Ini Usia Paling Banyak Terserang BDB, Dinkes Sumedang Imbau Jaga Kebersihan Lingkungan

Suara Sumedang

Rabu, 12 Oktober 2022 | 11:10 WIB
Ini Usia Paling Banyak Terserang BDB, Dinkes Sumedang Imbau Jaga Kebersihan Lingkungan
ILUSTRASI foging pengasapan mengusir nyamuk BDB. [ANTARA] (ANTARA)

SuaraSumedang.id - Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumedang, Reny K. Anton menyebut usia paling banyak terserang demam berdarah dengue (DBD) yakni di usia produktif.

Berdasarkan laporan yang diterima Dinkes Kabupaten Sumedang, terdapat usia 15-44 tahun menjadi yang terbanyak terserang kasus BDB.

"Di usia 15-44 tahun banyak aktivitas yang dilakukan orang di luar rumah, seperti sekolah maupun di tempat kerja, sehingga sangat dimungkinkan adanya serangan DBD melalui gigitan nyamuk," kata Rendy, pada Selasa (11/10/2022).

Tak hanya itu, Rendy mengatakan karena banyaknya aktivitas yang dilakukan pada usia 15-44 tahun bukan tidak mungkin daya tahan tubuh juga menjadi berkurang, sehingga rentan terhadap serangan penyakit.

Oleh karena itu, demi menghindari serangan BDB kebersihan lingkungan menjadi satu di antara upaya yang terbilang efektif dalam pencegahan DBD.

"Galakan kembali kegiatan Jumat bersih atau apapun kegiatannya guna memberantas sarang nyamuk, karena dengan lingkungan yang bersih, dan tidak membiarkan genangan air maka nyamuk tidak bisa berkembang biak," ucapnya.

Sebelumnya, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sumedang mengalami peningkatan pada tahun 2022 ini dibandingkan 2021 lalu.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumedang jumlah kasus DBD pada tahun 2022 dari Januari-September total ada 1468 kasus dengan jumlah kematian 14 orang.

Menurut Reny K. Anton jumlah ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2021 lalu.

baca juga

"Pada tahun 2021 lalu total ada 1331 kasus dengan jumlah kematian 15 orang," ucap Rendy, Selasa (11/10/2022).

Menurutnya, dari 14 kematian akibat DBD tahun ini tersebar di beberapa daerah, yakni Kecamatan Jatinangor, Tanjungsari, Sumedang Selatan, Sumedang Utara, Cimalaka, Cisarua, dan Jatinunggal.

"Penyebab kematian akibat DBD ini karena pasien terlambat mendapatkan penanganan medis," kata Reny.

Lebih lanjut, Reny mengatakan, rata-rata pasien meninggal dunia kaibat DBD dibawa ke rumah sakitnya setelah syok, dan sulit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Untuk itu, bila ada tanda-tanda DBD seperti demam, dan juga ada bintik-bintik merah di tangan sebaiknya langsung diperiksakan ke fasilitas kesehatan," ujarnya memberi imbauan.

Sumber:Pemkab Sumedang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dinkes Sumedang Catat 14 Kasus Kematian Akibat DBD

Dinkes Sumedang Catat 14 Kasus Kematian Akibat DBD

Sumedang | Rabu, 12 Oktober 2022 | 10:49 WIB

Kasus Terus Naik, Balikpapan Status Waspada DBD: Penyakit Perhatian Khusus

Kasus Terus Naik, Balikpapan Status Waspada DBD: Penyakit Perhatian Khusus

Kaltim | Selasa, 11 Oktober 2022 | 10:30 WIB

Warga Sumsel Diminta Waspada, Pasien DBD Sedang Meningkat Saat Ini

Warga Sumsel Diminta Waspada, Pasien DBD Sedang Meningkat Saat Ini

Sumsel | Selasa, 11 Oktober 2022 | 09:36 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×