TANTRUM - Dokter biasanya mendiagnosis alergi debu dengan bertanya tentang gejala, melakukan pemeriksaan fisik, serta melakukan berbagai tes alergi yang diperlukan.
Menurut dr. Patricia Lukas Goentoro dari laman Hello Sehat, dicuplik Kamis, 22 September 2022, jika Anda dicurigai memiliki kondisi ini, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut ini.
1. Tes tusuk kulit (skin prick test)
Dokter atau perawat akan meneteskan zat alergen pada kulit Anda. Setelah itu, dokter akan menusuk kulit Anda dengan jarum dan mengamati gejala yang muncul.
Apabila muncul bentol atau rasa gatal, kemungkinan Anda memiliki kondisi alergi debu.
2. Tes tempel kulit (patch test)
Pada kasus tertentu, dokter mungkin memilih patch test dengan menempelkan alergen berbentuk koyo pada kulit.
Bagian kulit yang ditempeli koyo tidak boleh berkeringat atau terkena air. Setelah dua hari, dokter akan melihat gejala yang muncul pada kulit.
3. Tes darah
Diagnosis terhadap alergi debu juga dapat dilakukan melalui tes darah. Caranya, dokter akan mengambil sampel darah Anda dan membawanya ke laboratorium untuk mendeteksi antibodi Immunoglobulin E yang memicu reaksi alergi.
Pengobatan alergi debu
Tergantung kondisi alergi, Anda mungkin perlu mengonsumsi obat-obatan atau menjalani suntik alergi. Berikut jenis obat alergi debu yang tersedia.
1. Antihistamin
Antihistamin adalah obat yang bekerja dengan menghambat kerja histamin. Histamin merupakan zat kimia yang menimbulkan berbagai gejala alergi saat tubuh terpapar alergen.
Antihistamin tersedia dalam bentuk tablet, tetes mata, dan obat semprot hidung. Anda dapat membelinya dengan ataupun tanpa resep dokter.
2. Dekongestan
Dekongestan bekerja dengan mengecilkan pembuluh darah yang membengkak dalam hidung akibat reaksi alergi.
Obat ini efektif untuk meringankan gejala hidung tersumbat serta berair. Namun, Anda mungkin perlu meminum obat alergi kombinasi untuk meredakan beberapa gejala alergi sekaligus.
3. Kortikosteroid
Kortikosteroid dapat mengatasi peradangan akibat alergi debu. Obat ini juga membantu meredakan hidung tersumbat, bersin, serta gejala lainnya yang menyerupai pilek.
Kortikosteroid tersedia dalam bentuk pil, obat semprot atau cuci hidung, serta krim oles. Tidak seperti obat lainnya, kortikosteroid harus digunakan atas resep dokter.
4. Imunoterapi
Imunoterapi bukanlah obat paten yang bisa menyembuhkan alergi debu. Namun, terapi ini bertujuan untuk ‘melatih’ sistem kekebalan tubuh agar tidak terlalu sensitif terhadap debu.
Imunoterapi untuk alergi terbagi menjadi dua jenis, seperti berikut ini.
- Terapi alergi subkutan (SCIT): dokter menyuntikkan alergen pada kulit, lalu mengamati reaksinya. Ini dilakukan 1 – 2 kali seminggu dalam 6 bulan hingga beberapa tahun.
- Terapi alergi sublingual (SLIT): dokter meneteskan alergen ke bawah lidah, lalu mengamati reaksinya. Terapi dilakukan selama 3 – 5 tahun.
5. Suntik epinefrin
Epinefrin adalah suntikan yang akan diberikan pada orang dengan riwayat alergi parah atau anafilaksis.
Obat ini harus segera disuntikan apabila ada gejala pingsan, tekanan darah rendah, dan sesak napas, karena dampaknya membahayakan jiwa.
Mencegah kambuhnya alergi debu
Penyedot debu atau vacuum cleaner sering kali tidak cukup ampuh menghilangkan tungau, spora, atau kotoran lainnya yang terkumpul bersama debu.
Meski demikian, ada beragam cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi jumlah debu di rumah. Berikut kiat yang bisa Anda terapkan sehari-hari.
- Rutin mencuci seprai, selimut, sarung bantal, gorden, taplak, serta perabot kain lainnya seminggu sekali menggunakan air panas.
- Mengganti karpet, gorden, atau taplak perabot rumah tangga setiap dua minggu sekali.
- Bersihkan perabot keras seperti meja serta pajangan seperti suvenir dan vas dengan lap basah. Lap basah dapat mencegah debu beterbangan di udara.
- Menggunakan air purifier HEPA (high-efficiency particulate air filter) untuk menyaring alergen dengan partikel halus seperti tungau.
- Tidak menggunakan karpet berbulu, permadani, dan sebagainya.
- Menjauhkan hewan peliharaan dari kamar tidur dan meletakkan kandang di luar rumah.
- Menggunakan humidifier untuk menjaga kelembapan di dalam ruangan.
Alergi debu adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum dan sulit dihindari. Pasalnya, Anda tidak bisa sepenuhnya menghilangkan debu yang ada di rumah.
Meski demikian, Anda dapat mencegah kekambuhannya dengan mengurangi jumlah debu di rumah.
Jika cara ini tidak ampuh mengatasi alergi, diskusikan dengan dokter untuk memperoleh pengobatan yang sesuai.