Bagaimana Akhirnya Elon Musk Menjadi Pemilik Twitter?

Tantrum

Minggu, 30 Oktober 2022 | 13:16 WIB
Bagaimana Akhirnya Elon Musk Menjadi Pemilik Twitter?
Foto Elon Musk (by suara.com)

Keputusan itu dicuitkan pada 25 April. "Yesssss," cuit Musk.

Soal Bot dan Data Pengguna Twitter 

Menurut Musk, Twitter telah kehilangan arah. Dia menilai Twitter terlalu sering membatasi pembicaraan. Padahal, menurut Musk, sebagai "balai kotanya dunia", Twitter perlu menempatkan kebebasan berpendapat di atas segala-galanya.

Musk menyatakan tidak peduli dengan "ekonomi sama sekali" dalam sebuah wawancara di konferensi TED2022 di Vancouver, Kanada.

Namun beberapa bulan setelah kesepakatan itu, nilai saham perusahaan-perusahaan teknologi jatuh. Nilai Twitter pun ikut menurun. Banyak analis mulai mempertanyakan apakah Musk membayar terlalu mahal untuk mendapatkan Twitter.

Musk mulai mengajukan sejumlah pertanyaan secara publik, salah satunya, berapa banyak akun pengguna asli Twitter?

Miliarder terkaya di dunia menurut versi Forbes dan Bloomberg ini, -- dengan nilai kekayaan bersih sekitar US$250 miliar (Rp3.878 triliun) - telah bertahun-tahun mengeluhkan banyaknya akun bot di Twitter.

Setelah tawarannya diterima, Musk berulang kali meminta Twitter memberi data mengenai berapa banyak sebenarnya pengguna asli dari platform tersebut.

Data yang dibagikan eksekutif Twitter menunjukkan bahwa kurang dari 5% pengguna aktif harian adalah bot, yang diperkirakan berdasarkan sampel acak akun-akun di Twitter. Itu tampaknya membuat Musk marah.

Musk menanggapi utas panjang Agrawal, yang menjelaskan bagaimana Twitter mencapai angka itu, dengan emoji kotoran.

Kesepakatan antara Musk-Twitter pun menjadi berantakan. Pada 8 Juli, Musk mengumumkan bahwa dia ingin menarik diri dari kesepakatan itu.

Sulit untuk memastikan apakah Musk saat itu benar-benar ingin membatalkan kesepakatan atau sedang mencoba mendapatkan harga yang lebih baik untuk Twitter.

Twitter tidak menerima itu dan menyatakan perjanjian dengan Musk terikat oleh hukum dan membatalkannya bukanlah suatu pilihan.

Gugatan di Pengadilan

Persoalan ini pun masuk berujung pada gugatan di pengadilan, di mana kedua belah pihak menyewa pengacara mahal. Persidangan telah ditetapkan pada 17 Oktober di Delaware untuk memutuskan apakah Musk harus tetap membeli perusahaan itu.

Dalam dokumen pengadilan, Twitter berargumen bahwa mereka telah memberi banyak informasi soal berapa banyak pengguna sebenarnya di platform itu.

Di sisi lain, Musk berpendapat Twitter bisa memiliki bot berkali-kali lipat lebih banyak dibanding yang mereka akui secara terbuka. Musk bahkan menuduh Twitter melakukan penipuan.

Kritikan yang disampaikan secara terbuka itu pun mulai berdampak buruk bagi Twitter. Sebagian besar pendapatan Twitter berasal dari iklan, sehingga para pengiklan mulai bertanya-tanya berapa banyak iklan yang ditampilkan kepada pengguna sungguhan, bukan bot.

Proses ini pun menjadi sangat mengganggu, bahkan di kantor pusat Twitter. Sejumlah karyawan menyukai gagasan Musk menjadi CEO mereka. Di sisi lain, banyak yang secara pribadi, beberapa bahkan secara terbuka, mengatakan bahwa pembelian Twitter akan berujung bencana bagi moderasi konten dan visi perusahaan.

Namun ketika Musk, Twitter, majelis hakim, hingga jurnalis bersiap untuk mengikuti persidangan yang tampaknya tidak terhindarkan, perubahan besar lainnya terjadi.

Entah bagaimana, setelah melontarkan banyak tuduhan terhadap Twitter, Musk tiba-tiba mengumumkan bahwa kesepakatan itu kembali berlaku.

"Membeli Twitter adalah akselerasi untuk membuat X, aplikasi segalanya," kata dia.

Apa yang telah mengubah pikiran Musk? Mungkin dia mengira akan kalah di pengadilan.

Beberapa hari sebelum keputusannya berbalik, Musk harus segera menghadapi deposisi (kesaksian di luar pengadilan) oleh pengacara Twitter.

Mungkin dia ingin menghindari proses yang melelahkan itu dan pemeriksaan silang yang akan mengungkap banyak hal.

Apapun alasannnya, Twitter tidak serta merta merayakan keputusan baru Musk itu. Setelah kesepakatan pertama berjalan tidak mulus, Twitter menjadi lebih berhati-hati dan tampak tidak bereaksi.

Taylor mencuit bahwa perusahaan itu "berkomitmen menyelesaikan kesepakatan berdasarkan harga dan persyaratan yang disetujui bersama Musk."

Twitter juga meminta agar kasus mereka pengadilan ditunda, bukan dibatalkan.

Pengacara Musk mengatakan bahwa Twitter "tidak akan menerima 'ya' sebagai jawaban".

Pada Jumat (28/10), Ross Gerber, yang merupakan salah satu investor Twitter sekaligus kepala eksekutif Gerber Kawasaki Investments di California, mengonfirmasi kepada BBC bahwa Elon Musk telah menyelesaikan pengambilalihan Twitter senilai US$44 miliar."Saya pikir pengadilan mendorongnya melewati batas," kata Gerber.

"Terus terang, ini telah menjadi semacam bencana sejak awal. Tentu saja dimulai dengan mendekati Twitter secara sangat agresif dan benar-benar memaksa Twitter ke meja [perundingan] ... kemudian menjadi gusar dan bertengkar di depan publik mengenai sesuatu yang bagi saya adalah topik yang sudah sangat diketahui," tambahnya.

Setelah Elon Musk mengambil alih Twitter, CEO Parag Agrawal dan Kepala Keuangan Ned Segal tidak lagi bersama perusahaan itu, menurut laporan media AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dibeli Elon Musk, Cerita Awal Mula Twitter Ada

Dibeli Elon Musk, Cerita Awal Mula Twitter Ada

Tantrum | Sabtu, 29 Oktober 2022 | 10:05 WIB

Resmi! Twitter Milik Elon Musk

Resmi! Twitter Milik Elon Musk

Tantrum | Jum'at, 28 Oktober 2022 | 11:11 WIB

Terkini

Eks Tahanan May Day Tantang Budiman Sudjatmiko, Diskusi Indonesia Emas di Semarang Memanas

Eks Tahanan May Day Tantang Budiman Sudjatmiko, Diskusi Indonesia Emas di Semarang Memanas

Jawa Tengah | Minggu, 14 Juni 2026 | 08:55 WIB

Fete de la Musique 2026 Digelar di Yogyakarta, 5 Musisi Lokal Meriahkan Kolaborasi Indonesia-Prancis

Fete de la Musique 2026 Digelar di Yogyakarta, 5 Musisi Lokal Meriahkan Kolaborasi Indonesia-Prancis

Jogja | Minggu, 14 Juni 2026 | 08:45 WIB

5 Moisturizer PDRN Rekomendasi Dokter untuk Bantu Samarkan Keriput dan Kerutan

5 Moisturizer PDRN Rekomendasi Dokter untuk Bantu Samarkan Keriput dan Kerutan

Lifestyle | Minggu, 14 Juni 2026 | 08:34 WIB

Puasa Asyura Berapa Hari? Ini Jadwal serta Bacaan Niatnya dalam Arab dan Latin

Puasa Asyura Berapa Hari? Ini Jadwal serta Bacaan Niatnya dalam Arab dan Latin

Lifestyle | Minggu, 14 Juni 2026 | 08:17 WIB

Rambut Rontok Pakai Hair Tonic atau Hair Serum? Pahami Beda Fungsi Keduanya

Rambut Rontok Pakai Hair Tonic atau Hair Serum? Pahami Beda Fungsi Keduanya

Lifestyle | Minggu, 14 Juni 2026 | 08:17 WIB

Bantu Atasi Rambut Rontok, Intip 3 Produk Hair Care Andalan Abel Cantika

Bantu Atasi Rambut Rontok, Intip 3 Produk Hair Care Andalan Abel Cantika

Lifestyle | Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB

Review Film Mata Jiwa: Potret Kaum Marginal dan Akar Empati Tiyo Ardianto

Review Film Mata Jiwa: Potret Kaum Marginal dan Akar Empati Tiyo Ardianto

Your Say | Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB

Live Action Terbaru Junji Ito Mulai Tayang Juli, IVE dan 10CM Isi Lagu Tema

Live Action Terbaru Junji Ito Mulai Tayang Juli, IVE dan 10CM Isi Lagu Tema

Your Say | Minggu, 14 Juni 2026 | 07:30 WIB

Bukan Hanya Diskon, Belanja saat Lapar Juga Bisa Membuat Kita Jadi Impulsif

Bukan Hanya Diskon, Belanja saat Lapar Juga Bisa Membuat Kita Jadi Impulsif

Your Say | Minggu, 14 Juni 2026 | 07:00 WIB

Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda

Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda

Otomotif | Minggu, 14 Juni 2026 | 06:45 WIB