Dua Emiten Ini Bakal Mendulang Cuan, BUMN Didorong Gunakan Kendaraan Listrik

Tantrum

Kamis, 15 September 2022 | 14:05 WIB
Dua Emiten Ini Bakal Mendulang Cuan, BUMN Didorong Gunakan Kendaraan Listrik
Pemerintah Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik (suara.com)

TANTRUM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta para direktur utama BUMN agar memberikan dukungan percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Upaya ini dilakukan untuk mencapai target bauran energi dari energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23% di tahun 2025, serta pemenuhan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Secara umum, para BUMN diminta untuk mengalokasikan sumber daya di lingkungan perusahaan, seperti penyediaan anggaran untuk mendukung percepatan pelaksanaan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai alias battery electric vehicle (BEV).

Kemudian, BUMN diminta meningkatkan penggunaan berbagai jenis BEV di lingkungan grup perusahaan. 

Di antaranya sebagai kendaraan dinas direksi dan pimpinan perusahaan, kendaraan operasional perusahaan baik kendaraan roda dua dan roda empat, dan program kepemilikan kendaraan bagi karyawan.

Head of Research Henan Putihrai Sekuritas Robertus Yanuar Hardy menilai, kebijakan kendaraan listrik BUMN ini akan lebih memberikan dampak ke sisi manufaktur komponen seperti PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA).

Pasalnya, emiten ini telah bermitra dengan Honda, Daihatsu, Hyundai, dan merek internasional lainnya untuk memproduksi suku cadang mobilnya.

Henan Putihrai berkesempatan mengunjungi pabrik DRMA yang memproduksi sensor listrik untuk EV IONIQ 5 Hyundai. 

Baru-baru ini, DRMA juga telah membuat kemasan baterai untuk skuter listrik sendiri dengan merek POLIMETAL.

baca juga

Tak berhenti sampai di situ, menurut Robertus, berbagai perusahaan yang namanya masih dirahasiakan telah meminta untuk bermitra dengan DRMA untuk memproduksi baterai EV secara lokal.

Mengingat 45% dari berat EV berasal dari baterai, merek asing membutuhkan produsen lokal untuk membuat baterai EV karena biaya transportasi yang tinggi.

Hal ini merupakan indikasi yang bagus untuk prospek industri suku cadang.  

"Faktanya, jika Honda dan Daihatsu mulai memproduksi EV, ada kemungkinan besar bahwa DRMA akan menjadi mitra pilihan pertamanya," kata Robertus dicuplik dari Kontan.co.id, Kamis, 15 September 2022.

Untuk itu, Henan Putihrai Sekuritas mempertahankan DRMA dengan rekomendasi buy pada target harga Rp 750 per saham. 

Robertus melihat pertumbuhan berkelanjutan yang menjanjikan sejalan dengan ekspansi perusahaan untuk meningkatkan hasil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Honda Akan Hadirkan 10 Model Sepeda Motor Listrik

Honda Akan Hadirkan 10 Model Sepeda Motor Listrik

Tantrum | Rabu, 14 September 2022 | 08:55 WIB

INKA dan Anak Usaha PT Bakrie & Brothers Bangun Kendaraan Listrik

INKA dan Anak Usaha PT Bakrie & Brothers Bangun Kendaraan Listrik

Tantrum | Senin, 29 Agustus 2022 | 21:11 WIB

Sampai 2030, Indonesia Bakal Produksi 600 Mobil dan 3,5 Juta Motor Listrik

Sampai 2030, Indonesia Bakal Produksi 600 Mobil dan 3,5 Juta Motor Listrik

Tantrum | Jum'at, 19 Agustus 2022 | 13:58 WIB

CARSOME Perluas Pasar Jual Beli Mobil Bekas di Bandung

CARSOME Perluas Pasar Jual Beli Mobil Bekas di Bandung

Tantrum | Kamis, 11 Agustus 2022 | 08:45 WIB

Antusiasme Masyarakat  Pada Kendaraan Listrik Tinggi

Antusiasme Masyarakat Pada Kendaraan Listrik Tinggi

Tantrum | Senin, 01 Agustus 2022 | 09:04 WIB

Terkini

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×