TANTRUM - Indonesia Centre didirikan di Korea Selatan sebagai bentuk kerja sama KBRI Seoul dan Busan University of Foreign Studies (BUFS).
Ini merupakan tindak lanjut dari Letter of Intent yang ditandatangani pada akhir bulan Desember 2021.
"Saya yakin kerja sama budaya dapat berkontribusi pada percepatan pembangunan bagi kedua negara. Keberadaan Indonesia Centre dapat menjadi katalisator terbentuknya kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara untuk mencapai tujuan Sustainable Development Goals," ujar Gandi Sulistiyanto, Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Republik Korea ditulis, Minggu, 5 Juni 2022.
Dubes Gandi berharap Indonesia Centre di Busan ini dapat menjadi sarana mempercepat pemahaman budaya Indonesia dan mendorong kerja sama antara Indonesia dengan Korea Selatan semakin meningkat.
Nantinya, Indonesia Centre di BUFS ini akan dipimpin oleh Dekan Fakultas Asian Studies dan guru besar di BUFS, Yekyoum Kim sebagai Direktur. Yekyoum Kim merupakan seorang Indonesianis dan memiliki pengalaman riset dan belajar yang mendalam tentang Indonesia.
"Kami sangat mengapresiasi setiap usulan kerja sama dengan semangat sinergi dan gotong royong dalam membangun Indonesia dan Korea dengan bermodalkan kekayaan sosial budaya Indonesia,” tandas Yekyoum Kim.
Harapannya berbagai kerja sama bidang sosial budaya di Indonesia Centre dapat direalisasikan sebagai rangkaian dalam memperingati 50 tahun hubungan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan.
Presiden BUFS Hong-Koo Kim juga menyampaikan apresiasi atas dukungan KBRI Seoul yang telah mendirikan Indonesia Centre. Keberadaan Indonesia Centre menurutnya sejalan dengan cita-cita dan program BUFS yang saat ini sangat disambut baik oleh banyak negara.
“Keberadaan Indonesia Centre telah mengundang lebih banyak lagi pendirian centre-centre yang lain,” ungkap Hong-Koo Kim.
Indonesia Centre akan di bawah pengawasan Steering Committee yang terdiri dari KBRI Seoul dan BUFS, serta Dewan Penasehat yang dipimpin oleh Dubes Korea di Indonesia periode 2018-2020, Chang Beom Kim.
Indonesia Centre di BUFS menyediakan lokasi pameran berupa buku-buku bahasa dan sastra, rumah adat dan baju tradisional, batik, peta budaya, wisata, cagar alam, panorama Indonesia, santri, dan produk UMKM Indonesia serta tour virtual situs arkeologi Trowulan dengan memanfaatkan Virtual Reality (VR).