TANTRUM - Akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta percepatan transformasi UMKM terus diupayakan pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM).
Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Hubungan Antar Lembaga Luhur Pradjarto menegaskan, kolaborasi antar-stakeholder, mulai dari kementerian, lembaga, asosiasi, swasta, dan usaha besar terus didorong untuk mendukung pemulihan ekonomi UMKM setelah pandemi COVID-19.
Luhur menilai sangat penting koordinasi dan sinergi antarwilayah, mulai dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk mendorong UMKM agar bangkit, tumbuh, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman maupun tuntutan pasar. Indonesia juga menyoroti urgensi dukungan ekosistem finansial bagi UMKM.
"Kami melihat peran penting para pemangku kepentingan dalam mendorong ekosistem pembiayaan bagi UMKM di ekonomi APEC guna meningkatkan akses terhadap pembiayaan bagi UMKM," ucapnya.
Indonesia, kata dia, harus terus mendorong UMKM memanfaatkan kehadiran teknologi digital guna peningkatan akses pembiayaan dan literasi keuangan.
"Kami yakin digitalisasi akan meningkatkan kapasitas UMKM dan memperluas akses mereka kepada lembaga pembiayaan termasuk di dalamnya sistem pembiayaan digital," ungkap dia.
Sebagai tuan rumah APEC 2022, Thailand mengusung tema "Open, Connect, and Balanced" dalam keketuaannya dengan berfokus pada konsep Bio-Circular-Green Economy (BGC Economy).
Selaras dengan tema itu, topik fokus diskusi pada pertemuan tingkat menteri adalah mengenai "Inclusive Recovery of APEC MSMEs Through Bio-Circular-Green Economy (BCG) and High Impact Ecosystem".
Ada empat topik utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut, yaitu mempercepat adopsi BCG, transformasi digital yang inklusif, bentuk pembiayaan UMKM dan restrukturisasi utang, serta penyesuaian lanskap pasar yang berkembang.
Baca Juga: PCV Nasional Digelar, 373 Ribu Anak Jawa Barat jadi Target Imunisasi
Pada pertemuan APEC SME MM ke-28, Ministerial Statement belum dapat mencapai konsensus. Sebagai hasilnya, dikeluarkan Chair Statement yang memuat komitmen para menteri bidang UKM di kawasan APEC terhadap hal-hal yang disepakati bersama guna mengembangkan dan memastikan UMKM mendapat dukungan untuk terintegrasi dengan pasar global.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah melalui Kemenkop UKM mengangkat isu terkait percepatan transformasi digital dan peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.