Akui Sempat Terima Tawaran Ferdy Sambo, Hotman Paris Bocorkan Alasan Terima dan Kronologi Awal

Suara Sumedang Suara.Com
Selasa, 20 September 2022 | 14:52 WIB
Akui Sempat Terima Tawaran Ferdy Sambo, Hotman Paris Bocorkan Alasan Terima dan Kronologi Awal
Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J ; Ferdy Sambo ; Putri Candrawathi (Suara.com/Alfian Winnato)

SuaraSumedang.id - Hotman Paris angkat bicara perihal tawaran untuk menjadi Pengacara Ferdy Sambo dalam kasus Brigadir J.

Hotman Paris juga mengakui sebelum menolaknya dirinya sempat menerima tawaran tersebut.

"Jujur saya sudah sempat bilang iya dan harganya juga telah disepakati," tuturnya dilansir dari YouTube Deddy Corbuzier Selasa (20/9/22).

Hotman menceritakan sebelum menerima tawaran dirinya tidak bisa tidur karena anak dan istrinya marah kemudian publik meminta dirinya menjadi pengacara Bharada E atau Brigadir J.

"Istri marah, anak marah, di medsos jutaan orang minta saya jadi kuasanya Bharada E sama almarhum," sambungnya.

Namun setelah dipikirkan menurutnya pengacara itu bukan untuk membela orang yang benar-benar bersih, pengacara ada untuk membela supaya orang mendapatkan putusan sesuai dengan perbuatannya.

"Kalau Sambo kan sudah mengakui dia memerintahkan penembakan berarti sudah kena 338 pembunuhan biasa, apakah berencana atau tidak," ujarnya.

Alasan dirinya menerima bukan karena tergoda oleh uang, namun dirinya pada saat itu sudah dapat data dari tim kuasa hukum seolah-olah ini bukan berencana tapi spontan.

"Begitu Ibu PC pulang dari Magelang cerita apa yang dialami, ini hasil kesaksian dari para ajudan dan di BAP bahwa Irjen Pol Sambo menangis," sambungnya.

Baca Juga: Perkembangan Kasus Kekerasan Seksual Oleh Calon Pendeta di Alor, 17 Saksi Diperiksa Polisi

Hotman menganggap, jika seorang Jenderal menangis berarti ada kejadian yang didengar dari istrinya yang sangat menyakiti hatinya, sehingga emosi.
"Setelah itu suruh panggil almarhum ke rumah dinas terjadilah penembakan kurang dari satu jam," ucapnya.

Kejadian tersebut menurutnya, pasti dipakai kuasa hukum sebagai pembelaan bukan pembunuhan berencana dan disinilah Jaksa harus hati-hati.

"Memang ada satu lagi yang sedikit bertentangan dengan itu waktu si Rifki disuruh nembak dia tidak mau tapi Bharada E mau berarti dianggap perencanaan," ujarnya.

Dia menambahkan, bahwa hal itu pasti yang menjadi debat utama perkara Sambo hingga dirinya mau menerima.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI