Sebab Awan Berwarna Putih

Tantrum

Jum'at, 29 Juli 2022 | 09:45 WIB
Sebab Awan Berwarna Putih
Balon terbang ke angkasa. (Peggy und Marco Lachmann-Anke from Pixabay)

TANTRUM - Kita kerap kali melihat awan berwarna putih apalagi ketika langit cerah. Meski awalnnya berwana putih, awan akan berubah warna menjadi gelap ketika hujan hendak turun.

Pengaruh warna awan tak luput dari cahaya yang dipancarkan oleh Matahari, yang merupakan bintang pusat tata surya. 

Sebaran cahaya Matahari yang merata, membuat penampilan putih dari awan yang begitu khas.

Ketika cahaya melewati awan, ia berinteraksi dengan tetesan air yang jauh lebih besar daripada partikel atmosfer yang ada di langit, dikutip dari situs BMKG-nya Inggris, Met Office dicuplik dari CNN Indonesia, Jumat, 29 Juli 2022.

Sinar matahari atau 'cahaya tampak' dapat dianggap sebagai gelombang dan bagian dari spektrum elektromagnetik.

Setiap warna memiliki panjang gelombang yang berbeda, cahaya biru memiliki panjang gelombang terpendek pada 400 nanometer dan cahaya merah terpanjang pada 700 nanometer.

Partikel yang lebih kecil dapat menyebarkan panjang gelombang yang lebih pendek secara lebih efisien. 

Saat sinar Matahari mencapai partikel atmosfer, cahaya biru dihamburkan lebih kuat daripada warna lain, sehingga memberi kesan langit berwarna biru.

Saat mencapai awan, sinar Matahari bertemu dengan partikel yang lebih besar, yakni jutaan tetesan air yang terkumpul sebagai hasil penguapan. 

baca juga

Air-air ini menyebarkan semua panjang gelombang dengan efektivitas yang kurang lebih sama.

Dikutip dari Bold Method, cahaya yang tersebar ini berinteraksi dan bergabung hingga menghasilkan warna putih. Hasilnya seperti yang kita lihat, awan putih dengan latar langit biru.

Meskipun demikian, tak jarang tampilan awan berubah agak abu-abu. Menurut Met Office, awan tampak abu-abu karena ada sebagian awan hanya terpapar sedikit cahaya dari Matahari.

Pola sebaran yang sama berlaku dalam warna kelabu ini, ketika dihamburkan di dalam awan, biasanya cahaya itu dikirim kembali ke atas, atau keluar ke sisi-sisi awan, membuat bagian atas dan sisi awan lebih putih daripada bagian dasarnya yang menerima lebih sedikit cahaya.

Saat bertemu awan hujan yang memiliki butiran lebih besar, cahaya Matahari lebih banyak disebarkan. 

Hal ini membuat semakin sedikit cahaya dari Matahari yang mencapai dasar awan yang terlihat dari Bumi. Efeknya, awan hujan yang tampak kelabu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

4 Daerah di Jabar Berpotensi Hujan Lokal

4 Daerah di Jabar Berpotensi Hujan Lokal

Tantrum | Jum'at, 29 Juli 2022 | 06:49 WIB

3 Manfaat Sunscreen untuk Kulit yang Sering Diabaikan

3 Manfaat Sunscreen untuk Kulit yang Sering Diabaikan

Your Say | Kamis, 28 Juli 2022 | 20:14 WIB

Erupsi Gunung Raung, Dua Kecamatan di Jember Dilanda Hujan Abu Vulkanik

Erupsi Gunung Raung, Dua Kecamatan di Jember Dilanda Hujan Abu Vulkanik

News | Kamis, 28 Juli 2022 | 15:38 WIB

Terkini

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 23:07 WIB

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 22:52 WIB

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Bri | Senin, 20 Juli 2026 | 22:40 WIB

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Foto | Senin, 20 Juli 2026 | 22:24 WIB

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

News | Senin, 20 Juli 2026 | 22:15 WIB

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 21:37 WIB

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 21:27 WIB

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 21:16 WIB

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:15 WIB

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:13 WIB

×