Kasus tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur masih belum menemui titik terang tentang siapa yang harus bertanggung jawab terkait insiden memilukan ini. Terakhir, PT LIB dan Indosiar saling lempar tanggung jawab soal siapa yang menentukan jadwal big match Arema vs Persebaya ini digelar malam hari.
Diketahui bahwa sebelumnya pihak kepolisian sudah meminta laga Arema vs Persebaya dimajukan agar digelar sore hari. Namun, dalam pelaksanaanya laga tersebut jadinya digelar malam hari pukul 20.00 WIB.
Mengenai hal ini, PT LIB akhirnya tetap memutuskan untuk memberikan rekomendasi agar laga Arema vs Persebaya digelar malam hari dan tidak menghiraukan himbauan dari kepolisian.
Dilansir Suara.com, Rabu (12/10/2022) Anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Rhenald Kasali mengungkapkan bahwa dari keterangan PT LIB, mereka mengatakan laga Arema vs Persebaya digelar malam hari berdasarkan permintaan dari Indosiar sebagai pemegang hak siar Liga 1 2022-2023.
Dikatan Rhenald, PT LIB menjelaskan bahwa pihak broadcaster sendiri yang meminta seperti itu. Sehingga mereka menuruti hal itu.
"PT LIB mengatakan broadcaster mintanya begitu, harus dipenuhi. Menurut PT LIB. Mereka mengatakan [laga harus tetap kick-off malam hari] karena broadcaster yang meminta," kata Rhenald Kasali kepada awak media di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2022) dikutip Suara.com.
Namun, pernyataan PT LIB tersebut nyatanya bertolak belakang dengan apa yang disampaikan dari pihak Indosiar.
Direktur Programing Indosiar Harsiwi Achmad membantah hal tersebut. Ia mengatakan bahwa penentuan kick-off malam hari adalah keputusan PT LIB.
Harsiwi Achmad menjelaskan bahwa jadwal tayang tersebut sudah disusun oleh PT LIB sejak awal yang kemudian dikoordinasikan dengan pihak Indosiar.
"Tapi sekali lagi, tadi kami menjelaskan bahwa jadwal tayang itu sudah disusun dari awal oleh PT LIB dikoordinasikan dengan Indosiar," tegas Harsiwi setelah pertemuan dengan TGIPF di kantor Kemenko Polhukam, Selasa (11/10/2022).
"Kemudian dalam perjalanannya pasti terjadi dinamika dan ending-nya memang PT LIB yang menentukan jadwal tayang. Kemudian Indosiar harus mengikuti jadwal tayang tersebut," tambahnya.