Waspada! Sering Kaget Bisa Memicu Kerusakan Organ Berujung Kematian

Tantrum

Kamis, 15 September 2022 | 18:03 WIB
Waspada! Sering Kaget Bisa Memicu Kerusakan Organ Berujung Kematian
Ilustrasi kaget, syok, terkejut (envato.com)

TANTRUM - Kaget yang menyebabkan dampak fatal seperti serangan jantung hingga berujung pada kematian sebenarnya jarang terjadi.

Pasalnya, reaksi kaget sangat normal dialami setiap orang dan bukan sesuatu yang berbahaya. Alih-alih mengancam nyawa, reaksi kaget justru berguna melindungi diri dan membuat Anda lebih waspada.

Anda biasanya akan kaget atau tersentak ketika mengalami suatu hal yang mengejutkan, tidak disangka, ataupun menakutkan.

Munculnya reaksi kaget berkaitan dengan mode psikologis fight or fight, yakni mode yang mengatur respons stres di dalam tubuh saat otak mendeteksi adanya suatu ancaman.

Dalam mode fight or flight (melawan dan melarikan diri), otak akan memerintahkan pelepasan hormon kortisol dan adrenalin.

Hormon kortisol dan adrenalin ini akan meningkatkan detak jantung dan aliran darah, memperlambat proses pencernaan, serta melebarkan pupil mata.

Normalnya, reaksi kaget terjadi tiba-tiba dan cepat mereda. Detak jantung dan tekanan darah akan kembali normal sesaat Anda memahami hal yang menyebabkan Anda kaget.

Namun, pada kasus tertentu, misalnya pada orang yang memiliki lemah jantung dan sering kaget atau mengalami syok berat, reaksi yang terjadi bisa berlebihan.

Mode fight or flight bisa membuat otot jantung berkontraksi dengan hebat secara terus-menerus.

baca juga

Hal ini membuat jantung berdetak semakin cepat dan mengakibatkan kegagalan fungsi jantung.

Akibatnya, aliran darah ke jantung dan seluruh tubuh bisa terhenti secara mendadak. Kemudian, timbulah gejala serangan jantung.

Kondisi inilah yang menyebabkan mengapa kaget bisa menyebabkan dampak buruk seperti kematian.

Dampak buruk kaget lainnya

Beberapa orang yang mudah kaget biasanya akan menunjukkan reaksi yang lebih ekspresif ketika terkejut. Anda yang sontak berteriak, jatuh, atau bahkan latah.

Walaupun tak selalu terjadi, menurut dr. Andreas Wilson Setiawan dari Hello Sehat, Kamis, 15 September 2022, sering kaget atau reaksi kaget berlebihan juga memiliki risiko bagi kesehatan.

1. Kerusakan organ

Untuk mengaktifkan mode fight or flight saat kaget, otak bekerja memproduksi senyawa neurotransmitter seperti hormon adrenalin.

Jika dilepaskan dalam jumlah banyak sekaligus, hormon adrenalin bisa merusak organ dalam seperti jantung, paru-paru, hati, dan ginjal.

Namun, biasanya penyebab kematian mendadak adalah kerusakan pada organ jantung.

2. Serangan jantung

Ketika serangan jantung terjadi, aliran darah ke jantung Anda terhenti.

Serangan jantung sebenarnya berbeda dengan henti jantung yang tidak dipengaruhi oleh terhentinya pasokan darah.

Saat aliran darah dari jantung terhenti, jantung tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya dan gagal memompa darah ke seluruh tubuh.

Serangan jantung membutuhkan pertolongan medis sesegera mungkin.

Kondisi ini tak hanya menyerang kesehatan orang lanjut usia, orang yang sering kaget atau memiliki jantung yang lemah juga berisiko.

3. Gagal jantung

Sering kaget mungkin bisa menyebabkan lemah jantung pada sebagian orang. Gangguan detak jantung yang lemah bisa berkembang menjadi penyakit gagal jantung.

Gagal jantung berarti jantung Anda tidak dapat memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh. Hal ini dapat merusak organ-organ vital.

Dampak lain dari gagal jantung yaitu terjadi penumpukan cairan di paru-paru.

4. Sesak napas

Sesak napas atau dikenal secara medis sebagai dispnea juga bisa menjadi salah satu dampak buruk kaget.

Kondisi ini sering digambarkan sebagai rasa sesak di dada, kesulitan bernapas, atau perasaan mati lemas.

Ada beberapa penyebab sesak napas selain karena kaget. Olahraga yang sangat berat, suhu ekstrem, obesitas, dan berada di ketinggian juga dapat menyebabkan sesak napas.

Untuk menurunkan risiko kematian karena terkejut, Anda bisa mencoba teknik-teknik relaksasi seperti meditasi zen dan yoga.

Relaksasi bisa membantu sistem saraf Anda supaya tidak bereaksi secara berlebihan kalau kaget.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kematian Pertama Akibat Cacar Monyet, Ada di Los Angeles Amerika

Kematian Pertama Akibat Cacar Monyet, Ada di Los Angeles Amerika

Tantrum | Kamis, 15 September 2022 | 08:07 WIB

Raja Inggris Baru Ingin Dikenal Sebagai Charles III

Raja Inggris Baru Ingin Dikenal Sebagai Charles III

Tantrum | Jum'at, 09 September 2022 | 10:05 WIB

DBD di Kota Bandung Capai 3.936 Kasus, Ada 24.192 Kasus di Jabar Periode Januari-Juli 2022

DBD di Kota Bandung Capai 3.936 Kasus, Ada 24.192 Kasus di Jabar Periode Januari-Juli 2022

Tantrum | Rabu, 07 September 2022 | 14:44 WIB

Yuk Jalani Pola Hidup Sehat, Cara Mencegah Gagal Jantung

Yuk Jalani Pola Hidup Sehat, Cara Mencegah Gagal Jantung

Tantrum | Senin, 05 September 2022 | 06:09 WIB

Waspadai Irama Jantung, Orang Normal Tidak Dapat Dengarkan Denyut

Waspadai Irama Jantung, Orang Normal Tidak Dapat Dengarkan Denyut

Tantrum | Senin, 05 September 2022 | 01:07 WIB

Terkini

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:36 WIB

×