikan bahwa tidak ada jaminan pemain diaspora lolos ke tim utama.
Direktur Teknik (Dirtek) PSSI Indra Sjafri mengatakan, ada tujuh pemain dalam seleksi termasuk empat pemain diaspora yang dicoret.
Empat pemain diapora yang dicoret adalah Madrid Augusta dari AFC ‘34 Alkmaar, Mahesa Ekayanto dari FC Dordrecht, Aaron Nathan dari Youth FC Nottingen, dan Staffan Qabiel dari Academy Sant Cuggat.
Nama Aaron Liam Suitela dari Bulleen Lions FC menjadi satu nama dari total enam diaspora yang tidak dipulangkan.
Satu nama lainnya adalah Welberlieskott de Halim Jardim atau Welber Jardim karena belum hadir seleksi dan masih bermain bersama timnya di Sao Paulo U-17.
Sedangkan tiga pemain lokal yang dicoret adalah Muhammad Afazriel dari PSS Sleman, Dimas Arya dari Persipasi Kota Bekasi, dan Muhamad Gaoshirowi dari Persib Bandung.
"Ada tujuh nama yang dipulangkan coach Bima. Empat diaspora yang dipulangkan," katanya melansir Antara, Minggu (23/7/2023).
Pihaknya telah memanggil tujuh pemain baru untuk menggantikan tujuh pemain yang dipulangkan. Mereka diambil dari 17 nama pemain yang terpilih seleksi dari 12 kota.
Nantinya pemain-pemain yang lolos seleksi dari 12 kota tapi gagal menembus skuad final Piala Dunia U-17 akan direkomendasikan ke klub-klub Indonesia yang memiliki tim kelompok umur di Elite Pro Academy (EPA).
Baca Juga: Tak Ingin Lagi Kecolongan, Panpel Bakal Perketat Penjualan Tiket Laga Persik vs Persib
"Lebih baik kita salurkan ke klub-klub Liga 1. Di sana akademi-akademinya wajib membina para pemain U-14, U-16, U-18, U-20," jelas Indra.
Opsi itu merupakan sesuatu yang positif agar bakat para bibit-bibit muda tidak hilang dan terus berkembang di tempat yang tepat.
"Jika dia kembali ke daerah kita takut nanti pembinaan di daerah kurang baik," katanya.