Indonesia Diperkirakan Alami Penurunan Produk Domestik Bruto Sebesar 3,6 Persen

Tantrum Suara.Com
Senin, 19 Desember 2022 | 11:20 WIB
Indonesia Diperkirakan Alami Penurunan Produk Domestik Bruto Sebesar 3,6 Persen
Ilustrasi gedung perkantoran (Unsplash/Afif Kusuma)

TANTRUM - Kawasan Asia, termasuk Indonesia diperkirakan tetap kuat di tengah prospek global yang kurang baik, terutama indikasi jelas akan resesi global.
 
"Kita dapat melihat biaya energi dan biaya input yang melonjak, inflasi tinggi, serta kepercayaan konsumen yang lemah diprediksi akan mengarah pada resesi global," kata Presiden The Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) Julia Penny dalam "ICAEW  Economic Insight Forum Q4 2022"

Perekonomian negara-negara maju, misalnya Singapura, Korea, Selandia Baru, Australia, dan Taiwan mengalami penurunan produksi manufaktur.

Sementara perekonomian negara-negara berkembang, seperti China, Indonesia, dan Thailand menunjukkan situasi yang lebih baik dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya.

Julia mengatakan kondisi tersebut sebagian disebabkan oleh penundaan pembukaan perbatasan wilayah yang berkontribusi pada peningkatan pesanan dalam negeri, yang mengarah ke peningkatan permintaan di atas rata-rata.

Namun, kondisi tersebut kemungkinan tidak akan bertahan lama mengingat penerapan pembatasan yang dilonggarkan dan pembukaan kembali perbatasan wilayah.
 
Secara garis besar, penurunan produksi manufaktur di negara-negara maju pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan produksi Asia. Indonesia diperkirakan mengalami penurunan produk domestik bruto (PDB) pada 2023 sebesar 3,6 persen.
 
Walaupun kini pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,72 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal III-2022, ke depan Indonesia diprediksi akan mengalami penurunan pada kinerja perekonomian nasional dengan situasi global dan ancaman resesi.


Ia menegaskan, situasi ini akan perlahan membaik dengan proyeksi bertambahnya permintaan masyarakat Indonesia akan produksi manufaktur dalam negeri. Meningkatnya permintaan domestik Indonesia diperkirakan mampu memberikan kontribusi sebesar 6 persen terhadap pertumbuhan PDB Indonesia di tahun depan, sehingga dapat menjadi penghalau dalam menekan ancaman resesi yang akan datang.
 
Di sisi lain, strategi plus one China yang melibatkan diversifikasi investasi bisnis dan ekosistem rantai pasok terbukti penting bagi pertumbuhan ekonomi ASEAN.
 
Jika diposisikan dengan baik dalam diversifikasi ekonomi, seperti di Malaysia, kini berada di posisi yang tepat untuk menerapkan sistem rantai pasok bernilai menengah hingga tinggi. Indonesia juga ingin mengejar ketinggalan secara agresif.
 
"Selain itu, negara-negara seperti Vietnam tetap menjadi sumber terpenting dari manufaktur dan produksi padat karya. Dengan kondisi ini, ASEAN diproyeksikan masih akan dapat mengalami pertumbuhan yang menjanjikan pada tahun-tahun mendatang," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI