SuaraSumedang.id - Komika Pandji Pragiwaksono, berkomentar terkait bocornya mikrofon saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPR bersama Kaporli Jenderal Listyo Sigit Prabowo, pada Rabu (24/8/2022), lalu.
Pandji berseloroh dengan mencuit sebuah komentar terkait kejadian kocak saat RDP tersebut berlangsung.
Menurutnya, suara panggilan "sayang" yang bocor dari salah satu mikrofon anggota komisi III DPR RI itu merupakan sebuah mimpi buruk bagi yang sedang berselingkuh.
"Suara "Sayaaang" di rapat DPR dan Kapolri adalah mimpi buruk semua orang yang sedang berselingkuh," cuit Pandji melalui akun Twitter-nya @pandji, Jumat (26/8/2022), sambil membubuhkan emoji tertawa.
Cuitan Pandji itupun menuia komentar beragam dari warganet di jagat Twitter.
"Istri mah manggilnya ayah, papah, atau bahkan nama. Nadanya juga teges gak ada gemulai gitu, kecuali lagi ada maunya," cuit @jufa***97.
"Nggak smua kayaknya, hampir tiap hari denger dosen sendiri tlfn suaminya juga manggilnya manja sayang gtuuu (emoji ketawa) katanya dari pacaran sampe punya anak 3 ttep kayak gtu biar romantis," cuit akun @LIal***4.
"'sayaang' itu nada dering bukan? jd inget tahun 2006 wktu meeting dgn VP ada temen yg lupa silent nada itu," cuit @riza***di sambil menyisipkan emoji tertawa lebar.
"Nahh curiga nya sih itu suara selingkuhan, bukan istri wkwwkk," kata warganet @Lenn***no.
"Kemungkinan itu istrinya cuma 30%. Kenapa? Mereka yg sudah beristri puluhan tahun dan belasan tahun jarang sekali ditelpon mesra dan biasanya manggil ayah atau bapak ngebahas anak dan uang," tulis @ramo***iar.
"Itu yang Nama di konta "Sedot WC"?,' balas @mas***h.
Kronologi mikrofon bocor saat RPD Komisi III DPR dan Kapolri
Kejadian menggelitik itu terjadi saat rapat sudah menjelang usai. Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita memanggil "sayang" dari salah satu mikrofon anggota Komisi III DPR.
Semula, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Habiburokhman interupsi kepada Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto.
Habiburokhman interupsi terkait poin kedua di kesimpulan RDP tersebut. Ia ingin berkomentar terkait perbaikan yang disampaikan Kapolri sesudah kasus pembunuhan berencana Brigadir J alias Nopriansyah Yosua, yakni penyakit masyarakat (Pekat).
"Pak Kapolri yang di dalam pengarahannya kita ikuti juga kan, ada stretching soal pekat, dan di rapat tadi kita bahas soal pekat. Maksudnya dimasukan di sini apakah...," beber Habiburokhman.
Namun, peserta rapat tiba-tiba terdiam mendengar ada suara perempuan memanggil "sayang' dari mikrofon.
Sejurus kemudian, peserta rapat pun terdengar tertawa karena mendengar suara dari mikrofon bocor itu.
Tak mau disalahkan, Habiburokhman pun langsung menepis kalau suara tadi bukan dari mikrofon miliknya,
"Maaf itu bukan dari hp saya, bukan dari hp saya," katanya.
Lantas terdengar suara dari mikrofon lainnya yang berseloroh kalau hal itu harus dilaporkan kepada Mahkaman Kehormatan Dewan (MKD).
"Kita laporkan ke MKD, kita lapor ke MKD," ujarnya.
Suasana pun makin tak kondusif di mana gelak tawa terdengar di rapat itu. Sementara itu, Listyo tampak terdiam dan tak berkomentar apa-apa. Ia hanya menyandarkan punggungnya ke kursi yang didudukinya.
"Sebentar, sebentar tenang dulu, ini tenang dulu. Ini interupsi yang bikin ketawa, jadi mohon dimaafkan, karena ini interupsi yang secara tiba-tiba bikin hati berdebar-debar, kan. Adinda, Habib," kata Pacul--sapaan Bambang.