sumatera

Bukan Cuma Perasaan Sedih, Ini Beberapa Gejala Depresi bagi Remaja

Suara Sumatera Suara.Com
Rabu, 11 Oktober 2023 | 11:10 WIB
Bukan Cuma Perasaan Sedih, Ini Beberapa Gejala Depresi bagi Remaja
Ilustrasi depresi. (freepik.com/mrmohock)

Suara Sumatera - Gejala depresi pada remaja bukan hanya perasaan sedih, namun  juga sering dengan keluhan fisik. Hal ini dikatakan oleh dokter spesialis kedokteran jiwa di Rumah Sakit Universitas Indonesia dr Petrin Redayani Lukman, Sp.KJ (K), M.PDKed.

"Biasanya gejala depresi itu variasi pada remaja lebih ke bukan hanya perasaan sedih, tetapi malah sering ada keluhan fisik, sakit kepala misalnya, sakit perut," katanya melansir Antara, Rabu (11/10/2023).

Menurut Petrin, gejala lain yang bisa dirasakan remaja adalah kecemasan, rasa takut, fobia sosial, takut berpisah dengan orangtua, cepat marah dan tantrum saat suasana hati buruk.

"Remaja lebih cederung irritable, enggak enak perasaanya, mau marah saja. Itu berarti kita perlu waspada apakah anak atau murid sudah menunjukkan gejala depresi," ucapnya.

Selain itu, remaja yang depresi dapat saja menarik diri dari pergaulan, menyalahgunakan alkohol atau zat adiktif, penurunan minat, sulit tidur dan, kurang percaya diri. Depresi merupakan perasaan sedih yang berkelanjutan dan kehilangan minat untuk beraktivitas. 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), depresi penyebab utama kesakitan dan disabilitas di seluruh dunia, dan 1 dari 7 atau 14 persen anak usia 10-19 tahun di dunia ini mengalami depresi.

Sementara itu di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa 1 dari 10 kelompok usia 15-24 tahun mengalami gangguan emosional, salah satunya depresi.

Menurut Petrin, remaja dengan gejala depresi perlu mendapatkan evaluasi lebih lanjut oleh tenaga kesehatan, salah satunya psikoterapi. Di sisi lain, orangtua akan diberikan psikoedukasi tentang depresi remaja.

"Biasanya dokter akan menilai self esteem-nya seperti apa, apa yang menjadi stressor dia, bagaimana faktor risiko, itu akan kami coba diskusikan sehingga akhirnya si anak bisa mendapatkan jalan keluar dari permasalahannya," ucapnya.

Baca Juga: Ketika Welber Jardim Lebih Pilih Follow STY Dibandingkan Bima Sakti

Pasien depresi juga bisa diberikan obat-obat antidepresan supaya suasana hatinya lebih baik dan perasaan sedihnya terangkat.

"Bisa curhat, diskusi, psikoterapi dengan dokter. Kalau diterapi, biasanya kondisi depresinya akan membaik atau remisi dalam waktu satu hingga dua tahun dalam proses terapi," cetusnya. 

Petrin menjelaskan bahwa depresi yang tidak ditatalaksana dengan tepat dapat menyebabkan gangguan emosional, sosial dan akademis, meningkatkan risiko penyalahgunaan zat adiktif, meningkatkan risiko perilaku agresi dan kekerasan serta bunuh diri. 

Selain itu, depresi pada anak dan remaja dapat menetap hingga dewasa. Sebanyak 60 persen anak dan remaja dengan depresi pernah memiliki ide bunuh diri dan 30 persen telah melakukan percobaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI