Siap-siap Resesi Bikin Nasib Rupiah Makin Ketar-Ketir. Kita Harus Bagaimana?

Suara Tangsel | Suara.com

Kamis, 06 Oktober 2022 | 06:09 WIB
Siap-siap Resesi Bikin Nasib Rupiah Makin Ketar-Ketir. Kita Harus Bagaimana?
Ilustrasi Resesi (Instagram)

Resesi global menimbulkan kekhawatiran terhadap nilai tukar rupiah yang makin ketar-ketir. Kini, kurs rupiah sudah menyentuh angka Rp15.263 terhadap dolar AS.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (29/9/2022) sore ditutup melemah seiring pasar yang masih diselimuti kekhawatiran terjadinya resesi.

Resesi diprediksi punya andil terhadap IHSG ditutup melemah 40,83 poin atau 0,58 persen ke posisi 7.036,2.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,47 poin atau 0,44 persen ke posisi 1.009,04.

"IHSG di akhir perdagangan mengalami koreksi sedangkan bursa regional Asia sebagian menguat yang masih disokong karena dorongan dari aksi mengejutkan pembelian obligasi oleh Bank of England di tengah kekhawatiran atas rencana fiskal dan tantangan ekonomi Inggris," tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta.

Resesi global juga membuat nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore belum membaik.

Rupiah ditutup menguat empat poin atau 0,03 persen ke posisi Rp15.263 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.267 per dolar AS.

Praktisi Perbankan, Abiwodo menilai mengatakan kredit di sektor UMKM juga bisa menjadi pendorong RoE untuk menjaga ketahanan perbankan, terutama UMKM yang mempunyai orientasi ekspor dan ditopang dengan ekosistem digital yang mumpuni.

Sementara di lini konsumer, perbankan perlu melakukan strategi cross selling atau menjual produk berbeda dengan nasabah korporasi dan UMKM untuk produk-produk seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Sejatinya, menurut Abiwodo, jurus menjaga ketahanan perbankan tersebut sudah diterapkan oleh bank-bank pelat merah alias BUMN, contohnya PT Bank Negara Indonesia (BNI) yang sudah mengimplementasikannya untuk mendukung strategi pertumbuhan RoE hingga tiga tahun ke depan.

BNI optimistis langkah tersebut bisa meningkatkan RoE lebih dari 18 persen pada 2025. Terbukti, posisinya per Juni 2022 sudah mencapai 15,1 persen.

"Jadi meski ekonomi global melambat dan terancam krisis keuangan, bisa saja Indonesia tidak terpengaruh secara signifikan jika pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan perbankan tetap waspada dan saling menjaga," ungkapnya.

Dirinya menuturkan perekonomian Indonesia saat ini memang masih cukup baik, dengan neraca perdagangan yang masih surplus dan cadangan devisa yang relatif stabil.

Tetapi, risiko arus modal asing keluar dan perlambatan ekonomi akibat naiknya suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed yang hawkish wajib diwaspadai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Resesi Ekonomi Diprediksi Terjadi Tahun Depan, Ridwan Kamil Minta Daerah di Jabar Buka Karpet Merah bagi Investor

Resesi Ekonomi Diprediksi Terjadi Tahun Depan, Ridwan Kamil Minta Daerah di Jabar Buka Karpet Merah bagi Investor

Jabar | Rabu, 05 Oktober 2022 | 20:48 WIB

Apa Itu Resesi? Ini Penjelasan, Penyebab, dan Daftar Negara yang Terancam

Apa Itu Resesi? Ini Penjelasan, Penyebab, dan Daftar Negara yang Terancam

News | Rabu, 05 Oktober 2022 | 20:44 WIB

Resesi Global, Buruh Pabrik di Sukabumi Terdampak PHK Massal

Resesi Global, Buruh Pabrik di Sukabumi Terdampak PHK Massal

| Rabu, 05 Oktober 2022 | 16:30 WIB

Terkini

Iran Tetapkan Aturan Pelayaran di Selat Hormuz Usai Konflik dengan AS

Iran Tetapkan Aturan Pelayaran di Selat Hormuz Usai Konflik dengan AS

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:27 WIB

Statistik Ngeri Maarten Paes di Ajax, Bungkam Kritik dengan 4 Clean Sheet dari 8 Laga

Statistik Ngeri Maarten Paes di Ajax, Bungkam Kritik dengan 4 Clean Sheet dari 8 Laga

Bola | Rabu, 29 April 2026 | 10:23 WIB

Nasabah BRI Merapat! Ini Cara Dapat Diskon GrabFood & GrabCar hingga Rp25 Ribu

Nasabah BRI Merapat! Ini Cara Dapat Diskon GrabFood & GrabCar hingga Rp25 Ribu

Bri | Rabu, 29 April 2026 | 10:22 WIB

Cuma 5 Jutaan! 5 Laptop Core i3 Ini Layak Dibeli Sekarang

Cuma 5 Jutaan! 5 Laptop Core i3 Ini Layak Dibeli Sekarang

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 10:21 WIB

5 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Mantap Buat Streaming dan Multitasking

5 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Mantap Buat Streaming dan Multitasking

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 10:20 WIB

BGN Tak Toleransi Pelanggaran, SPPG Bermasalah Disetop Insentif

BGN Tak Toleransi Pelanggaran, SPPG Bermasalah Disetop Insentif

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:18 WIB

Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba

Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 10:16 WIB

Kereta Terakhir Gita: Ingin Sampai Cibitung, Lalu Suatu Hari ke Anfield Menonton Liverpool

Kereta Terakhir Gita: Ingin Sampai Cibitung, Lalu Suatu Hari ke Anfield Menonton Liverpool

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 10:15 WIB

Stasiun Bekasi Timur Masih Ditutup, Bangkai Gerbong KRL Belum Dipindahkan

Stasiun Bekasi Timur Masih Ditutup, Bangkai Gerbong KRL Belum Dipindahkan

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:12 WIB

Dampak Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Dunia Makin Krisis Pasokan Minyak Mentah?

Dampak Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Dunia Makin Krisis Pasokan Minyak Mentah?

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:09 WIB