SuaraSumedang.id – Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menegaskan soal hubungannya dengan Dedi Mulyadi.
Usai menggugat cerai Dedi Mulyadi, Anne Ratna Mustika menegaskan tak akan memberikan ruang perdamaian kembali.
Anne Ratna Mustika mengaku, dirinya sudah memberikan kesempatan kepada Dedi Mulyadi jauh-jauh hari sebelum gugatan cerai tersebut dia layangkan.
“Saya sudah memberi ruang itu jauh-jauh hari. Sebelum saya mendaftarkan gugatan ini ke Pengadilan Agama,” kata Anne Ratna, dikutip dari Suara Denpasar, Rabu (9/11/2022).
Anne Ratna Mustika kembali mengatakan, dirinya sudah menunggu selama berbulan-bulan terkait dengan niat baik Dedi Mulyadi.
“Tetapi saya tunggu-tunggu berbulan-bulan tidak ada itikad baik, ya, sudah berarti ini jalan terbaik (gugatan cerai),” kata Ambu Anne menambahkan.
Oleh sebab itu, Anne Ratna Mustika pun tak berpikir lama lagi untuk segera melayangkan gugutan cerai usai penantian itu tak kunjung digubris Dedi Mulyadi, pada September lalu.
Lebih lanjut, dikatakan Anne Ratna Mustika, ruang kesepakan dan perdamaian sudah tidak ada. Karena, sebelumnya Dedi Mulyadi tidak memanfaatkan ruang yang telah diberi oleh Anne Ratna.
"Saya sampaikan dari pihak saya, dari saya, saya udah yakin dan tidak ada ruang perdamaian atau kesepakatan,” tuturnya.
Sementara itu, Dedi Mulyadi sendiri masih menginginkan rumah tangganya dengan Anne Ratna Mustika bertahan seperti diungkap kuasa hukumnya, Ojat Sudrajat.
“Upaya perdamaian terus dilakukan. Karena rumah tangga harus dipertahankan. Apa kekuatan rumah tangganya? Sebagai suami pasti ingin mempertahankan, apa pun hasilnya. Usahanya yang jadi pahalanya,” kata Ojat Sudrajat.
Sekadar informasi, sidang gugatan cerai Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi akan dilanjutkan pada 16 November 2022.(*)
Sumber: Suara Denpasar berjudul Ambu Anne: Saya Tunggu Berbulan-bulan Tapi Tidak Ada Itikad Baik Kang Dedi Mulyadi