"Di kota besar siklusnya lebih cepat,” kata Prof. Andri. “Di depo-depo isi ulang, saya melihat di beberapa daerah, pembersihan galon polikarbonat dilakukan secara tradisional. Yang penting cepat, harusnya menggunakan sikat yang lembut sehingga kemungkinan kecil terjadinya pelecutan (migrasi) BPA.”
Dalam kategori plastik, plastik polikarbonat yang mengandung BPA dikenali dengan nomor kode plastik “7” yang secara umum dikategorikan berisiko.
Prof. Andri mengatakan, banyak masyarakat tidak paham kode-kode dalam kemasan plastik. Itu pula sebabnya, ia menyarankan agar kemasan mengandung BPA di beri label agar tidak dikonsumsi oleh bayi, balita dan janin pada ibu hamil.