Jabar Diklaim Masih Tujuan Favorit Investasi

Tantrum

Jum'at, 07 Oktober 2022 | 10:25 WIB
Jabar Diklaim Masih Tujuan Favorit Investasi
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia saat menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden (Biro Pers Sekretariat Presiden)

TANTRUM - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan produktivitas pekerja di wilayah usaha Jawa Barat masih tertinggi di antara provinsi lainnya.

Produktivitas tinggi menjadi salah satu faktor yang membuat investor lebih melirik Jabar untuk menggelontorkan dananya dalam investasi.

Selain itu, kemudahan berinvestasi khususnya dalam hal perizinan juga ikut menjadi pertimbangan investor untuk berinvestasi di Jabar.

"Produktivitas pekerja di Jabar itu tinggi, dibandingkan daerah lain. Kebijakan Pak Gubernur (Ridwan Kamil) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu di Jabar juga sangat responsif. Makanya banyak kesan positif disampaikan para investor," ujar Bahlil Lahadalia di sela acara West Java Investment Summit 2022 di Kota Bandung, (Rabu, 5/10/2022).

Menurut Bahlil, kemudahan perizinan menunjukkan Jabar provinsi ramah investasi. Ditambah ketersediaan infrastruktur pendukung rencana investasi para pemilik modal, Jabar menjadi surga investasi  baik pemodal asing maupun dalam negeri. 

"Di Jabar, ke mana-mana itu dekat. Ada Pelabuhan Patimban, energi juga cukup tersedia. Apalagi Jabar juga concern dalam renewable energi," tuturnya.

Dengan sejumlah kelebihannya itu, maka Jabar selalu menjadi provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia. 

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi sepanjang periode April-Juni atau hingga kuartal II 2022 mencapai Rp302,2 triliun atau meningkat sebesar 7 persen dibandingkan dengan kuartal I/2022, yang realisasinya mencapai Rp282,4 triliun.

Secara kumulatif data realisasi investasi sepanjang periode Januari - Juni Tahun 2022 atau hingga semester I/2022 mencapai Rp584,6 triliun atau meningkat sebesar 32,0 persen (year on year/yoy) dibanding dengan periode yang sama pada 2021. 

baca juga

Menteri Bahlil menyampaikan bahwa capaian ini menandakan investasi mulai pulih sejak pandemi COVID-19 melanda sejak dua tahun yang lalu. 

Persebaran realisasi investasi di luar Pulau Jawa pada triwulan ini kembali lebih unggul dari Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar Rp157,1 triliun atau 52,0 persen dari total investasi, meningkat 38,0 persen dari periode yang sama di tahun 2021. 

Adapun investasi di luar Pulau Jawa mendapat kontribusi yang besar dari Sulawesi Tengah di peringkat ketiga dan Riau di peringkat kelima. Selain dua daerah tersebut, posisi lima besar diduduki oleh provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.

Pada kuartal II/2022, realisasi investasi di Jabar mencapai 14,6 persen, masih terbesar dibandingkan provinsi lainnya.

Kedua terbesar adalah DKI Jakarta, sebesar 13 persen, dan ketiga Riau sebesar 10 persen  dari total realisasi investasi. 

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Barat bersama Pemda Provinsi Jawa Barat kembali menggelar West Java Invesment Summit (WJIS) untuk menarik investor baik dalam dan luar negeri berinvestasi di Jabar. 

WJIS 2022 merupakan yang keempat kalinya digelar yang semuanya dilakukan di Kota Bandung. Berbeda dengan sebelumnya yang fokus proyek infrastruktur, WJIS 2022 lebih banyak menawarkan proyek - proyek energi baru dan terbarukan (EBT) atau renewable energy dan ketahanan pangan (food security). 

Total ada 32 proyek yang siap ditawarkan (ready to offer) kepada investor, didominasi proyek ekonomi hijau (green economy). Terdiri dari 11 proyek ketahanan pangan, 16 proyek EBT, dan  lima proyek infrastruktur pemerintah. 

Dalam proyek EBT misalnya, investor dapat berinvestasi dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik seperti baterai mobil listrik, dan proyek hijau lain seperti PLTA Wado, pembangkit listrik mengapung tenaga matahari (floating solar plant) Cirata, serta pembangkit listrik tenaga angin di Sukabumi dan Garut. 

Sementara proyek ketahanan pangan, investor diharapkan turut mengembangkan teknologi agro dan maritim. 

Setidaknya sudah ada 130 stakeholders yang berpartisipasi dan mendaftar melalui web terdiri dari perusahaan dalam dan luar negeri, perbankan, pemerintahan baik di dalam dan luar Jabar, serta para duta besar. Total proyek yang ditawarkan Rp59,64 triliun atau USD3,9 miliar. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspada Guys! Hujan Badai Berpotensi Terjadi di Pesisir Selatan Jawa Barat

Waspada Guys! Hujan Badai Berpotensi Terjadi di Pesisir Selatan Jawa Barat

Tantrum | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 05:58 WIB

Indonesia - Korea Selatan Lakukan Kemitraan Strategis Kendaraan Listrik dan Baterai

Indonesia - Korea Selatan Lakukan Kemitraan Strategis Kendaraan Listrik dan Baterai

Tantrum | Rabu, 05 Oktober 2022 | 14:36 WIB

Hujan akan Turun Diseluruh Wilayah Jawa Barat

Hujan akan Turun Diseluruh Wilayah Jawa Barat

Tantrum | Minggu, 02 Oktober 2022 | 07:05 WIB

Terkini

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 21:12 WIB

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:05 WIB

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 21:02 WIB

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Video | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:58 WIB

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Kalbar | Senin, 14 September 2026 | 20:54 WIB

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

News | Senin, 14 September 2026 | 20:47 WIB

×