TANTRUM - Google terus mendorong peningkatan usaha kecil menengah di Indonesia, dengan mengumumkan mitra keuangan mikro baru untik menyalurkan pinjaman senilai 2 juta dolar AS di berbagai wilayah yang kurang terlayani.
"Google berkomitmen untuk terus mendukung UKM, pencari kerja, dan pelajar Indonesia guna meningkatkan partisipasi mereka dalam ekonomi digital serta mempercepat pemulihan ekonomi," kata Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf, Selasa.
Google juga menyampaikan informasi terbaru terkait Dana Ketahanan Usaha Kecil yang diluncurkan pada 2020 dengan bermitra bersama Kiva. Dari total 10 juta dolar AS modal pinjaman yang dialokasikan untuk memberikan pinjaman bagi usaha kecil.
Tahap kedua sebesar 2 juta dolar AS akan disalurkan melalui mitra keuangan mikro Nusa Ummat Sejahtera (NUS) yang beroperasi di Indonesia.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate bertemu Presiden Google Asia Pasifik, Scott Beaumont dalam acara World Economy Forum di Davos, Swiss, guna menindaklanjuti kerja sama dalam ekosistem digital agar semakin bermanfaat bagi masyarakat.
Google memproyeksikan potensi ekonomi digital Indonesia tumbuh mencapai 140 miliar dolar Amerika Serikat pada 2025. Proyeksi tersebut bisa dicapai jika Indonesia bisa memanfaatkan ruang digital dan menghindari penyalahgunaan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
Tren positif perkembangan ekonomi digital juga berbanding lurus dengan perkembangan investasi. Studi Google, Temasek, Bain and Company pada 2021 menunjukkan nilai investasi ekonomi digital Indonesia spanjang kuartal pertama 2021 berjumlah 4,7 miliar dolar AS.