Dari keseluruhan gunung yang Khansa daki, Gunung Binaiya di Maluku menjadi gunung yang memiliki pemandangan terbaik ketika kita berada di puncak. Sementara Kilimanjaro di Afrika juga memiliki puncak yang sangat indah.
"Sedangkan untuk yang tersulit adalah Kabentonu di Sulawesi. Saat aku ke sana sudah 9 tahun tidak pernah didaki. Butuh dua hari hanya untuk membuka jalur menuju tempat perkemahan terakhir yang berjarak sekitar 1,3 kilometer menuju puncak. Termasuk salah satu pendakian ekstreem buat aku," kata anak kedua dari 3 bersaudara ini.
Menurut Khansa, gunung-gunung di Indonesia ini sangat indah. Masing-masing katanya, punya keistimewaan tersendiri.
"Kayak Binaiya itu pemandangannya udah kayak di film Enchanted, Baliase dan Kabentonu di Sulawesi yang masuk dalam program “7 Longest Indonesia” yang bener-bener menantang, Carstenzs jadi gunung bersalju yang pertama kali aku daki dan jadi penutup sirkuit 7 summits Indonesia aku," ujar Khansa.
Pemilihan Elbrus sebagai puncak ke-77 dan dilakukan tepat pada HUT 77 RI bukan tanpa alasan. Menurut Siswi Kelas 11, Labschool Jakarta ini, Puncak Gunung Elbrus adalah keinginanya untuk melanjutkan program 7 summits dan momentumnya pas dengan waktu yang diperhitungkan.
"Ini jadi kayak kado ulang tahun buat Indonesia dari aku dan ayah," ujar Khansa
Khansa menyebut, Elbrus merupakan gunung yang memiliki ketinggiannya lebih dari 5000 mdpl. Otomatis temperatur udara di sana, kata Khansa, juga minus dan oksigen juga makin menipis.
"Jadi mesti betul-betul jaga kondisi, jangan sampai kena AMS (Acute Mountain Sickness). Ini juga akan menjadi pendakian gunung full salju pertama buatku. Jadi harus pakai peralatan khusus seperti double boots, crampons dan ice axe yang berat yang merupakan tantangan tersendiri," jelas anak dari Aulia Ibnu dan Pramudhi Ayu.
Saat melakukan perjalanan ke Elbrus, Khansa fokus persiapan fisik dan mental. Apalagi ia menghadapi gunung-gunung yang technical atau butuh latihan khusus misalnya gunung-gunung 7 summits yang ketinggiannya di atas 5000mdpl.
"Di ketinggian itu oksigen menipis jadi perlu aklimatisasi. Seperti yang aku lakukan sebelum berangkat ke Elbrus, aku ke gunung Slamet Jawa Tengah. Aku di puncak itu stay selama 2 jam padahal biasanya paling lama di puncak ya paling 15-20 menit," terang Khansa.