“Ngatain org lain "gakda kelasnya banget", yang gakda etika dan kelas itu si mbaknya, kok maksa bgt minta validasi org yg emang gak kenal dia. Jangan ditiru yaa teman²,” komentar dari netizen.
“Padahal yg kritikus makanan beneran justru nggak mau terkenal,” tulis @**********.
“Abis nonton video fullnya, ini kayanya konteksnya bukan minta gratis tapi kaya dia pengen pemilik buat inisiatif menerima foodvlogger sebagai pelanggan istimewa yg berhak dapet ekstra hospitality. the problem is; dia dateng ga ada yg ngundang, dia ga dateng pun usahanya fine2 aja,” tulis @***********.
Dalam komentar-komentarnya netizen membandingkan dengan food vlogger lain, seperti Ria SW, Next Carlos dan Bondan Maknyuss.
“Udah bener gue nonton Ria SW, humble bgt dan TOP deh,” tulis @**********.
“Udah paling bener nonton Nex Carlos emang,” tulis seorang netizen.
“Mending nonton Ria SW,” tulis @*******.
“Malu sama pak bondan maknyuss. blio aja bayar full tiap kali makan, padahal yg punya resto bilang gak usah bayar,” tulis @*******.
Video podcast durasi video 48:41 telah ditonton oleh sekitar 3000 penonton, sementara potongan video yang diunggah di Twitter oleh netizen sudah ditonton oleh sekitar 4.4 juta penonton. (*)
Sumber: YoTube SamuelChrist dan Twitter