TANTRUM - Meski mengandung gula, buah kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Kandungan serat buah terbukti efektif memperlambat penyerapan gizi di dalam tubuh sehingga gula darah tidak cepat naik mendadak.
Buah juga adalah sumber antioksidan yang sangat baik. Antioksidan penting untuk menghindari kerusakan sel akibat stres oksidatif atau paparan radikal bebas.
Menurut dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD dari laman Hello Sehat, Minggu, 28 Agustus 2022, dtres oksidatif sering dikaitkan dengan berbagai komplikasi diabetes.
Agar buah yang dikonsumsi memberikan manfaat yang optimal alih-alih memperparah gejala diabetes, pastikan Anda memperhatikan beberapa tips berikut.
1. Pastikan indeks glikemik rendah
American Diabetes Association menyarankan memilih buah yang punya nilai IG rendah untuk penyakit gula.
Secara umum, buah dengan indeks glikemik tinggi cenderung lebih cepat menyebabkan kenaikan gula darah daripada yang rendah.
Penting juga untuk dicatat bahwa indeks glikemik suatu makanan mungkin akan berbeda ketika dimakan sendirian atau saat dikombinasikan dengan makanan lain.
Jika Anda makan buah IG tinggi seperti melon dan mencampurnya dengan makanan indeks glikemik rendah seperti keju rendah lemak, efeknya justru membantu menjaga kadar gula darah normal.
Baca Juga: 5 Manfaat Garam Himalaya, Apakah Lebih Sehat dari Garam Biasa?
2. Hindari buah kering
Buah yang paling baik untuk diabetes adalah buah segar. Namun, ada banyak buah yang diawetkan dengan gula sehingga rasanya jadi lebih manis.
Jenis buah kering ini sebaiknya dibatasi konsumsinya, bahkan menjadi makanan yang dihindari untuk diabetes.
3. Hindari jus buah
Sejumlah penelitian membuktikan bahwa makan buah memberi manfaat untuk membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Faktanya, jus buah justru menjadi minuman yang bisa meningkatkan gula darah dengan cepat.