TANTRUM – Situasi yang dialami generasi milenial yang sudah berkeluarga tidaklah mudah. Tidak sedikit dari mereka yang menjadi generasi sandwich, yaitu generasi terjepit antara keluarganya sendiri dan orangtua dan bahkan mertuanya.
Ia harus membiayai generasi lainnya yaitu pasangan dan anak-anaknya, serta orang tuanya. Artinya generasi muda tersebut selain membiayai diri sendiri dan pasangannya, juga membiayai anak-anaknya serta orang tua atau mertuanya.
Dengan demikian generasi sandwich memiliki beban finansial yang lebih besar dari pada generasi muda pada umumnya yang hanya membiayai diri sendiri dan keluarga intinya.
Istiqlaliyah Muflikhati, Dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (IKK Fema) IPB University menjelaskan bahwa jika berada dalam posisi ini terjepit seperti sandwich, hal yang terpenting adalah adanya perencanaan dalam pengelolaan keuangan. Salah satu bentuknya adalah dengan menabung.
Adapun strategi menabung yang ditawarkan oleh Istiqlaliyah adalah sebagai berikut:
Pertama, mengganti paradigma dari “menabung itu kalau ada sisa” menjadi “pendapatan harus disisihkan dulu untuk tabungan baru untuk pengeluaran lainnya”.
“Jadi kuatkan tekad untuk menyisihkan sebagian (10 persen atau berapa saja) setiap memperoleh pendapatan untuk ditabung. Prinsip alokasi pendapatan adalah 3 S. Yaitu spending (pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari), saving (menabung atau investasi) dan sharing (berbagi, atau sedekah, infaq dan lain-lain yang akan menjadi tabungan untuk akhirat). Jadi gemar menabung tidak harus menjadi pelit. Yakinlah bahwa berbagi itu pasti akan diganti oleh Allah dengan yang lebih baik,” terangnya, dikutip Sabtu (9/7/2022) di website IPB.
Kedua, lanjutnya, agar bisa menabung, pengeluaran harus lebih kecil dari pendapatan (tidak besar pasak daripada tiang). Mendahulukan kebutuhan daripada keinginan
“Ketiga, usahakan untuk mencatat pengeluaran dan pendapatan. Jangan tergoda dengan iming-iming pay later atau utang, karena umumnya utang itu ada biaya atau bunganya,” terangnya.
Baca Juga: Kemenag Cabut Izin Ponpes Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah, Gus Jazil: Jangan Asal Cabut
Menurutnya, kita bisa menabung di tempat yang tidak mudah diambil, misal celengan dari kaleng atau membuka rekening tabungan di bank yang tidak ada Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
“Mulai berinvestasi. Sekarang banyak tersedia aplikasi yang memungkinkan anak muda untuk menginvestasikan uangnya dengan jumlah yang terjangkau. Tapi perlu dipelajari dulu aplikasi yang sudah aman atau yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” tuturnya.
Ketujuh, imbuhnya, mengajarkan atau menyosialisasikan manajemen keuangan kepada anak sejak dini, sehingga akan menjadi kebiasaan yang baik.
“Strategi ini dapat dilakukan oleh siapapun, artinya tidak hanya untuk seluruh generasi sandwich. Sebab menabung, bukanlah sebagai suatu trend namun juga kebutuhan untuk mempersiapkan hari tua agar nantinya tidak membebani anak atau orang lain,” tandasnya.
Jangan Lupa Ibadah
Istiqlaliyah juga mengingatkan bahwa menjadi generasi sandwich bisa dianggap beban atau tidak tergantung dari mindset. “Jika dianggap beban akan menjadi beban, sebaliknya jika dianggap sebagai ibadah, maka akan terasa ringan atau biasa saja," ungkapnya, Istiqlaliyah.