CDC.Gov menulis rekomendasi booster vaksin COVID-19 Pfizer untuk orang-orang yang memenuhi syarat sebagai berikut:
- Setidaknya sudah ada jeda waktu selama 5 bulan setelah dosis pertama disuntikkan.
- Orang yang mengalami immunocompromised sedang atau berat, setidaknya 3 bulan setelah mendapatkan suntikan dosis pertama.
3. AstraZeneca (Vaxzevria dan Kconecavac)
Suntikan booster vaksin Covid-19 AstraZeneca menghasilkan respons kekebalan yang lebih kuat terhadap berbagai varian virus corona, termasuk varian omicron, tulis sebuah laporan di forbes.com.
4. Moderna
CDC merekomendasikan tentang kapan orang dapat menerima suntikan booster. Tertulis dalam cdc.gov, Anda bisa memperoleh suntikan booster dosis kedua setelah interval 5 bulan.
5. Zifivax
Zifivax adalah vaksin yang dikembangkan dan diproduksi oleh perusahaan biofarmasi yang berbasis di China, Anhui Zhifei.
Berdasarkan laman pom.go.id, Zifivax adalah vaksin yang dikembangkan dengan teknologi platform subunit protein lonjakan glikoprotein rekombinan yang dapat memicu sistem kekebalan tubuh manusia ketika disuntikkan, tidak seperti vaksin Sinovac yang merupakan vaksin yang tidak aktif.
6. Sinopharm
Berdasarkan laporan yang tertulis di who.int, untuk sementara WHO merekomendasikan penggunaan vaksin COVID-19 Sinopharm pada wanita hamil untuk membantu wanita hamil terhindar dari risiko COVID-19 selama masa kehamilan.
Semoga informasi ini dapat mencerahkan Anda. Stay safe and healty!