Pro Kontra Rencana Penambahan Kodam di Tiap Provinsi yang Disebut Mendesak

Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 15 Februari 2023 | 19:51 WIB
Pro Kontra Rencana Penambahan Kodam di Tiap Provinsi yang Disebut Mendesak
Markas Kodam XVII/Cenderawasih. (Ist)

Suara.com - Rencana penambahan jumlah komando daerah militer (Kodam) yang semula 15 menjadi 38 (total provinsi di Indonesia) tengah disorot. Hal ini merupakan ide KSAD Dudung Abdurachman. Ia menyebut, rencana itu bahkan sudah disetujui oleh Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono dan Menhan Prabowo.

"Sesuai dengan perintah dari Menhan dan Panglima TNI, sudah setuju nanti tiap provinsi akan ada kodam," kata Dudung di Markas Besar AD, Jakarta, Jumat (10/2/2023), mengutip ANTARA.

Hal tersebut lantas memicu pro kontra di berbagai kalangan. Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sendiri mengatakan bahwa rencana penambahan Kodam itu sudah sesuai dengan sistem pertahanan dan keamanan rakyat.

"Itu rencana garis besar kita, karena sistem pertahanan kita adalah pertahanan bersama rakyat semesta, jadi kita butuh bersama selalu dengan pemerintah daerah, pemerintah sipil," ujar Prabowo di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, melansir ANTARA, Rabu (15/2/2023).

Prabowo juga sempat mengungkap rencana pembangunan kekuatan militer per wilayah. Adapun rancangannya yakni, tiap provinsi terdapat Kodam, tiap kabupaten memiliki Komando Distrik Militer (Kodim), serta di tiap kecamatan ada Komando Rayon Militer (Koramil).

Harus Segera Dibangun

Juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar mengatakan bahwa penambahan Kodam merupakan sesuatu yang mendesak atau perlu segera direalisasikan. Sebab menurutnya, rencana ini bertujuan untuk memperkuat pertahanan Indonesia.

Menanggapi rencana itu, Guru Besar Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran Muradi menyebut jika penambahan Kodam di tiap provinsi aneh. Ia juga berpendapat bahwa hal tersebut bukan hal yang mendesak.

"Itu agak aneh, karena Kodam ini kan katakan militer. Dia fokus kepada penataan negara dan sebagainya. Pertanyaannya, kalau dibangun di 38 provinsi itu, urgensinya justru saya belum lihat," kata Muradi, mengutip Youtube Kompas TV, Rabu (15/2/2023).

Muradi menambahkan, seharusnya pembangunan Kodam dilakukan di tiap wilayah dengan tingkat ancaman yang tinggi. Misalnya, di Papua atau Nusa Tenggara Timur (NTT) karena kawasan tersebut berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Pembangunan di Papua

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Fatia Maulidiyanti menyebut jika penambahan Kodam di provinsi baru Papua dapat memperburuk kondisi kemanusiaan di sana.

Sebab, pemerintah selama ini kurang melakukan evaluasi atas pendekatan militeristik dalam menuntaskan konflik di Papua. Apalagi, cara itu juga disebutnya tidak pernah terbukti mampu menyelasikan masalah kemanusiaan di wilayah tersebut.

Sebelumnya, ada wacana empat provinsi baru Papua, yakni Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan akan menjadi incaran pembangunan Kodam. Panglima TNI Laksamana Yudo Margono merespon jika pihaknya akan memeriksa terlebih dulu lokasi yang tepat untuk rencana tersebut.

Tidak Sama dengan Polda

Prabowo menyinggung keberadaan Polda di tiap provinsi, sehingga menurutnya tidak ada masalah jika TNI menginginkan langkah serupa, yakni menambahkan jumlah Kodam.

"Polisi sudah ke arah situ, di setiap provinsi ada polda dan sekarang kita tingkatkan menjadi kodam. Sekarang sudah ada korem-korem (komando resimen militer)," ujar Prabowo.

Menurut pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, membandingkan Kodam dengan Polda dinilai tidak tepat karena institusi ini setara dengan TNI. Apalagi mereka memiliki kegentingan, sehingga tak bisa disamaratakan.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Papua Bagian Sah NKRI, Pemerintah Ogah Penuhi Keinginan TPNPB-OPM Tukar Sandera dengan Kemerdekaan Papua

Papua Bagian Sah NKRI, Pemerintah Ogah Penuhi Keinginan TPNPB-OPM Tukar Sandera dengan Kemerdekaan Papua

News | Rabu, 15 Februari 2023 | 17:40 WIB

Pemerintah Utamakan Persuasi Bebaskan Pilot Susi Air, Mahfud MD: Agar Selamat Tanpa Kisruh dan Ribut

Pemerintah Utamakan Persuasi Bebaskan Pilot Susi Air, Mahfud MD: Agar Selamat Tanpa Kisruh dan Ribut

News | Rabu, 15 Februari 2023 | 17:35 WIB

OPM Minta Tukar Nyawa Pilot Susi Air Dengan Kemerdekaan Papua, Pensiunan Jenderal TNI: NKRI Harga Mati!

OPM Minta Tukar Nyawa Pilot Susi Air Dengan Kemerdekaan Papua, Pensiunan Jenderal TNI: NKRI Harga Mati!

News | Rabu, 15 Februari 2023 | 13:03 WIB

PMI Gelar Pelatihan Bimbel Bagi Pemuda yang Ingin Masuk Sekolah Kedinasan

PMI Gelar Pelatihan Bimbel Bagi Pemuda yang Ingin Masuk Sekolah Kedinasan

Bisnis | Rabu, 15 Februari 2023 | 12:30 WIB

Sempat Dibantah Panglima TNI, TPNPB-OPM Merilis Video Berisi Pilot Susi Air

Sempat Dibantah Panglima TNI, TPNPB-OPM Merilis Video Berisi Pilot Susi Air

Cianjur | Rabu, 15 Februari 2023 | 12:01 WIB

TPNPB-OPM Sebar Foto dan Video Pilot Susi Air Disandera, Tim Gabungan TNI-Polri Lanjutkan Pencarian

TPNPB-OPM Sebar Foto dan Video Pilot Susi Air Disandera, Tim Gabungan TNI-Polri Lanjutkan Pencarian

News | Rabu, 15 Februari 2023 | 06:30 WIB

Terkini

AKBP Netty Siagian Mundur dari Polri: Menyakitkan Bertahan dalam Tatanan Tak Lagi Sejalan

AKBP Netty Siagian Mundur dari Polri: Menyakitkan Bertahan dalam Tatanan Tak Lagi Sejalan

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 14:50 WIB

3 Sunscreen Moisturizer untuk Usia 50-an, Lindungi Kulit Sekaligus Bantu Melembapkan

3 Sunscreen Moisturizer untuk Usia 50-an, Lindungi Kulit Sekaligus Bantu Melembapkan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:50 WIB

Simulasi IHSG Tanpa Saham HSC, Apakah Bursa Bakal Menguat?

Simulasi IHSG Tanpa Saham HSC, Apakah Bursa Bakal Menguat?

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 14:49 WIB

Cara Mengusir Laron Tanpa Mematikan Lampu, Dijamin Ampuh

Cara Mengusir Laron Tanpa Mematikan Lampu, Dijamin Ampuh

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:36 WIB

Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya

Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:30 WIB

4 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB, Dilengkapi Kamera 108 MP dan Layar 120 Hz

4 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB, Dilengkapi Kamera 108 MP dan Layar 120 Hz

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 14:23 WIB

Perbedaan Nasib Shio Naga Kayu dan Naga Air, Siapa yang Lebih Beruntung?

Perbedaan Nasib Shio Naga Kayu dan Naga Air, Siapa yang Lebih Beruntung?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:20 WIB

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:17 WIB

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:15 WIB

Cara Memakai Sunscreen Powder agar Tidak Dempul dengan Bedak, Ini Tipsnya

Cara Memakai Sunscreen Powder agar Tidak Dempul dengan Bedak, Ini Tipsnya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:13 WIB

×