OPM Ungkap Alasan Pembakaran dan Penyanderaan Pilot Susi Air, Ternyata ini Penyebabnya

Suara Sumedang | Suara.com

Kamis, 16 Februari 2023 | 14:51 WIB
OPM Ungkap Alasan Pembakaran dan Penyanderaan Pilot Susi Air, Ternyata ini Penyebabnya
Pesawat Susi Air diduga dibakar oleh OPM (suara.com https://www.suara.com/news/2023/02/07/105544/pesawat-susi-air-diduga-dibakar-otk-kondisi-penumpang-masih-belum-diketahui)

SuaraSumedang.id - Baru-baru ini pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari Organisasi Papua Merdeka (OPM), Jeffrey Bomanak membagikan unggahan video dan foto di media sosial terkait pembakaran pesawat dan penyanderaan pilot Susi Air beberapa waktu lalu.

Dalam video berdurasi 7 menit tersebut, Jeffrey menceritakan momen penyanderaan pesawat Susi Air pada 7 Februari 2023 lalu. “Kami sandera pesawat Susi Air dari Timika ke Paroh sekitar setengah tujuh,” ungkap Jeffrey seperti yang dilansir pada YouTube tvonenews (14/2/2023)

Selain itu, Jeffrey juga mengungkapkan alasan pihaknya melakukan pembakaran dan penyanderaan yakni sebagai jaminan politik bagi Indonesia untuk mengakui kedaulatan rakyat Papua, dan tidak akan melepaskan pilot Susi Air, Philip Marks Marthens sebelum Papua mendapatkan kemerdekaannya.

“Kami sandera pilot bukan untuk makan minum atau program lain, kami hanya ingin merdeka. saya akan bawa terus orang ini ke berputar terus sampai Papua Merdeka baru kami lepas. Jadi kami sandera orang ini untuk Papua merdeka saja, tidak ada minta lain-lain,” sambung Jeffrey

Dalam video tersebut, Jeffrey mengungkapkan alasan lain yakni untuk menarik perhatian dunia. Dia juga menyampaikan kekesalannya lantaran merasa tanah Papua dimanfaatkan dengan menggerus kekayaan alamnya sehingga mendesak pemerintah Indonesia untuk mengakui kemerdekaan Papua 

“Semua bekerja sama dengan Indonesia, sedangkan Papua Merdeka berjuang untuk Papua, tidak bisa lagi nanti semuanya (kekayaan tanah Papua ) menjadi habis. Semua negara hanya menikmati kekayaan Papua baru masuk, tetapi ingin Papua merdeka semua negara tutup mata,”ungkap Jeffrey 

Selain itu, video tersebut juga menampilkan pilot Kapten Philips Marks Marthens mengenakan jaket jeans, celana pendek, dan bucket hat yang dikelilingi oleh anggota KKB yang lengkap dengan senjata api hingga senjata tajam. Kapten Philip juga menyampaikan pesan terkait penyanderaannya.

“OPM menangkap saya untuk Papua merdeka, orang (tentara) Indonesia harus pulang. Kalau mereka ga pulang,saya tidak bisa lepas, dan mereka bilang tembak saya,” ujar Kapten Philip seperti yang dilansir pada YouTube tvonenews (14/2/2023) (*Ima)

Sumber: YouTube tvoneNews “Momen Saat Pilot Susi Air Ditangkap, Pimpinan OPM Ungkap Alasannya | tvOne Minute”


 

 
 
 
 
 

 
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

64 Maskapai Bangkrut Dihantam Pandemi

64 Maskapai Bangkrut Dihantam Pandemi

Bisnis | Kamis, 16 Februari 2023 | 14:18 WIB

Upayakan Pembebasan Pilot Susi Air, Mahfud MD: Kita Utamakan Pendekatan Persuasi

Upayakan Pembebasan Pilot Susi Air, Mahfud MD: Kita Utamakan Pendekatan Persuasi

Video | Kamis, 16 Februari 2023 | 08:00 WIB

Pro Kontra Rencana Penambahan Kodam di Tiap Provinsi yang Disebut Mendesak

Pro Kontra Rencana Penambahan Kodam di Tiap Provinsi yang Disebut Mendesak

News | Rabu, 15 Februari 2023 | 19:51 WIB

Papua Bagian Sah NKRI, Pemerintah Ogah Penuhi Keinginan TPNPB-OPM Tukar Sandera dengan Kemerdekaan Papua

Papua Bagian Sah NKRI, Pemerintah Ogah Penuhi Keinginan TPNPB-OPM Tukar Sandera dengan Kemerdekaan Papua

News | Rabu, 15 Februari 2023 | 17:40 WIB

Terkini

Harga Sawit Riau Naik untuk Periode 20-26 Mei 2026, Cek Daftar Lengkapnya

Harga Sawit Riau Naik untuk Periode 20-26 Mei 2026, Cek Daftar Lengkapnya

Riau | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:23 WIB

Pertamina dan ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi kepada Pelajar Jakarta

Pertamina dan ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi kepada Pelajar Jakarta

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:23 WIB

KPK Diam-diam Periksa Eks Anak Buah Budi Karya dalam Kasus Korupsi DJKA

KPK Diam-diam Periksa Eks Anak Buah Budi Karya dalam Kasus Korupsi DJKA

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:22 WIB

Vivo Y500 Lolos Sertifikasi di Indonesia, HP Midrange Anyar dengan Baterai Jumbo

Vivo Y500 Lolos Sertifikasi di Indonesia, HP Midrange Anyar dengan Baterai Jumbo

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:22 WIB

Masa Bodo Rupiah Melemah, Restrukturisasi BUMN Karya Tetap Gaspol

Masa Bodo Rupiah Melemah, Restrukturisasi BUMN Karya Tetap Gaspol

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:21 WIB

1 Ringgit Malaysia Berapa Rupiah? Intip Kurs Terbaru yang Bikin Liburan ke Malaysia Makin Mahal

1 Ringgit Malaysia Berapa Rupiah? Intip Kurs Terbaru yang Bikin Liburan ke Malaysia Makin Mahal

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:20 WIB

Jakarta Mau Jual Obligasi Daerah, Warga Kini Bisa Ikut Bangun Ibu Kota

Jakarta Mau Jual Obligasi Daerah, Warga Kini Bisa Ikut Bangun Ibu Kota

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:17 WIB

Maxdecal Dobrak Pasar Modifikasi Motor Lewat Teknologi Vinyl untuk Segmen Motor Besar

Maxdecal Dobrak Pasar Modifikasi Motor Lewat Teknologi Vinyl untuk Segmen Motor Besar

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:15 WIB

In This Economy, Apakah Nongkrong di Kafe Estetik Masih Worth It?

In This Economy, Apakah Nongkrong di Kafe Estetik Masih Worth It?

Your Say | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:15 WIB

Kasad Maruli Tegaskan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Permintaan Pemda, Bukan Instruksi TNI

Kasad Maruli Tegaskan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Permintaan Pemda, Bukan Instruksi TNI

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:13 WIB