Galon BPA atau Plastik PET, Mana yang Lebih Aman?

Tantrum

Kamis, 28 Juli 2022 | 23:30 WIB
Galon BPA atau Plastik PET, Mana yang Lebih Aman?
Ilustrasi: Galon BPA atau Plastik PET, Mana yang Lebih Aman ([via Suara.com])

“Efeknya jangka panjang,” kata Pandu belum lama ini. “Kalau (BPA) tidak berdampak, kenapa negara maju sudah membatasi dan melarangnya. Langsung saja wajib labelisasi, kok takut pada industri.”

Ia menambahkan, produsen kelas dunia  seperti Danone di Prancis sudah mengganti wadah produknya ke jenis plastik yang bebas BPA. "Yang jadi pertanyaan, kenapa unit Danone di negara berkembang tidak mengadopsi hal yang sama? Seharusnya sama-sama fair dong. Lagi pula ini kan hanya pelabelan. Masa label saja keberatan," katanya.

Anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tubagus Haryo, juga menyuarakan dukungan serupa.

“Saya kira apa yang direncanakan oleh BPOM semata-mata untuk melindungi konsumsen dan sebetulnya juga melindungi  pelaku usaha dari  tuntutan (hukum) di kemudian hari,” kata Tubagus Haryo.

Kekhawatiran terhadap efek BPA juga datang dari Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Nia Umar mengatakan bahwa BPA berisiko tinggi memengaruhi kesehatan bayi. Pada ibu hamil, BPA dengan mudah masuk ke dalam rantai makanan antara ibu dan bayi. Biasanya BPA ditemukan dalam urin, darah, tali pusar, maupun ASI.  

Peringatan serupa disampakan oleh dokter spesialis anak sekaligus anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Irfan Dzakir Nugroho, Sp.A, M.Biomed. Ia mengingatkan bahwa BPA ditemukan di hampir semua anggota tubuh, antara lain disebabkan masifnya penggunaan kemasan pangan.

Irfan menyampaikan ada lebih dari 130 studi yang melaporkan efek berbahaya dari BPA. Beberapa di antaranya antara lain: menyebabkan kanker payudara, pubertas dini, penyakit jantung, infertilitas, katalisator penyakit saraf, dan obesitas.

Bagaimana Caranya BPA Bisa Berdampak pada Kesehatan? 

BPA diketahui dapat memengaruhi hormon endokrin seperti estrogen, androgen, dan tiroid. Selain itu, paparan BPA yang berlebih bisa menyebabkan gangguan homeostasis metabolik pada anak, gangguan struktur dan fungsi otak, efek kesehatan di usia selanjutnya pada anak.

baca juga

Sedangkan pada usia dewasa atau usia produktif BPA bisa memengaruhi produktivitas dan bisa juga menyebabkan gangguan pada saat kehamilan dan persalinan, termasuk menyebabkan obesitas dan beberapa penyakit metabolik.

Lebih jauh, dr. Irfan menguatkan penjelasan bahwa kontaminasi BPA dapat membahayakan ibu hamil, karena mengganggu kerja endokrin, dan mampu  meniru hormon estrogen. Pada laporan yang terbit pada tahun 2008 oleh Program Toksikologi Nasional AS menemukan bahwa adanya efek pada otak, perilaku, dan kelenjar prostat pada janin, bayi serta anak-anak akibat paparan BPA yang masuk melalui plasenta, ASI, pemberian susu botol, dan pemberian makanan atau minuman yang telah terkontaminasi BPA.

Dampak BPA bukan hanya pada bayi, BPA juga dapat menimbulkan bahaya pada kelompok usia anak-anak, di antaranya: Menyebabkan gangguan tumbuh kembang, perilaku depresif, ansietas, dan hiperaktif. Di samping memengaruhi perilaku emosional dan kekerasan pada anak, BPA juga bisa memengaruhi  senyawa yang dihasilkan oleh otak seperti dopamine, serotonin, acetylcholine, dan hormon thyroid.

Bagaimana dengan Plastik PET?

Berbeda dengan kandungan BPA pada polikarbonat, kandungan etilen glikol pada PET tidak memunculkan pengaturan (pelarangan), baik di dalam maupun luar negeri. Sejauh ini, belum ada satu negara pun menerapkan pelabelan terhadap potensi efek etilen glikol pada plastik PET.

Ini bukan karena tidak adanya penelitian lapangan terkait migrasi zat kimia itu dari kemasan PET. Tetapi lebih karena bahaya dan dampaknya pada kesehatan potensinya lebih besar ada pada galon BPA dibanding plastik PET.

Frank Welle, ahli kimia yang berfokus pada interaksi bahan kemasan dengan pangan dari University of Freiburg, Jerman, dalam makalahnya “The Facts about PET” menulis bahwa, jika dibandingkan dengan jenis plastik lain, PET lebih lengai (inert) atau tidak mudah mengalami perubahan kimia. Pada gilirannya, menurut Welle, monomer PET, seperti etilen glikol, hanya dapat bermigrasi dalam jumlah yang sangat kecil ke dalam pangan yang dikemasnya.

Mengutip penelitiannya pada 2004, dia menunjukkan bahwa tingkat migrasi etilen glikol dari kemasan PET jauh di bawah batas standar yang ditetapkan WHO. Welle menyimpulkan bahwa nilai komponen berbahaya di dalam kemasan PET seperti etilen glikol dan antimon (yang hanya digunakan sebagai katalis) masih jauh di bawah batas standar apabila tidak dilakukan perlakuan khusus layaknya percobaan (seperti dipanaskan pada suhu dan jangka waktu tertentu atau direaksikan dengan bahan kimia tertentu.

Dari aspek keselamatan pangan, menengok banyaknya literatur para ahli kesehatan kemasan pangan dan WHO serta kecenderungan industri makanan minuman dunia, plastik PET memang manjadi pilihan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Bisa Tampil di Citayam Fashion Week, Lucinta Luna Pamer Muka Setelah Lepas Perban

Tak Bisa Tampil di Citayam Fashion Week, Lucinta Luna Pamer Muka Setelah Lepas Perban

Poptren | Kamis, 28 Juli 2022 | 21:18 WIB

Minum Suplemen untuk Jaga Kesehatan Tulang Sejak Dini, Penting atau Tidak?

Minum Suplemen untuk Jaga Kesehatan Tulang Sejak Dini, Penting atau Tidak?

Health | Kamis, 28 Juli 2022 | 21:40 WIB

7 Dampak Sering Mengonsumsi Alkohol terhadap Kulit, Paling Parah Bisa Picu Kanker

7 Dampak Sering Mengonsumsi Alkohol terhadap Kulit, Paling Parah Bisa Picu Kanker

Lifestyle | Kamis, 28 Juli 2022 | 20:50 WIB

Terkini

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:07 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Review Serial The Loyalty Game: Misteri Manipulasi Pernikahan yang Rumit

Review Serial The Loyalty Game: Misteri Manipulasi Pernikahan yang Rumit

Your Say | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:00 WIB

Tips Menata Kamar Tidur Sesuai Feng Shui agar Kualitas Tidur Lebih Baik

Tips Menata Kamar Tidur Sesuai Feng Shui agar Kualitas Tidur Lebih Baik

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:43 WIB

Imbas Prancis Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026, Laga Barcelona di La Liga Resmi Ditunda

Imbas Prancis Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026, Laga Barcelona di La Liga Resmi Ditunda

Your Say | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:36 WIB

KPK Ungkap Modus Bupati Sukoharjo, Gunakan SK Paksa ASN Setor Insentif hingga Rp2,93 Miliar

KPK Ungkap Modus Bupati Sukoharjo, Gunakan SK Paksa ASN Setor Insentif hingga Rp2,93 Miliar

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:34 WIB

4 Sepeda Gunung Pacific Terbaik 2026, Mulai Rp2 Jutaan dengan Frame Alloy

4 Sepeda Gunung Pacific Terbaik 2026, Mulai Rp2 Jutaan dengan Frame Alloy

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:34 WIB

Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026

Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:30 WIB

Feng Shui Dapur Lebih Tinggi dari Ruang Tamu, Apakah Dianggap Baik atau Buruk?

Feng Shui Dapur Lebih Tinggi dari Ruang Tamu, Apakah Dianggap Baik atau Buruk?

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:09 WIB

5 Primer untuk Menutupi Pori-Pori Secara Instan, Makeup Jadi Flawless

5 Primer untuk Menutupi Pori-Pori Secara Instan, Makeup Jadi Flawless

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:08 WIB

×