TANTRUM - Tubuh manusia puya berbagai kelemahan dan rentan akan sakit termasuk merasakan nyeri tulang belakang serta nyeri pada area lutut.
Dua nyeri tersebut merupakan masalah umum yang banyak dialami oleh orang dewasa. Saat merasakan dua nyeri itu, kita tidak boleh abai.
dr. Ketut Ngurah Gunapriya, selaku dokter spesialis bedah anastesi memaparkan, nyeri pada tulang belakang dan lutut dapat muncul akibat aktivitas sehari-hari.
Namun, bukan berarti rasa nyeri yang muncul ini dapat tidak gubris. Apalagi, nyeri juga dapat menjadi indikasi munculnya penyakit tertentu.
"Oleh karena itu, jika mengalami rasa nyeri yang berkepanjangan dalam waktu yang lama, segeralah memeriksakan diri dengan dokter," ujarnya dalam keterangannya.
Lebih lanjut, salah satu masalah yang berkaitan dengan rasa nyeri di area tulang belakang hingga lutut adalah saraf terjepit, tumor, hingga osteoporosis atau pengapuran tulang.
Agar dapat membedakan nyeri yang bahaya dan tidak serta cara penangannya, simak penjelasan KL Klinik, yang beroperasi di Jakarta Barat.
Nyeri akibat aktivitas sehari-hari
Sebagian besar kasus nyeri terjadi akibat adanya aktivitas fisik yang berat. Dan, nyeri tersebut biasanya tidak berbahaya.
Baca Juga: Standing Applause Ronaldo untuk Antony, Manchester United Menang atas Arsenal
Gejala nyeri akibat aktivitas sehari-hari meliputi nyeri biasanya datang di salah satu sisi tubuh saja, dapat ditunjuk lokasinya. Kemudian, rasa sakit/nyeri yang muncul biasanya akan hilang dalam beberapa hari atau beberapa minggu saja.
Nyeri yang mengindikasikan penyakit berbahaya
Ada beberapa tanda yang bisa mengindikasikan rasa nyeri yang berbahaya pada tubuh, di antaranya seperti nyeri muncul cenderung lama dan berkepanjangan serta nyeri terasa menjalar ke area lain, misalnya dari pinggang ke kaki.
Kemudian, nyeri yang mengindikasi adanya penyakit adalah disertai dengan gejala lainnya, seperti pusing, mual, hingga penurunan berat badan.
Pengobatan untuk atasi rasa nyeri tulang belakang dan lutut
Mengobati rasa nyeri tulang belakang dan lutut, pasien juga dapat mengatasinya dengan terapi yang bisa dilakukan di rumah. Menurut penuturan Gunapriya, salah satu cara pengobatan nyeri yang dapat pasien lakukan di rumah adalah dengan cara RICE.