WHO: Kemasan Plastik BPA Bisa Picu Kanker Hingga Impotensi

Tantrum | Suara.com

Senin, 29 Agustus 2022 | 22:10 WIB
WHO: Kemasan Plastik BPA Bisa Picu Kanker Hingga Impotensi
Ilustrasi. Galon isi ulang (TANTRUM)

TANTRUM – Bahaya senyawa Bisphenol A (BPA) yang bisa luruh dari kemasan plastik keras polikarbonat, semakin mengemuka di seluruh dunia. Sejumlah pakar, lembaga-lembaga penelitian, dan lembaga-lembaga besar dunia sepakat dengan regulasi pembatasan kemasan plastik BPA.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun sudah menyampaikan kekhawatiran mereka pada plastik kemasan berbahan plastik BPA ini. Mayoritas penggunaan air kemasan Indonesia masih menyandarkan kemasannya pada galon polikarbonat, yang terbuat dari polimer plastik ber-zat aditif BPA. BPA juga biasa digunakan dalam lapisan kaleng makanan untuk memperlambat korosi.

Kini, penggunaan polikarbonat turun kasta, sebagai material berupa bahan atap dan penutup pagar. Begitu tingginya kekhawatiran global pada senyawa BPA, 12 tahun lalu WHO sampai mengundang  30 pakar dari Kanada, Eropa dan Amerika Serikat dalam sebuah forum panel di Ottawa, Kanada. Para pakar menelusuri berbagai penelitian tentang dampak BPA terhadap kesehatan.

“Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa dalam kadar yang rendah sekalipun, BPA bisa memberikan efek negatif bagi kesehatan. Di antaranya dapat memicu kanker payudara, obesitas, pubertas dini, impotensi dan gangguan kesehatan lainnya,” tulis WHO dalam laporannya.

Kanada adalah negara pertama yang menyatakan BPA sebagai senyawa beracun. Bila dibandingkan banyak negara lain di Amerika dan Eropa, Kanada adalah yang paling serius memberi perhatian terhadap isu BPA. Bahkan lebih maju lagi, sejak 2008, Kanada sudah melarang penggunaan senyawa BPA.

Di dalam negeri, Ikatan Dokter indonesia (IDI) dan banyak pakar serta periset utama juga telah mengeluarkan peringatan senada. 

"BPA bisa menyerupai hormon estrogen. Sangat dicurigai dapat memicu kanker payudara," kata Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Aru Wisaksono Sudoyo.

Kalangan ahli sepakat menilai paparan hormon estrogen yang berlebihan bisa menjadi salah satu pemicu kanker payudara. Dengan demikian, setiap zat yang membuat hormon estrogen diproduksi secara masif dan berlebihan, termasuk senyawa BPA, diduga kuat dapat memicu kemunculan sel kanker.

“BPA sendiri kerap dikaitkan dengan zat karsinogen yang juga cukup berpengaruh pada timbulnya sel kanker,” kata dokter spesialis penyakit dalam subspesialisasi hematologi dan onkologi medik di RSCM itu.

Ia memberi contoh perubahan temperatur yang bisa menyebabkan kontaminasi pada makanan dan minuman berkemasan BPA.

Pendapat ini sejalan dengan pernyataan pakar Biomedik Farmasi dan Farmakologi sekaligus Dekan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. Junaidi Khotib.   

"Dari kajian yang dilakukan, terjadi pelepasan atau migrasi partikel BPA ke makanan atau minuman yang bersinggungan langsung dengan kemasan primer, sehingga partikel BPA dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman,” katanya.

“Konsentrasi BPA dalam darah dan urin sangat erat dengan berbagai penyakit yang berkaitan dengan gangguan endokrin, yaitu gangguan pada hormonal sistem, perkembangan saraf dan mental pada anak-anak," kata Junaidi Khotib.

Peringatan dari IDAI

Peringatan serupa disampakan oleh dokter spesialis anak sekaligus anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Irfan Dzakir Nugroho, Sp.A, M.Biomed dalam sebuah diskusi virtual, tahun lalu. Dr. Irfan menyebutkan kontaminasi BPA dapat membahayakan ibu hamil, karena mengganggu kerja endokrin, dan mampu  meniru hormon estrogen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ilmuwan China Temukan Pasien Kanker Nasofaring Bisa Berobat Tanpa Kemoterapi

Ilmuwan China Temukan Pasien Kanker Nasofaring Bisa Berobat Tanpa Kemoterapi

Health | Senin, 29 Agustus 2022 | 17:31 WIB

Sinopsis Until Tomorrow, Film dari Kisah Cinta Viral yang Diperankan Deva Mahenra

Sinopsis Until Tomorrow, Film dari Kisah Cinta Viral yang Diperankan Deva Mahenra

| Senin, 29 Agustus 2022 | 12:40 WIB

Aktif Berpromosi di China, Jessica Jung Ungkap Perasaannya soal Haters

Aktif Berpromosi di China, Jessica Jung Ungkap Perasaannya soal Haters

Your Say | Sabtu, 27 Agustus 2022 | 15:03 WIB

Terkini

Statistik Ngeri Maarten Paes di Ajax, Bungkam Kritik dengan 4 Clean Sheet dari 8 Laga

Statistik Ngeri Maarten Paes di Ajax, Bungkam Kritik dengan 4 Clean Sheet dari 8 Laga

Bola | Rabu, 29 April 2026 | 10:23 WIB

Nasabah BRI Merapat! Ini Cara Dapat Diskon GrabFood & GrabCar hingga Rp25 Ribu

Nasabah BRI Merapat! Ini Cara Dapat Diskon GrabFood & GrabCar hingga Rp25 Ribu

Bri | Rabu, 29 April 2026 | 10:22 WIB

Cuma 5 Jutaan! 5 Laptop Core i3 Ini Layak Dibeli Sekarang

Cuma 5 Jutaan! 5 Laptop Core i3 Ini Layak Dibeli Sekarang

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 10:21 WIB

5 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Mantap Buat Streaming dan Multitasking

5 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Mantap Buat Streaming dan Multitasking

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 10:20 WIB

BGN Tak Toleransi Pelanggaran, SPPG Bermasalah Disetop Insentif

BGN Tak Toleransi Pelanggaran, SPPG Bermasalah Disetop Insentif

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:18 WIB

Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba

Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 10:16 WIB

Kereta Terakhir Gita: Ingin Sampai Cibitung, Lalu Suatu Hari ke Anfield Menonton Liverpool

Kereta Terakhir Gita: Ingin Sampai Cibitung, Lalu Suatu Hari ke Anfield Menonton Liverpool

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 10:15 WIB

Stasiun Bekasi Timur Masih Ditutup, Bangkai Gerbong KRL Belum Dipindahkan

Stasiun Bekasi Timur Masih Ditutup, Bangkai Gerbong KRL Belum Dipindahkan

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:12 WIB

Dampak Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Dunia Makin Krisis Pasokan Minyak Mentah?

Dampak Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Dunia Makin Krisis Pasokan Minyak Mentah?

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:09 WIB

Menghitung Biaya 76 Tahun Perang AS dari Korea hingga Iran: Tembus Triliunan Dolar

Menghitung Biaya 76 Tahun Perang AS dari Korea hingga Iran: Tembus Triliunan Dolar

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:06 WIB