"Kegiatan vulkanik Gunung Raung dipantau dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) yang terletak di bagian tenggara yaitu di Dusun Mangaran, Desa Sumber Arum, Kecamatan Songon, Kanupaten Banyuwangi, pada ketinggian 650 m dpl," tutur Eko.
Gunungapi Raung pada perioda 1 – 27 Juli 2022 terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang, tinggi sekitar 50 - 400 meter dari puncak.
Pada tanggal 27 Juli 2022, pukul 17.19 WIB terjadi erupsi terekam pada sesimograf, namun secara visual dari pos tertutup kabut.
Berdasarkan laporan warga dari sisi lain tinggi erupsi diperkirakan 1000-1500 meter di atas puncak.
"Anomali panas yang terdeteksi oleh citra satelit Terra dan Aqua di permukaan kawah terdeteksi pada tanggal 28 Juli 2022 sebesar 2 mW dan yang mengindiikasikan dinamika magma pada perukaan kawah Gunung Raung," ucap Eko.
Jenis gempa yang terekam selama periode 1 hingga 26 Juli 2022 yaitu gempa hembusan, tremor, tektonik lokal dan tektonik jauh.
Rinciannya 377 kali gempa hembusan, 18 kali gempa vulkanik dangkal, 8 kali gempa tektonik lokal, 264 kali gempa tektonik jauh, dan gempa tremor menerus dengan amplituda 0.5-8 mm (dominan 1 mm).
Pada tanggal 8 – 19 Juli 2022 terjadi peningkatan gempa hembusan hingga mencapai rata rata 28 kejadian per hari.
"Pemodelan GPS mengkonfirmasi bahwa telah terjadi inflasi di satu titik yang jaraknya lebih dari 10 km dari puncak (deformasi) pada permukaan kawah Gunung Raung periode Juni-Juli 2022. Dapat disimpulkan bahwa terjadi migrasi massa pada kedalaman (2900 m di bawah puncak) yang menyebabkan perubahan dimensi 1,7 juta m3," ucap Eko.
Baca Juga: Agar Bisa Bersaing di Dunia Internasional, Ini Pentingnya Belajar Bahasa Inggris Lewat Komunitas