Suara Sumatera - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Erick Thohir menegaskan akan menindak wasit-wasit yang bermain "kotor" di Liga Indonesia.
Hal ini dinyatakan Erick menanggapi keputusan kontroversial wasit di Liga Indonesia yang memicu protes. Seperti yang dialami pelatih dan pemain Persija Jakarta, Thomas Doll dan Riko Simanjuntak.
Mereka protes keras terhadap kepemimpinan wasit karena menilai timnya dirugikan dalam laga melawan Bali United yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (24/9/2023).
“Wasit itu juga manusia. Kita sudah dorong wasit itu ada BPJS Kesehatan. Terjamin. Belum pernah ada selama berinvestasi. Pendanaan buat wasit, ya maksudnya secara dia meniup sudah standar yang bagus. Kalau ternyata wasitnya masih kotor, ya kita penjarakan,” tegas Erick, Kamis (28/9/2023).
Erick mengatakan, pihaknya terbuka terkait siapapun yang bermain kotor di sepak bola Indonesia. Atas dasar itu, ia mendorong seluruh pihak untuk bekerja sama membersihkan elemen kotor di sepak bola nasional.
Apalagi, saat ini sudah lahir Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola yang beranggotakan Maruarar Sirait, Najwa Shihab, Ardan Adiperdana dan Akmal Marhali.
“Jangan saling tuduh-tuduh, tetapi nggak ada bukti. Buktiin. Sekarang kita sudah punya Satgas Mafia Bola. Mereka bisa punya hotline sekarang,” jelasnya.
“Saya pun siap dipanggil sama satgas kalau ada kecurangan saya. Artinya apa? Sekarang publik diberi akses. Jadi kalau tadi media ada laporan, laporin ke satgas. Apalagi kita sudah bekerja sama, satgas ini dengan pihak polisi,” lanjutnya.
Baca Juga: Lisensi Wasit Jepang Dicabut Setelah Erick Thohir Putuskan Indonesia Out dari AFF, Benarkah?