Ekstensifikasi Food Estate, Kementan : Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Suara Sumedang

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 23:31 WIB
Ekstensifikasi Food Estate, Kementan : Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Food estate di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Dok: Kementan)

SuaraSumedang.id – Upaya meningkatkan kesejahteraan petani tengah dilakukan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil.

Ia menjelaskan mengenai pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya lahan dan air, serta pemberdayaaan petani.

Hal ini terus dioptimalkan dengan kegiatan ekstensifikasi lahan food estate, satu di antaranya Kabupaten Kapuas.

Kegiatan ini bertujuan menambah lahan sawah, serta meningktkan produksi pangan berupa beras agar cadangan pangan nasional bisa stabil.

Selain itu, langkah tersebut dinilai untuk mencegah terjadinya krisis pangan, seperti dilansir dari suara.com Sabtu (27/08/2022).

"Ekstensifikasi lahan ini merupakan strategi dan terobosan dalam penambahan luas sawah peningkatan produksi beras,” kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan

“Upaya menjaga stok cadangan pangan nasional, terutama mengantisipasi krisis pangan," ujar Ali Jamil.

Program ekstensifikasi di lahan food estate yang direalisasikan Kementerian Pertanian (Kementan) kali ini terletak di Desa Batuah, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Menariknya, program ekstensifikasi lahan itu sukses merubah lahan tidak terpakai selama 15 tahun bisa panen raya kembali, yang diharapkan mampu memacu swasembada pangan.

baca juga

Menurut Ali, di lokasi ekstensifikasi lahan di Desa Batuah Kecamatan Basarang sudah 15-20 tahun tidak pernah ditanam padi.

Kegiatan ekstensifikasi lahan dari Kementan ini sangat disambut baik oleh petani.

Adapun dari total luas lahan food estate, ekstensifikasi di Desa Batuah seluas 430 hektare. Dari jumlah itu, yang tertanam seluas 333 hektare, 100 hektare sudah siap panena.

"Luas tanaman yang siap dipanen seluas 35 hektare, terletak di Rey 6 dan Rey 7. Potensi hasil per hektare 3,5 sampai 4 ton," katanya.

Adapun jenis padi yang ditanam petani merupakan varietas padi lokal Siam, seperti Siam Gaul, Siam Kupang, Siam mayang, Karangdukuh, Pandak, Bayar Pahit, Palas Udang dan Krukut.

Bupati Kapuas, IBen Brahim S Bahat mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan Kementan, yang telah menetapkan wilayahnya sebagai kawasan food estate di Kalimantan Tengah.

"Banyak bantuan yang luar biasa dari pusat, sehingga Kabupaten Kapuas sangat tertolong dalam bidang pertanian," ujar bupati.

Menurut bupati, sejak tujuh tahun lalu wilayahnya telah menjadi lumbung padi dan berkontribusi sebesar 51 persen di Kalimantan Tengah.

"Saya bangga kepada masyarakat Kapuas yang begitu gigih dan semangat selalu untuk membuka lahan baru eksentifikasi,” kata Iben.

“Kita lihat hari ini, produksinya 4 ton dan ini padi lokal. Kalau ini padi unggul mungkin bisa mencapai 8 hingga 9 ton," papar bupati.

Bupati optimis sektor pertanian di Kabupaten Kapuas akan terus membaik jika semua ditata dengan baik mulai dari air dan prasarana dan sarana lainnya.

"Harapannya ke depan, program ini nanti pelan-pelan akan terus diperbaiki, saya optimistis dengan bantuan presiden dan Kementan,” ucap bupati Kapuas.

“Telah mendukung ketahanan pangan di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kapuas, Indonesia ke depan menjadi lumbung pangan dunia," imbuh bupati.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, kebijakan pengembangan pertanian nasional difokuskan pada pengokohan ketahanan pangan, kemandirian pangan dan bermuara pada terwujudnya kedaulatan pangan nasional.

"Peran penting menjaga ketersediaan pangan nasional tidak hanya tugas Kementerian Pertanian, tapi juga merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat. Penyediaan pangan tersebut terutama yang berasal dari produksi dalam negeri," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jamin Kecukupan Air ke Petani, 82,60 Persen Irigasi Jateng dalam Kondisi Baik

Jamin Kecukupan Air ke Petani, 82,60 Persen Irigasi Jateng dalam Kondisi Baik

Jawa Tengah | Sabtu, 27 Agustus 2022 | 17:48 WIB

Harga Telur Ayam Merangkak, Peternak Cekak

Harga Telur Ayam Merangkak, Peternak Cekak

Bandungbarat | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 23:17 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Kaltim Akui Banyak Nakes Honorer Tidak Ter-cover

BPJS Ketenagakerjaan Kaltim Akui Banyak Nakes Honorer Tidak Ter-cover

Kaltim | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 19:12 WIB

Dengan Teknologi Ini Bantu Petani Malaysia Untuk Maksimalkan Produksi Pertanian

Dengan Teknologi Ini Bantu Petani Malaysia Untuk Maksimalkan Produksi Pertanian

Video | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 11:30 WIB

35 Orang Menjadi Korban Kecelakaan Pick Up yang Mengangkut Siswa SMPN 1 Sengah Temilah Landak, 3 Tewas

35 Orang Menjadi Korban Kecelakaan Pick Up yang Mengangkut Siswa SMPN 1 Sengah Temilah Landak, 3 Tewas

Kalbar | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 05:18 WIB

Terkini

Kenalan Lewat TikTok: Saat Kencan Pertama Pelajar Pesawaran Berujung Raibnya Motor

Kenalan Lewat TikTok: Saat Kencan Pertama Pelajar Pesawaran Berujung Raibnya Motor

Lampung | Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:24 WIB

Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'

Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'

Bola | Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:05 WIB

Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik

Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:05 WIB

Lagu Swim BTS Digugat soal Hak Cipta, BigHit Music Tegaskan Karya Orisinal

Lagu Swim BTS Digugat soal Hak Cipta, BigHit Music Tegaskan Karya Orisinal

Your Say | Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:00 WIB

Agrinas Klaim Laba Bersih Rp27 Miliar, Petani Sawit Sebut Padahal Bisa Cuan Triliunan

Agrinas Klaim Laba Bersih Rp27 Miliar, Petani Sawit Sebut Padahal Bisa Cuan Triliunan

Riau | Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:57 WIB

Rekomendasi HP Snapdragon 8s Gen 4 Terbaik, Performa Flagship Harga Terjangkau

Rekomendasi HP Snapdragon 8s Gen 4 Terbaik, Performa Flagship Harga Terjangkau

Tekno | Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:45 WIB

Viral Rembesan di Tanggul Porong Sidoarjo: Ini Hasil Pengecekan BPBD

Viral Rembesan di Tanggul Porong Sidoarjo: Ini Hasil Pengecekan BPBD

Jatim | Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:38 WIB

Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten

Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:33 WIB

Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis

Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis

Bola | Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:30 WIB

Penyelundupan Senpi Rakitan Asal Jabung Modus Paket Gagal, Tujuan ke Pelaku Curanmor di Cikarang

Penyelundupan Senpi Rakitan Asal Jabung Modus Paket Gagal, Tujuan ke Pelaku Curanmor di Cikarang

Lampung | Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:29 WIB

×